alexametrics
21.1 C
Malang
Sunday, 22 May 2022

Genangan Air di Kayutangan Heritage, Kontraktor Angkat Bicara

MALANG KOTA – Genangan air di kawasan Jalan Basuki Rahmat akibat dari hujan deras pada Sabtu (25/12) sore kemarin menuai kritik pedas dari netizen. Hal ini membuat kontraktor angkat bicara.

Alif Riwidya, Konsultan PT Widya Satria mengatakan, genangan air saat hujan di bilangan Jalan Basuki Rahmat bukan banjir namun limpasan air hujan. Ia menerangkan, genangan air dibagi menjadi tiga jenis, yaitu banjir, genangan, dan limpasan.

Alif menuturkan, di Basuki Rahmat masuk dalam kategori limpasan. Jenis genangan ini berlangsung ketika jumlah curah hujan melampaui laju infiltrasi air ke dalam tanah. 

“Jadi limpasan kemarin sebenarnya langsung kita alirkan, cuma tidak bisa cepat karena terhambat material pembangunan,” ungkap Alif.

Pihak kontraktor mengakui bahwa lubang saluran drainase memang tertutup sampah sisa pembangunan. Mulai dari sisa pasir dan beberapa gabus.

“Kemarin zona dua ternyata penyebabnya afour (lubang saluran menuju selokan) kita. Jadi itu lubang-lubang di trotoar tertutup sama sampah gabus yang awalnya terpasang di trotoar buat cetakan motif trotoar. Juga ada sisa-sisa pasir pembangunan proyek yang ikut terbawa arus air yang melewati saluran air kita,” paparnya.

Kemudian, curah hujan pada Sabtu (25/12) cukup tinggi hingga melebihi perkiraan. Sehingga hal ini akan menjadi bahan evaluasi untuk pembenahan afour.

“Kemarin itu karena curah hujan cukup tinggi walaupun sebentar sehingga menimbulkan genangan, luapan air membuat saluran air kita tidak mampu mengalirkan genangan air dengan cepat. Kemarin itu kira-kira berapa milimeter per detik, saya juga ingin tahu, karena saya amati selama hidup di Kota Malang, curah hujan sepertinya belum pernah setinggi itu,” terangnya.

Terkait dengan besaran gorong-gorong, Alif terkesan enggan membahas lebih detil karena di luar wilayah pengerjaan yang telah disepakati.

“Mohon maaf kontraktor di sini hanya bertugas mengerjakan pedestrian plaza. Saluran kita ndak ganggu gugat soalnya berada di bawah tanah sadalam 2 meter, karena bukan wilayah pengerjaan kita dan bukan bagian dari kontraknya kontraktor,” tandasnya.

Pewarta :Errica Vannie

MALANG KOTA – Genangan air di kawasan Jalan Basuki Rahmat akibat dari hujan deras pada Sabtu (25/12) sore kemarin menuai kritik pedas dari netizen. Hal ini membuat kontraktor angkat bicara.

Alif Riwidya, Konsultan PT Widya Satria mengatakan, genangan air saat hujan di bilangan Jalan Basuki Rahmat bukan banjir namun limpasan air hujan. Ia menerangkan, genangan air dibagi menjadi tiga jenis, yaitu banjir, genangan, dan limpasan.

Alif menuturkan, di Basuki Rahmat masuk dalam kategori limpasan. Jenis genangan ini berlangsung ketika jumlah curah hujan melampaui laju infiltrasi air ke dalam tanah. 

“Jadi limpasan kemarin sebenarnya langsung kita alirkan, cuma tidak bisa cepat karena terhambat material pembangunan,” ungkap Alif.

Pihak kontraktor mengakui bahwa lubang saluran drainase memang tertutup sampah sisa pembangunan. Mulai dari sisa pasir dan beberapa gabus.

“Kemarin zona dua ternyata penyebabnya afour (lubang saluran menuju selokan) kita. Jadi itu lubang-lubang di trotoar tertutup sama sampah gabus yang awalnya terpasang di trotoar buat cetakan motif trotoar. Juga ada sisa-sisa pasir pembangunan proyek yang ikut terbawa arus air yang melewati saluran air kita,” paparnya.

Kemudian, curah hujan pada Sabtu (25/12) cukup tinggi hingga melebihi perkiraan. Sehingga hal ini akan menjadi bahan evaluasi untuk pembenahan afour.

“Kemarin itu karena curah hujan cukup tinggi walaupun sebentar sehingga menimbulkan genangan, luapan air membuat saluran air kita tidak mampu mengalirkan genangan air dengan cepat. Kemarin itu kira-kira berapa milimeter per detik, saya juga ingin tahu, karena saya amati selama hidup di Kota Malang, curah hujan sepertinya belum pernah setinggi itu,” terangnya.

Terkait dengan besaran gorong-gorong, Alif terkesan enggan membahas lebih detil karena di luar wilayah pengerjaan yang telah disepakati.

“Mohon maaf kontraktor di sini hanya bertugas mengerjakan pedestrian plaza. Saluran kita ndak ganggu gugat soalnya berada di bawah tanah sadalam 2 meter, karena bukan wilayah pengerjaan kita dan bukan bagian dari kontraknya kontraktor,” tandasnya.

Pewarta :Errica Vannie

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/