alexametrics
29.6 C
Malang
Friday, 27 May 2022

Warga Soroti Penataan Kursi Koridor Kayutangan Heritage

MALANG KOTA – Warga Kota Malang sebenarnya banyak yang peduli dan memiliki antusiasme tinggi terhadap pembangunan Kayutangan Heritage. Hal ini terlihat dari ramainya komentar terkait penataan kursi di sepanjang Jl Basuki Rahmat yang notabene masuk koridor Kayutangan Heritage.

Salah seorang yang memberikan saran adalah Rahmani. Ia menyarankan agar kursi diatur sedemikian rupa agar tidak menghadap pohon maupun tiang listrik. Sehingga hal ini akan lebih enak dipandang dan dinikmati.

“Yah daripada kursi ditata menghadap pohon, lebih baik kursi sekalian didekatkan ke pohon lalu posisi di balik membelakangi pohon, kan enak dipandang. Selain itu lebih nyaman karena teduh,” ujarnya.

Andika Satrika, salah satu warga mengatakan, penempatan bangku yang tidak disertai dengan pohon atau material peneduh membuat fasilitas tersebut hanya bisa dinikmati di malam hari.

“Kalai siang-siang pengin istirahat di situ, ya agak berpikir dua kali. Panas,” seru Andika.

Menanggapi hal itu, Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan, bahwa pembangunan koridor Kayutangan Heritage belum usai. masukan dariw arga akan dicatat sebagai bahan evaluasi bagi Pemkot Malang.

“Ada sekitar 200-an bangku yang mungkin akan kami perbaiki penataannya. Nanti bisa kita tata saling berhadapan, atau bagaimana nanti melihat keadaan. Kami belum bisa meninjau 200 bangku taman tersebut. Kita saling mengingatkan saling berbagi. Terimakasih kepada netizen yang memberi informasi,” urainya.

Ia juga mengatakan, bahwa pengerjaan proyek masih ada waktu. Sehingga masih ada beberapa yang menjadi catatan untuk dibenahi.

Sementara itu, Konsultan PT Widya Satria, Alif Riwidya mengatakan, batas akhir pembangunan adalah Februari 2020. Pembangunan ini juga termasuk dalam penambahan pernak-pernik dan beberapa fasilitas tambahan.

“Kontrak kami memang harus selesai sebelum 20 Februari 2021,tetapi kontrak kami adalah multi years project. Sehingga ini belum termasuk perawatan selama 365 hari. Total Rp 23 miliar itu termasuk lampu-lampu jalan, bangku taman, dan beberapa pernak-pernik lainnya,” paparnya.

Pewarta : Errica Vannie

MALANG KOTA – Warga Kota Malang sebenarnya banyak yang peduli dan memiliki antusiasme tinggi terhadap pembangunan Kayutangan Heritage. Hal ini terlihat dari ramainya komentar terkait penataan kursi di sepanjang Jl Basuki Rahmat yang notabene masuk koridor Kayutangan Heritage.

Salah seorang yang memberikan saran adalah Rahmani. Ia menyarankan agar kursi diatur sedemikian rupa agar tidak menghadap pohon maupun tiang listrik. Sehingga hal ini akan lebih enak dipandang dan dinikmati.

“Yah daripada kursi ditata menghadap pohon, lebih baik kursi sekalian didekatkan ke pohon lalu posisi di balik membelakangi pohon, kan enak dipandang. Selain itu lebih nyaman karena teduh,” ujarnya.

Andika Satrika, salah satu warga mengatakan, penempatan bangku yang tidak disertai dengan pohon atau material peneduh membuat fasilitas tersebut hanya bisa dinikmati di malam hari.

“Kalai siang-siang pengin istirahat di situ, ya agak berpikir dua kali. Panas,” seru Andika.

Menanggapi hal itu, Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan, bahwa pembangunan koridor Kayutangan Heritage belum usai. masukan dariw arga akan dicatat sebagai bahan evaluasi bagi Pemkot Malang.

“Ada sekitar 200-an bangku yang mungkin akan kami perbaiki penataannya. Nanti bisa kita tata saling berhadapan, atau bagaimana nanti melihat keadaan. Kami belum bisa meninjau 200 bangku taman tersebut. Kita saling mengingatkan saling berbagi. Terimakasih kepada netizen yang memberi informasi,” urainya.

Ia juga mengatakan, bahwa pengerjaan proyek masih ada waktu. Sehingga masih ada beberapa yang menjadi catatan untuk dibenahi.

Sementara itu, Konsultan PT Widya Satria, Alif Riwidya mengatakan, batas akhir pembangunan adalah Februari 2020. Pembangunan ini juga termasuk dalam penambahan pernak-pernik dan beberapa fasilitas tambahan.

“Kontrak kami memang harus selesai sebelum 20 Februari 2021,tetapi kontrak kami adalah multi years project. Sehingga ini belum termasuk perawatan selama 365 hari. Total Rp 23 miliar itu termasuk lampu-lampu jalan, bangku taman, dan beberapa pernak-pernik lainnya,” paparnya.

Pewarta : Errica Vannie

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/