alexametrics
27.9 C
Malang
Thursday, 7 July 2022

10.368 Nakes Kota Malang Terima E-tiket Vaksinasi Covid-19

MALANG KOTA – Jumlah Tenaga Kesehatan (nakes) penerima vaksin Covid-19 terus bertambah. Hal ini disebabkan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang terus mengupdate data para nakes penerima vaksin.

“Jumlah nakes yang ada di Kota Malang, total sampai saat ini 13.615. Sedangkan yang sudah dapat e-tiket vaksinasi COvid-19 berjumlah 10.368,” ungkap Plt Kepala Dinas Kesehatan, Sri Winarni.

Hingga Selasa (26/1), tercatat jumlah Nakes yang menerima e-tiket vaksinasi sebanyak 10.368. “Ini jumlah terbaru yang kita dapat dari Pusdatin (Pusat Data dan Informasi) Kemenkes (Kementerian Kesehatan) dan akan terus update sampai terakhir tanggal 27 Januari 2021,” jelas dia.

Sri menjelaskan, dirinya tidak ingin ada nakes yang ketinggalan dan tidak terdata. Oleh karena itu, penambahan jumlah nakes penerima vaksin Covid-19 akan terus diperbaharui.

“Untuk update jumlah nakes itu akan kami lakukan sampai terakhir tanggal 27 Januari 2021, saya tidak ingin ada nakes yang ketinggalan,” kata Sri.

Untuk itu pihaknya, menghimbau bagi seluruh Faskes (Fasilitas Kesehatan) untuk input data nakes masing-masing. Kita beri password dan username untuk bisa menginput secara mandiri,” tambahnya.

Berdasarkan keterangan Sri, kebutuhan vaksin Kota Malang sebanyak dua kali jumlah nakes yang menerima e-tiket. Pasalnya, vaksinasi akan dilakukan dua kali untuk satu orang.

“Harus diberikan dua kali, sekali suntik, 14 hari kemudian divaksin lagi. Fungsinya untuk booster atau penguat,” jelasnya.

Berkaitan dengan kekurangannya, Sri mengaku pihaknya sudah berkoordinasi dengan Pemprov (Pemerintah Provinsi).

“Yang dikirim Pemprov kemarin itu menyesuaikan cool chain kita. Nanti kalau sudah dilaksanakan akan kita koordinasikan lagi dengan Pemprov untuk dikirim sisanya,” terangnya.

Berkaitan dengan distribusi vaksin dia menjelaskan akan dilakukan dengan berbagai cara. “Distribusi bisa diambil sendiri oleh masing-masing faskes, atau bisa juga dikirim. Ada 81 Faskes yang terdaftar di program WeCare BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial),” tuturnya.

Dikatakan Sri, langkah distribusi ini adalah bentuk pengembangan dari termin satu. Dimana masih terdapat banyak kendala, sehingga dilakukan evaluasi dan dikembangkan untuk mempermudah verifikasi. 

Sementara itu, seperti yang diberitakan sebelumnya, seluruh vaksin Covid-19 disimpan di ruangan Dinas Kesehatan Kota Malang. Ruangan tersebut dilengkapi lemari pendingin untuk menyimpan vaksin. Petugas kepolisian bersenjata lengkap juga dilibatkan untuk untuk melakukan pengamanan area penyimpanan selama 24 jam.

Pewarta: Errica Vannie, Andika Satria Perdana

MALANG KOTA – Jumlah Tenaga Kesehatan (nakes) penerima vaksin Covid-19 terus bertambah. Hal ini disebabkan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang terus mengupdate data para nakes penerima vaksin.

“Jumlah nakes yang ada di Kota Malang, total sampai saat ini 13.615. Sedangkan yang sudah dapat e-tiket vaksinasi COvid-19 berjumlah 10.368,” ungkap Plt Kepala Dinas Kesehatan, Sri Winarni.

Hingga Selasa (26/1), tercatat jumlah Nakes yang menerima e-tiket vaksinasi sebanyak 10.368. “Ini jumlah terbaru yang kita dapat dari Pusdatin (Pusat Data dan Informasi) Kemenkes (Kementerian Kesehatan) dan akan terus update sampai terakhir tanggal 27 Januari 2021,” jelas dia.

Sri menjelaskan, dirinya tidak ingin ada nakes yang ketinggalan dan tidak terdata. Oleh karena itu, penambahan jumlah nakes penerima vaksin Covid-19 akan terus diperbaharui.

“Untuk update jumlah nakes itu akan kami lakukan sampai terakhir tanggal 27 Januari 2021, saya tidak ingin ada nakes yang ketinggalan,” kata Sri.

Untuk itu pihaknya, menghimbau bagi seluruh Faskes (Fasilitas Kesehatan) untuk input data nakes masing-masing. Kita beri password dan username untuk bisa menginput secara mandiri,” tambahnya.

Berdasarkan keterangan Sri, kebutuhan vaksin Kota Malang sebanyak dua kali jumlah nakes yang menerima e-tiket. Pasalnya, vaksinasi akan dilakukan dua kali untuk satu orang.

“Harus diberikan dua kali, sekali suntik, 14 hari kemudian divaksin lagi. Fungsinya untuk booster atau penguat,” jelasnya.

Berkaitan dengan kekurangannya, Sri mengaku pihaknya sudah berkoordinasi dengan Pemprov (Pemerintah Provinsi).

“Yang dikirim Pemprov kemarin itu menyesuaikan cool chain kita. Nanti kalau sudah dilaksanakan akan kita koordinasikan lagi dengan Pemprov untuk dikirim sisanya,” terangnya.

Berkaitan dengan distribusi vaksin dia menjelaskan akan dilakukan dengan berbagai cara. “Distribusi bisa diambil sendiri oleh masing-masing faskes, atau bisa juga dikirim. Ada 81 Faskes yang terdaftar di program WeCare BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial),” tuturnya.

Dikatakan Sri, langkah distribusi ini adalah bentuk pengembangan dari termin satu. Dimana masih terdapat banyak kendala, sehingga dilakukan evaluasi dan dikembangkan untuk mempermudah verifikasi. 

Sementara itu, seperti yang diberitakan sebelumnya, seluruh vaksin Covid-19 disimpan di ruangan Dinas Kesehatan Kota Malang. Ruangan tersebut dilengkapi lemari pendingin untuk menyimpan vaksin. Petugas kepolisian bersenjata lengkap juga dilibatkan untuk untuk melakukan pengamanan area penyimpanan selama 24 jam.

Pewarta: Errica Vannie, Andika Satria Perdana

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/