alexametrics
27 C
Malang
Saturday, 28 May 2022

RS Khusus Covid-19 Dibangun di Malang Bulan Depan

MALANG KOTA – Dalam waktu dekat, rumah sakit khusus Covid-19 akan dibangun di Kota Malang. rumah sakit tersebut akan berada di dekat Rumah Sakit Universitas Muhammadiyah Malang (RS UMM). Hari ini (27/2), Direktur Jenderal Cipta Karya, Kementerian Pekerjaan Umum Dan Perumahaan Rakyat, Ir Diana Kusumastuti melakukan peninjauan untuk mengecek kesiapan pembangunan.

“Dirjen Cipta Karya mengecek lokasi pembangunan rumah sakit Covid, yang akan dibangun di area RS UMM. Dan kunjungan ini sebagai kunjungan final persiapan. Dan alhamdulillah dalam waktu yang tidak lama, insya Allah rumah sakit Covid akan dibangun,” ungkap Rektor UMM, Dr Fauzan MPd

Fauzan menjelaskan, jika tidak ada aral melintang, pembangunan rumah sakit hasil kerjasama antara Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR)
dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) ini akan dimulai pada Maret mendatang.

Mantan dekan FKIP UMM itu mengatakan luas RS Khusus Covid-19 diperkirakan kurang lebih sekitar 6000 m². Saat ini persiapan yang sudah dilakukan ada dua, yaitu pemetaan dan pengurusan legalitas

“Kelengkapan legalitas sedang dalam proses, kemudian secara fisik ini masih menunggu finalnya,” ujar pria yang diangkat menjadi rektor sejak 2016 lalu.

Direktur RS Umum UMM, Prof Dr Djoni Djunaedi Sp Pd Kpt mengatakan, pembangunan RS Covid 19 tersebut ditargetkan selesai dalam kurun waktu sekitar 40 hari. “Pokoknya sebelum puasa harus selesai. Sengaja dijadwalkan cepat. Takutnya jika pembangunan dilakukan bulan Ramadan, terkendala kegiatan puasa dan hambatan lain,” imbuh dia.

Ia juga menambahkan, diperkirakan kapasitas RS mampu menampung kisaran 80 hingga 90 bed.

Pewarta : Errica Vannie

MALANG KOTA – Dalam waktu dekat, rumah sakit khusus Covid-19 akan dibangun di Kota Malang. rumah sakit tersebut akan berada di dekat Rumah Sakit Universitas Muhammadiyah Malang (RS UMM). Hari ini (27/2), Direktur Jenderal Cipta Karya, Kementerian Pekerjaan Umum Dan Perumahaan Rakyat, Ir Diana Kusumastuti melakukan peninjauan untuk mengecek kesiapan pembangunan.

“Dirjen Cipta Karya mengecek lokasi pembangunan rumah sakit Covid, yang akan dibangun di area RS UMM. Dan kunjungan ini sebagai kunjungan final persiapan. Dan alhamdulillah dalam waktu yang tidak lama, insya Allah rumah sakit Covid akan dibangun,” ungkap Rektor UMM, Dr Fauzan MPd

Fauzan menjelaskan, jika tidak ada aral melintang, pembangunan rumah sakit hasil kerjasama antara Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR)
dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) ini akan dimulai pada Maret mendatang.

Mantan dekan FKIP UMM itu mengatakan luas RS Khusus Covid-19 diperkirakan kurang lebih sekitar 6000 m². Saat ini persiapan yang sudah dilakukan ada dua, yaitu pemetaan dan pengurusan legalitas

“Kelengkapan legalitas sedang dalam proses, kemudian secara fisik ini masih menunggu finalnya,” ujar pria yang diangkat menjadi rektor sejak 2016 lalu.

Direktur RS Umum UMM, Prof Dr Djoni Djunaedi Sp Pd Kpt mengatakan, pembangunan RS Covid 19 tersebut ditargetkan selesai dalam kurun waktu sekitar 40 hari. “Pokoknya sebelum puasa harus selesai. Sengaja dijadwalkan cepat. Takutnya jika pembangunan dilakukan bulan Ramadan, terkendala kegiatan puasa dan hambatan lain,” imbuh dia.

Ia juga menambahkan, diperkirakan kapasitas RS mampu menampung kisaran 80 hingga 90 bed.

Pewarta : Errica Vannie

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/