alexametrics
30.6 C
Malang
Tuesday, 24 May 2022

Kota Malang Resmi Punya Tim Khusus Promosi Pariwisata

MALANG KOTA – Pemerintah Kota Malang mengukuhkan tim Badan Promosi Pariwisata Daerah, pada Kamis pagi (27/5) di ruang sidang Balai Kota. Tim yang beranggotakan 8 orang ini bertugas mengenalkan dan mempromosikan pariwisata di Kota Malang.

Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Ida Ayu Made Wahyuni, dalam kesempatan tersebut berharap promosi pariwisata bisa dilakukan lebih gencar lagi.

“Dinas sendiri sudah melakukan promosi, untuk sementara ini baru online via website dan sosial media yang dikelola Disporapar,“ ungkapnya.

Untuk saat ini, sektor pariwisata yang bisa diangkat adalah kegiatan bertema meeting dengan memaksimalkan fasilitas meeting room yang dimiliki oleh hotel yang ada di Kota Malang.

“Kalau ke kampung tematik masih belum. Keuntungan kita di Malang itu lebih terbantu dengan kegiatan di hotel-hotel. Terutama kuliner di sore hari,” lanjut Ida.

Namun, hal ini bukan berarti kampung tematik sudah meredup. Menurut Ida, beberapa pengelola kampung tematik masih membatasi kegiatan operasional. “Okupansi selama Lebaran kemarin saja hanya 10 persen. Mereka pasti juga berpikir akan keselamatan diri dan keluarganya juga,” sambung wanita asal Bali itu.

Karena, kebanyakan kampung tematik berada di perkampungan sempit. Meskipun sudah menerapkan protokol kesehatan tapi lokasinya tidak begitu luas, dikhawatirkan ada kontak yang lebih dekat.

Pewarta: Intan Refa Septiana

MALANG KOTA – Pemerintah Kota Malang mengukuhkan tim Badan Promosi Pariwisata Daerah, pada Kamis pagi (27/5) di ruang sidang Balai Kota. Tim yang beranggotakan 8 orang ini bertugas mengenalkan dan mempromosikan pariwisata di Kota Malang.

Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Ida Ayu Made Wahyuni, dalam kesempatan tersebut berharap promosi pariwisata bisa dilakukan lebih gencar lagi.

“Dinas sendiri sudah melakukan promosi, untuk sementara ini baru online via website dan sosial media yang dikelola Disporapar,“ ungkapnya.

Untuk saat ini, sektor pariwisata yang bisa diangkat adalah kegiatan bertema meeting dengan memaksimalkan fasilitas meeting room yang dimiliki oleh hotel yang ada di Kota Malang.

“Kalau ke kampung tematik masih belum. Keuntungan kita di Malang itu lebih terbantu dengan kegiatan di hotel-hotel. Terutama kuliner di sore hari,” lanjut Ida.

Namun, hal ini bukan berarti kampung tematik sudah meredup. Menurut Ida, beberapa pengelola kampung tematik masih membatasi kegiatan operasional. “Okupansi selama Lebaran kemarin saja hanya 10 persen. Mereka pasti juga berpikir akan keselamatan diri dan keluarganya juga,” sambung wanita asal Bali itu.

Karena, kebanyakan kampung tematik berada di perkampungan sempit. Meskipun sudah menerapkan protokol kesehatan tapi lokasinya tidak begitu luas, dikhawatirkan ada kontak yang lebih dekat.

Pewarta: Intan Refa Septiana

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/