alexametrics
22.9 C
Malang
Wednesday, 18 May 2022

Lagi, Tujuh Orang di Rampal Celaket Malang Positif Covid-19

MALANG KOTA – Kasus penularan Covid-19 usai Hari Raya Idul Fitri semakin bertambah. Jika sebelumnya ada beberapa warga di Kelurahan Tlogomas, disusul kemudian dengan warga Kelurahan Kebonsari. Terbaru, ada 7 orang yang terinfeksi Covid-19 di Kelurahan Rampal Celaket.

Kasus Covid-19 ditemukan di RW 05/RT 05, Kelurahan Rampal Celaket. Hari ini, Kamis (27/5) tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang melakukan penyemprotan di lingkungan tersebut.

“Ada 7 orang yang positif dari dua RT. Yang di RT sini (RT 05) ada 6 orang. Kemudian yang meninggal 2 orang, lalu yang isolasi di Rumah Sakit Lapangan ada 3 orang dan 1 orang isolasi mandiri di rumah karena masih kecil usia 13 tahun,” ujar Ketua RW 05, Winarno.

Winarno menuturkan, warga yang meninggal tersebut masih bersaudara. Tetapi pihaknya kurang tahu persis bagaimana penularannya. Winarno menambahkan ketika diketahui ada warganya positif Covid-19, seluruh RT dan PKK sudah bergerak.

“Sebelum disemprot BPBD, kami sudah melakukan penyemprotan. Karena kami punya peralatannya,” lanjutnya.

Lantas, tracing dan tracking untuk mereka yang kontak erat, sebetulnya pihaknya sudah ada keinginan untuk melakukan hal swab PCR massal di Puskesmas terdekat.

Namun, Winarno mengatakan ada kebijakan yang jika tidak ada gejala, sebaiknya tidak swab PCR dulu. “Dan kami menerapkannya. Namun yang utama bagi kami adalah menyadarkan warga agar tidak panik,” sambung Winarno.

Selain itu juga memberikan kenyamanan kepada pasien yang terindikasi Covid-19 tidak merasa dikucilkan. Di samping tetangga sekitar menerapkan protokol kesehatan yang ketat, pihaknya juga mendatangkan tenaga kesehatan dari puskesmas untuk memberikan penyuluhan.

Di sisi lain, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Malang, warga yang terpapar kemungkinan saling kontak erat ketika beraktivitas di mushala dekat rumah.

“Informasinya juga pada saat hari raya ada tamu dari luar. Mungkin saat itu kondisi imunnya turun,” ujar Nur Asmi.

Diketahui, salah satu warga yang meninggal adalah MT berusia kisaran 58-59 tahun, yang merupakan pensiunan RSUD Syaiful Anwar. Serta saudaranya MH yang juga meninggal dunia akibat COVID-19.

Pewarta: Intan Refa Septiana

MALANG KOTA – Kasus penularan Covid-19 usai Hari Raya Idul Fitri semakin bertambah. Jika sebelumnya ada beberapa warga di Kelurahan Tlogomas, disusul kemudian dengan warga Kelurahan Kebonsari. Terbaru, ada 7 orang yang terinfeksi Covid-19 di Kelurahan Rampal Celaket.

Kasus Covid-19 ditemukan di RW 05/RT 05, Kelurahan Rampal Celaket. Hari ini, Kamis (27/5) tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang melakukan penyemprotan di lingkungan tersebut.

“Ada 7 orang yang positif dari dua RT. Yang di RT sini (RT 05) ada 6 orang. Kemudian yang meninggal 2 orang, lalu yang isolasi di Rumah Sakit Lapangan ada 3 orang dan 1 orang isolasi mandiri di rumah karena masih kecil usia 13 tahun,” ujar Ketua RW 05, Winarno.

Winarno menuturkan, warga yang meninggal tersebut masih bersaudara. Tetapi pihaknya kurang tahu persis bagaimana penularannya. Winarno menambahkan ketika diketahui ada warganya positif Covid-19, seluruh RT dan PKK sudah bergerak.

“Sebelum disemprot BPBD, kami sudah melakukan penyemprotan. Karena kami punya peralatannya,” lanjutnya.

Lantas, tracing dan tracking untuk mereka yang kontak erat, sebetulnya pihaknya sudah ada keinginan untuk melakukan hal swab PCR massal di Puskesmas terdekat.

Namun, Winarno mengatakan ada kebijakan yang jika tidak ada gejala, sebaiknya tidak swab PCR dulu. “Dan kami menerapkannya. Namun yang utama bagi kami adalah menyadarkan warga agar tidak panik,” sambung Winarno.

Selain itu juga memberikan kenyamanan kepada pasien yang terindikasi Covid-19 tidak merasa dikucilkan. Di samping tetangga sekitar menerapkan protokol kesehatan yang ketat, pihaknya juga mendatangkan tenaga kesehatan dari puskesmas untuk memberikan penyuluhan.

Di sisi lain, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Malang, warga yang terpapar kemungkinan saling kontak erat ketika beraktivitas di mushala dekat rumah.

“Informasinya juga pada saat hari raya ada tamu dari luar. Mungkin saat itu kondisi imunnya turun,” ujar Nur Asmi.

Diketahui, salah satu warga yang meninggal adalah MT berusia kisaran 58-59 tahun, yang merupakan pensiunan RSUD Syaiful Anwar. Serta saudaranya MH yang juga meninggal dunia akibat COVID-19.

Pewarta: Intan Refa Septiana

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/