alexametrics
24.5 C
Malang
Thursday, 30 June 2022

Direstui Pedagang, Revitalisasi Bozem Blimbing Bisa Segera Dimulai

MALANG KOTA – Bila tak ada problem jalan yang sempit, revitalisasi bozem atau kolam penangkal banjir di Kelurahan Blimbing, Kecamatan Blimbing, sebenarnya bisa digarap lebih cepat. Sebab untuk memulai proyek tersebut, alat-alat berat seperti ekskavator harus diturunkan.

Kini setelah kendala itu terurai, pemkot bakal memulai tahap revitalisasi pada Sabtu nanti (28/5). Restu dari warga sekitar dan pedagang Pasar Blimbing menjadi pendukung utamanya. Sebab sebagian jalan yang akan dilewati alat-alat berat berada di area pasar. ”Sebenarnya bisa saja masuk, tapi kami juga perlu persiapan agar tidak mengganggu kegiatan pedagang dan warga yang belanja,” kata Muhamad Imron, salah satu pedagang di Pasar Blimbing. Dia dan para pedagang berharap proyek revitalisasi kolam penangkal banjir itu bisa benarbenar ampuh sesuai namanya.

Sebab, saat hujan turun dengan intensitas tinggi, luapan air dari Jalan Borobudur kerap menggenangi Pasar Blimbing. Meski tak begitu parah, tetap saja itu mengganggu kenyamanan dia dan pedagang di sana. ”Kami pedagang dan warga lain intinya sepakat, memang perlu ada solusi penanganan banjir,” harap Imron kepada Radar Malang.

Di tempat lain, Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang Diah Ayu Kusumadewi turut memastikan bila revitalisasi bozem memang diagendakan mulai akhir pekan ini. Sebab pihaknya baru mendapat izin dari warga dan pedagang pasar untuk akses keluar masuk alat berat. Untuk langkah pertama, pihaknya bakal mengeruk kolam tersebut karena telah mengalami pendangkalan. ”Kami bakal mulai mengangkat teratai dan mengeruk sedimen lumpur sedalam empat meter,” bebernya.

Diah menambahkan, proyek yang menghabiskan anggaran Rp 776 juta itu ditarget selesai pada bulan Oktober nanti. Jika sudah selesai, keberadaan bozem tersebut bakal menjadi tempat cadangan air tanah. Sama seperti yang diterapkan pada sistem tata ruang era kolonial. Tak hanya itu, di tempat tersebut juga bakal dibangun kolam renang anak. Itu menjadi bagian dari permintaan warga sekitar, yang ingin dibangunkan wahana ramah anak. ”Nanti ukurannya (kolam renang) kecil, sekitar 15 x 4 meter,” tandas Diah. (adn/by)

MALANG KOTA – Bila tak ada problem jalan yang sempit, revitalisasi bozem atau kolam penangkal banjir di Kelurahan Blimbing, Kecamatan Blimbing, sebenarnya bisa digarap lebih cepat. Sebab untuk memulai proyek tersebut, alat-alat berat seperti ekskavator harus diturunkan.

Kini setelah kendala itu terurai, pemkot bakal memulai tahap revitalisasi pada Sabtu nanti (28/5). Restu dari warga sekitar dan pedagang Pasar Blimbing menjadi pendukung utamanya. Sebab sebagian jalan yang akan dilewati alat-alat berat berada di area pasar. ”Sebenarnya bisa saja masuk, tapi kami juga perlu persiapan agar tidak mengganggu kegiatan pedagang dan warga yang belanja,” kata Muhamad Imron, salah satu pedagang di Pasar Blimbing. Dia dan para pedagang berharap proyek revitalisasi kolam penangkal banjir itu bisa benarbenar ampuh sesuai namanya.

Sebab, saat hujan turun dengan intensitas tinggi, luapan air dari Jalan Borobudur kerap menggenangi Pasar Blimbing. Meski tak begitu parah, tetap saja itu mengganggu kenyamanan dia dan pedagang di sana. ”Kami pedagang dan warga lain intinya sepakat, memang perlu ada solusi penanganan banjir,” harap Imron kepada Radar Malang.

Di tempat lain, Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang Diah Ayu Kusumadewi turut memastikan bila revitalisasi bozem memang diagendakan mulai akhir pekan ini. Sebab pihaknya baru mendapat izin dari warga dan pedagang pasar untuk akses keluar masuk alat berat. Untuk langkah pertama, pihaknya bakal mengeruk kolam tersebut karena telah mengalami pendangkalan. ”Kami bakal mulai mengangkat teratai dan mengeruk sedimen lumpur sedalam empat meter,” bebernya.

Diah menambahkan, proyek yang menghabiskan anggaran Rp 776 juta itu ditarget selesai pada bulan Oktober nanti. Jika sudah selesai, keberadaan bozem tersebut bakal menjadi tempat cadangan air tanah. Sama seperti yang diterapkan pada sistem tata ruang era kolonial. Tak hanya itu, di tempat tersebut juga bakal dibangun kolam renang anak. Itu menjadi bagian dari permintaan warga sekitar, yang ingin dibangunkan wahana ramah anak. ”Nanti ukurannya (kolam renang) kecil, sekitar 15 x 4 meter,” tandas Diah. (adn/by)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/