alexametrics
21 C
Malang
Wednesday, 10 August 2022

Pelaku Tabrak Lari Bengawan Solo Wajib Lapor

MALANG KOTA – Pengusutan kasus tabrak lari di Jalan TumenggungSuryo, Kelurahan Bunulrejo, Kecamatan Blimbing, Rabu lalu (25/5), sejatinya sudah temukan titik terang.Sebab, pelaku yang merupakan sopir truk itu sudah tertangkap.Namun Unit Penegakan Hukum (Gakkum) SatlantasPolresta Malang Kota masih membutuhkan bukti yang kuat bahwa pengemudi truk berada pada posisi yang salah.

KanitGakkumSatlantasPolresta Malang Kota IptuSaifulIlmi mengatakan, pihaknya telah menangkap pengemudi truk yang menewaskan Finna Tri Wulandari, 20, pada Selasa lalu (31/5).Pihaknya juga telah menetapkan status tersangka kepada ZainulArifin, 55.”Dia adalah pengemudi truk gandeng yang terlibat dalam kecelakaan itu,” kata Saiful kemarin (26/5).

Lelaki asal Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, itu ditangkap melalui serangkaian pencarian.Salah satunya dari rekaman kamera CCTV di sekitar lokasi kejadian guna mengidentifikasi kendaraan.Namun rekaman CCTV itu hanya memperlihatkan truk berwarna cokelat.Pelat nomornya tidak terlihat.

Meski demikian polisi menemukan satu petunjuk kecil, yakni nomor di pintu truk yang tertulis N 8261.Pencarian kemudian dilanjutkan dengan pengamatan di beberapa titik.Hingga pada 31 Mei 2022, sekitar pukul 15.00, truk itu muncul di Jalan L A. Sucipto, Kelurahan Blimbing, Kecamatan Blimbing.

Polisi langsung mencegat truk Mitsubishi Fuso N 8261 UH warna cokelat itu.Zainul yang mengemudikan truk itu juga langsung diamankan. Dalam pemeriksaan,  Zainulmengaku sama sekali tidak merasakan tabrakan. Melainkan hanya guncangan di roda belakang.

Meski sudah mengamankan pelaku dan menetapkan tersangka, perkara itu ternyata belum lengkap.Beberapa saksi menyebut bahwa pengemudi Honda Scoopy N 3155 BAX yang menjadi korban hendak mendahului truk. Namun hasil penyelidikan kepolisian berkata lain.Pengendara Scoopyitu justru menyeberang jalan dari sisi timur, kemudian belok ke arah selatan.”Saat dia menyeberang, ada mobil yang membunyikan klakson. Lalu, melintas truk gandeng dan spion kanannya tersenggol,” kata Saiful.

Jika mengacu pada hasil penyidikan polisi, maka polisi lemah atau cenderung salah ada pada korban.Namun polisi masih harus mencocokkan keterangan para saksi dan mencari rekaman CCTV untuk memastikan kronologi kecelakaan yang sebenarnya. ”Hingga kini kami juga belum temukan rekaman CCTV yang menguatkan hasil pemeriksaan saksi. Rekaman yang kami dapat tidak menunjukkan jelas bagaimana tabrakan itu terjadi.” ujar mantan Kanit Lantas Polsek Blimbing.

Rekaman yang ada hanya menunjukkan truk tersebut tidak berhenti ketika insiden pukul 16.55 itu terjadi. Sementara sepeda motor yang tertabrak sama sekali tidak terlihat. Zainul pun tidak ditahan oleh kepolisian, hanya wajib lapor.(biy/fat)

MALANG KOTA – Pengusutan kasus tabrak lari di Jalan TumenggungSuryo, Kelurahan Bunulrejo, Kecamatan Blimbing, Rabu lalu (25/5), sejatinya sudah temukan titik terang.Sebab, pelaku yang merupakan sopir truk itu sudah tertangkap.Namun Unit Penegakan Hukum (Gakkum) SatlantasPolresta Malang Kota masih membutuhkan bukti yang kuat bahwa pengemudi truk berada pada posisi yang salah.

KanitGakkumSatlantasPolresta Malang Kota IptuSaifulIlmi mengatakan, pihaknya telah menangkap pengemudi truk yang menewaskan Finna Tri Wulandari, 20, pada Selasa lalu (31/5).Pihaknya juga telah menetapkan status tersangka kepada ZainulArifin, 55.”Dia adalah pengemudi truk gandeng yang terlibat dalam kecelakaan itu,” kata Saiful kemarin (26/5).

Lelaki asal Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, itu ditangkap melalui serangkaian pencarian.Salah satunya dari rekaman kamera CCTV di sekitar lokasi kejadian guna mengidentifikasi kendaraan.Namun rekaman CCTV itu hanya memperlihatkan truk berwarna cokelat.Pelat nomornya tidak terlihat.

Meski demikian polisi menemukan satu petunjuk kecil, yakni nomor di pintu truk yang tertulis N 8261.Pencarian kemudian dilanjutkan dengan pengamatan di beberapa titik.Hingga pada 31 Mei 2022, sekitar pukul 15.00, truk itu muncul di Jalan L A. Sucipto, Kelurahan Blimbing, Kecamatan Blimbing.

Polisi langsung mencegat truk Mitsubishi Fuso N 8261 UH warna cokelat itu.Zainul yang mengemudikan truk itu juga langsung diamankan. Dalam pemeriksaan,  Zainulmengaku sama sekali tidak merasakan tabrakan. Melainkan hanya guncangan di roda belakang.

Meski sudah mengamankan pelaku dan menetapkan tersangka, perkara itu ternyata belum lengkap.Beberapa saksi menyebut bahwa pengemudi Honda Scoopy N 3155 BAX yang menjadi korban hendak mendahului truk. Namun hasil penyelidikan kepolisian berkata lain.Pengendara Scoopyitu justru menyeberang jalan dari sisi timur, kemudian belok ke arah selatan.”Saat dia menyeberang, ada mobil yang membunyikan klakson. Lalu, melintas truk gandeng dan spion kanannya tersenggol,” kata Saiful.

Jika mengacu pada hasil penyidikan polisi, maka polisi lemah atau cenderung salah ada pada korban.Namun polisi masih harus mencocokkan keterangan para saksi dan mencari rekaman CCTV untuk memastikan kronologi kecelakaan yang sebenarnya. ”Hingga kini kami juga belum temukan rekaman CCTV yang menguatkan hasil pemeriksaan saksi. Rekaman yang kami dapat tidak menunjukkan jelas bagaimana tabrakan itu terjadi.” ujar mantan Kanit Lantas Polsek Blimbing.

Rekaman yang ada hanya menunjukkan truk tersebut tidak berhenti ketika insiden pukul 16.55 itu terjadi. Sementara sepeda motor yang tertabrak sama sekali tidak terlihat. Zainul pun tidak ditahan oleh kepolisian, hanya wajib lapor.(biy/fat)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/