alexametrics
22.3 C
Malang
Saturday, 21 May 2022

Curi Sepeda di Malang, Jual Ke Jawa Tengah

MALANG KOTA – Kedua pelaku pencurian sepeda angin yang ditangkap Satreskrim Polresta Malang Kota pada Sabtu (14/8) lalu bukanlah pemain baru dalam dunia permalingan. Mereka juga mengikuti tren.

Kasat Reskrim Polresta Malang Kota, Kompol Tinton Yudha Riambodo mengungkapkan bila keduanya merupakan residivis kasus pencurian. “Keduanya baru keluar dari penjara tahun 2018,” terang dia.

Seperti diketahui bahwa dua tersangka bernama Alan Syahroni, 27 asal Kelurahan Bandungrejosari, Kecamatan Sukun, dan Henok Luwono, 30 warga Kelurahan Kauman, Kecamatan Klojen. Dari dulu, keduanya merupakan spesialis pencuri sepeda angin. “Sama kasusnya, tapi setelah keluar mereka berhenti sebentar lalu beraksi lagi,” ucap Tinton.

Berdasarkan pengakuan tersangka, total ada 30 sepeda yang sudah dicuri. “Tapi sejauh ini baru dapat 15,” sebut dia. Mantan Kasatreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya ini mengatakan bahwa kedua tersangka melihat “ladang emas” barang curian semasa pandemi ini. “Iya, mereka memanfaatkan keadaan, karena memang tren sepeda ini makin naik semasa pandemi karena olahraga, apalagi gampang dicurinya,” ungkap Tinton.

Supaya tidak terendus pemilik atau kepolisian, tersangka menjual barang hasil curiannya ke luar daerah. “Dijualnya ke daerah Jawa Tengah,” ucap dia. Sementara untuk harga jual, keduanya mematok dengan harga pasaran. “Misal satu sepeda ini harganya Rp 6 juta dijualnya segitu, lewat media sosial,” pungkasnya.

Pewarta: Biyan Mudzaky

MALANG KOTA – Kedua pelaku pencurian sepeda angin yang ditangkap Satreskrim Polresta Malang Kota pada Sabtu (14/8) lalu bukanlah pemain baru dalam dunia permalingan. Mereka juga mengikuti tren.

Kasat Reskrim Polresta Malang Kota, Kompol Tinton Yudha Riambodo mengungkapkan bila keduanya merupakan residivis kasus pencurian. “Keduanya baru keluar dari penjara tahun 2018,” terang dia.

Seperti diketahui bahwa dua tersangka bernama Alan Syahroni, 27 asal Kelurahan Bandungrejosari, Kecamatan Sukun, dan Henok Luwono, 30 warga Kelurahan Kauman, Kecamatan Klojen. Dari dulu, keduanya merupakan spesialis pencuri sepeda angin. “Sama kasusnya, tapi setelah keluar mereka berhenti sebentar lalu beraksi lagi,” ucap Tinton.

Berdasarkan pengakuan tersangka, total ada 30 sepeda yang sudah dicuri. “Tapi sejauh ini baru dapat 15,” sebut dia. Mantan Kasatreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya ini mengatakan bahwa kedua tersangka melihat “ladang emas” barang curian semasa pandemi ini. “Iya, mereka memanfaatkan keadaan, karena memang tren sepeda ini makin naik semasa pandemi karena olahraga, apalagi gampang dicurinya,” ungkap Tinton.

Supaya tidak terendus pemilik atau kepolisian, tersangka menjual barang hasil curiannya ke luar daerah. “Dijualnya ke daerah Jawa Tengah,” ucap dia. Sementara untuk harga jual, keduanya mematok dengan harga pasaran. “Misal satu sepeda ini harganya Rp 6 juta dijualnya segitu, lewat media sosial,” pungkasnya.

Pewarta: Biyan Mudzaky

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/