alexametrics
18.5 C
Malang
Wednesday, 29 June 2022

Dua Kali Operasi, Ribuan Arak Bali Disita Polresta Malang Kota

MALANG KOTA – Peredaran minuman keras (miras) ilegal juga menjadi perhatian Polresta Malang Kota. Setidaknya, ribuan miras disita oleh kepolisian dalam dua kali operasi.

Total ada 2,820 minuman jenis arak bali disita. Dalam konferensi pers pada Senin (27/9) pukul 08.30, Kapolresta Malang Kota, AKBP Budi Hermanto mengatakan bahwa ribuan minuman dengan kadar alkohol 40 persen itu disita dari dua kali operasi. “Semua dari Bali dan diamankan pada Senin (6/9) dan Sabtu (25/9) kemarin,” terangnya.

Pada tangkapan senin, setidaknya 1,260 botol arak ukuran 600 mililiter dikirim dari Bali lewat bus. “Ada info masyarakat terkait peredaran miras tersebut, nah, ini dikirim lewat bus PO Restu Mulya, dan kami menyita semuanya di garasi Jl. Dr. Cipto, Klojen,” bebernya. Dari penyitaan tersebut, dua orang berinisial SR, 31 asal Kecamatan Sukun dan KH, 23 asal Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang diamankan. “Keduanya merupakan staff PO tersebut,” imbuhnya.

Sementara pada tangkapan kedua, diamankan dari truk pikap nopol P 8864 KA yang dicegat di Jl. Kaliurang pukul 23.00. “Yang Sabtu (25/9) itu kami cegat dijalan karena mencurigai muatan yang mencurigakan. Nah, begitu dibuka isinya arak bali,” paparnya. Total, ada 1,200 botol yang dikemas dalam 50 kardus isi 24 botol disita petugas. Kepolisian juga mengamankan dua awak pikap, yakni IS, 31 dan MS, 44 asal Kabupaten Jember.

Kasat Samapta Polresta Malang Kota, Kompol Syabain Rahmat mengatakan bahwa ada perbedaan dalam pengemasan dari dua penyitaan itu. “Kalau yang malam minggu kemarin itu satu literan,” kata dia. Namun demikian, dari semua tangkapan itu, tidak diketahui siapa pemilik dari arak tersebut. “Semua pelaku ada di Bali, dan saat kami tanya memang keduanya tidak mengetahui, mereka tugasnya hanya angkut,” tambah dia.

Dari dua penindakan itu, diketahui bahwa peredaran miras tradisional itu juga ada di wilayah lain. “Selain di Malang ada, yang kemarin dibawa itu masih belum diketahui akan kemana,” papar mantan Kapolsek Dau, Polres Malang itu. Kesemua pihak yang diamankan sudah dikenakan sidang Tindak Pidana Ringan (Tipiring) karena melanggar Perda Kota Malang nomor 5 tahun 2006 tentang Miras. “Sudah dikenakan Tipiring, karena mereka hanya membawa. Sementara pemilik belum diketahui,” pungkas Bain, sapaan karibnya.

Pewarta: Biyan Mudzaky

MALANG KOTA – Peredaran minuman keras (miras) ilegal juga menjadi perhatian Polresta Malang Kota. Setidaknya, ribuan miras disita oleh kepolisian dalam dua kali operasi.

Total ada 2,820 minuman jenis arak bali disita. Dalam konferensi pers pada Senin (27/9) pukul 08.30, Kapolresta Malang Kota, AKBP Budi Hermanto mengatakan bahwa ribuan minuman dengan kadar alkohol 40 persen itu disita dari dua kali operasi. “Semua dari Bali dan diamankan pada Senin (6/9) dan Sabtu (25/9) kemarin,” terangnya.

Pada tangkapan senin, setidaknya 1,260 botol arak ukuran 600 mililiter dikirim dari Bali lewat bus. “Ada info masyarakat terkait peredaran miras tersebut, nah, ini dikirim lewat bus PO Restu Mulya, dan kami menyita semuanya di garasi Jl. Dr. Cipto, Klojen,” bebernya. Dari penyitaan tersebut, dua orang berinisial SR, 31 asal Kecamatan Sukun dan KH, 23 asal Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang diamankan. “Keduanya merupakan staff PO tersebut,” imbuhnya.

Sementara pada tangkapan kedua, diamankan dari truk pikap nopol P 8864 KA yang dicegat di Jl. Kaliurang pukul 23.00. “Yang Sabtu (25/9) itu kami cegat dijalan karena mencurigai muatan yang mencurigakan. Nah, begitu dibuka isinya arak bali,” paparnya. Total, ada 1,200 botol yang dikemas dalam 50 kardus isi 24 botol disita petugas. Kepolisian juga mengamankan dua awak pikap, yakni IS, 31 dan MS, 44 asal Kabupaten Jember.

Kasat Samapta Polresta Malang Kota, Kompol Syabain Rahmat mengatakan bahwa ada perbedaan dalam pengemasan dari dua penyitaan itu. “Kalau yang malam minggu kemarin itu satu literan,” kata dia. Namun demikian, dari semua tangkapan itu, tidak diketahui siapa pemilik dari arak tersebut. “Semua pelaku ada di Bali, dan saat kami tanya memang keduanya tidak mengetahui, mereka tugasnya hanya angkut,” tambah dia.

Dari dua penindakan itu, diketahui bahwa peredaran miras tradisional itu juga ada di wilayah lain. “Selain di Malang ada, yang kemarin dibawa itu masih belum diketahui akan kemana,” papar mantan Kapolsek Dau, Polres Malang itu. Kesemua pihak yang diamankan sudah dikenakan sidang Tindak Pidana Ringan (Tipiring) karena melanggar Perda Kota Malang nomor 5 tahun 2006 tentang Miras. “Sudah dikenakan Tipiring, karena mereka hanya membawa. Sementara pemilik belum diketahui,” pungkas Bain, sapaan karibnya.

Pewarta: Biyan Mudzaky

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/