alexametrics
22.4 C
Malang
Tuesday, 17 May 2022

Wajib Prokes, Pemkot Malang Buka 86 Taman Kota

MALANG KOTA – Setelah sekian lama ditutup, taman-taman di Kota Malang kembali dibuka. Total ada 86 taman yang sudah boleh dikunjungi warga seiring penurunan status PPKM Kota Malang ke level 2. Hanya saja, penerapan prokes (protokol kesehatan) harus dipatuhi saat masuk ke taman
Pembukaan taman kota tersebut sesuai dengan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 53 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Jawa-Bali yang mengizinkan taman dibuka untuk kota yang masuk level 2.

Wali Kota Malang Sutiaji menyampaikan, pembukaan taman dilakukan dengan sejumlah catatan. Yang utama adalah pembatasan jumlah pengunjung yang hanya 50 persen dari kapasitas. Di samping itu, juga wajib menerapkan prokes secara ketat. “Untuk penggunaan (aplikasi) PeduliLindungi nampaknya belum, karena pintu masuk taman yang terbuka maka masih dikaji lagi,” katanya saat ditemui kemarin (26/10).

Untuk menghindari kerumunan, Sutiaji memerintahkan petugas Satpol PP melakukan penjagaan dan memantau taman. Seperti Alun-Alun Malang yang kerap menjadi destinasi wisata bagi warga.

Terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang Wahyu Setianto menyatakan taman sudah dibuka sejak Jumat lalu. Namun animo masyarakat belum terlihat. Sebagai legalitas dibuka, Wahyu berpedoman pada Surat Edaran (SE) Wali Kota Malang Nomor 62 Tahun 2021. “Secara teknis (pembukaan taman) sudah, kami juga menyiapkan tim pengawas untuk menjaga taman,” katanya.

Untuk jam buka di setiap taman, Wahyu memberikan waktu mulai pukul 09.00 WIB sampai 21.00 WIB. Hal itu untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan saat malam hari. Jika pengunjung datang di luar jam tersebut, petugas bakal menghalau agar tak masuk ke taman.

Mantan kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Kadiskopindag) Kota Malang itu menyarankan masyarakat bisa mematuhi jam buka. Sebab dibukanya taman kota juga sebagai reward atau penghargaan kepada masyarakat yang telah mematuhi ketentuan PPKM. “Intinya sama-sama menjaga, jangan sampai ada klaster penularan di sana,” tandas pejabat eselon II-B Pemkot Malang itu. (adn/nay/rmc)

MALANG KOTA – Setelah sekian lama ditutup, taman-taman di Kota Malang kembali dibuka. Total ada 86 taman yang sudah boleh dikunjungi warga seiring penurunan status PPKM Kota Malang ke level 2. Hanya saja, penerapan prokes (protokol kesehatan) harus dipatuhi saat masuk ke taman
Pembukaan taman kota tersebut sesuai dengan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 53 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Jawa-Bali yang mengizinkan taman dibuka untuk kota yang masuk level 2.

Wali Kota Malang Sutiaji menyampaikan, pembukaan taman dilakukan dengan sejumlah catatan. Yang utama adalah pembatasan jumlah pengunjung yang hanya 50 persen dari kapasitas. Di samping itu, juga wajib menerapkan prokes secara ketat. “Untuk penggunaan (aplikasi) PeduliLindungi nampaknya belum, karena pintu masuk taman yang terbuka maka masih dikaji lagi,” katanya saat ditemui kemarin (26/10).

Untuk menghindari kerumunan, Sutiaji memerintahkan petugas Satpol PP melakukan penjagaan dan memantau taman. Seperti Alun-Alun Malang yang kerap menjadi destinasi wisata bagi warga.

Terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang Wahyu Setianto menyatakan taman sudah dibuka sejak Jumat lalu. Namun animo masyarakat belum terlihat. Sebagai legalitas dibuka, Wahyu berpedoman pada Surat Edaran (SE) Wali Kota Malang Nomor 62 Tahun 2021. “Secara teknis (pembukaan taman) sudah, kami juga menyiapkan tim pengawas untuk menjaga taman,” katanya.

Untuk jam buka di setiap taman, Wahyu memberikan waktu mulai pukul 09.00 WIB sampai 21.00 WIB. Hal itu untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan saat malam hari. Jika pengunjung datang di luar jam tersebut, petugas bakal menghalau agar tak masuk ke taman.

Mantan kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Kadiskopindag) Kota Malang itu menyarankan masyarakat bisa mematuhi jam buka. Sebab dibukanya taman kota juga sebagai reward atau penghargaan kepada masyarakat yang telah mematuhi ketentuan PPKM. “Intinya sama-sama menjaga, jangan sampai ada klaster penularan di sana,” tandas pejabat eselon II-B Pemkot Malang itu. (adn/nay/rmc)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/