alexametrics
21.6 C
Malang
Friday, 27 May 2022

Jumlah Covid-19 di Kota Malang Melonjak, Polisi Tutup Akses Dua Jalan Ini!

KOTA MALANG – Peningkatan jumlah kasus positif Covid-19 di Kota Malang terus ditekan melalui berbagai cara. Salah satunya dengan pengalihan arus lalu lintas oleh Satlantas Polresta Malang Kota. Pengalihan arus lalu lintas itu dilakukan di dua ruas jalan yakni di Jalan Soekarno Hatta Jalan Trunojoyo.Pengalihan arus lalu lintas di dua ruas jalan itu, sudah dimulai sejak dua hari yang lalu (25/1). Kegiatan penutupan akses ke dua jalan itu dimulai pukul 19.00 hingga 23.00. Untuk di Jalan Soehat mulai ditutup di pertigaan jembatan dari arah Jalan Mayjen Panjaitan.

Kebijakan ini diambil dalam rangka turut serta menekan angka penyebaran Covid-19 di Kota Malang. Sebab, belakangan ini tren kasus positif Covid-19 di Kota Malang semakin meningkat. Bahkan juga sudah ada klaster kondangan yang ditemukan ada 50 terpapar Covid. Dan sebanyak 750 warga di-tracing.

Kasatlantas Polresta Malang Kota Kompol Yoppy Anggi Khrisna mengatakan dirinya belum bisa memastikan kapan berakhirnya pengalihan arus lalu lintas ini. Sebab, saat ini Polresta Malang Kota bersama pihak terkait sedang gencar melakukan patroli penegakan prokes dan aturan PPKM Level 2. “Pengalihan arus ini merupakan salah satu bentuk upaya untuk mengurai kepadatan kendaraan juga,” ujar pria yang akrab disapa Khrisna itu.

Dua jalan yang dipilih itu merupakan titik-titik keramaian. Selain itu, di titik keramaian itu juga kerap menemukan masyarakat yang abai prokes. Hal ini bisa dilihat dari gelar Patroli Pamor Keris dua hari yang lalu juga (25/1). Dari hasil patroli yang juga menyasar Jalan Soekarno Hatta itu, setidaknya ditemukan sebanyak lima lebih pelanggar prokes. Akhirnya, pelanggar prokes itu dikenai tindakan berupa swab antigen secara acak. Di samping itu, pelanggar prokes juga dikenai sanksi fisik yakni push up.

Selain banyaknya pelanggar prokes di dua ruas jalan itu, peningkatan volume kendaraan di dua ruas jalan itu juga menjadi alasan selanjutnya. “Dengan dibatasinya mobilitas masyarakat dengan pengalihan arus ini, diharapkan mampu mengurangi kepadatan lalu lintas akibat peningkatan volume kendaraan yang terjadi. Selain itu, juga diharapkan mampu mengurangi intensitas bepergian masyarakat sehingga kerumunan bisa benar-benar diminimalisasi,” ujar Khrisna.

Dengan begitu, Khrisna berharap laju penyebaran Covid-19 bisa kembali ditekan. Sehingga, kondisi dapat kembali normal alias zero Covid-19. Nantinya, pengalihan arus ini akan dilakukan setiap hari atau berkala. Bergantung pada perkembangan kondisi yang ada. “Meski demikian, kami masih tetap memberikan akses bagi masyarakat yang rumahnya berada di lokasi rekayasa lalu lintas. Selain itu, kendaraan ambulans, truk logistik, dinas, dan medis, serta kendaraan dari ojek online masih boleh melintas di lokasi rekayasa lalu lintas tersebut,” terangnya.

Selain dari Satlantas Polresta Malang Kota, ada beberapa personel dari instansi lain yang turut bergabung menjaga titik pengalihan arus tersebut. Di antaranya Kodim 0833/Kota Malang, Denpom V/3 Malang, Satpol PP Kota Malang, dan Dishub Kota Malang. Kepala Dishub Kota Malang Heru Mulyono mengatakan pihaknya mengirimkan 12 personel untuk menjaga titik pengalihan arus. “Semoga dengan adanya kebijakan ini, mobilitas masyarakat bisa ditekan sehingga penularan Covid-19 juga semakin landai,” tandasnya. (dre/abm)

KOTA MALANG – Peningkatan jumlah kasus positif Covid-19 di Kota Malang terus ditekan melalui berbagai cara. Salah satunya dengan pengalihan arus lalu lintas oleh Satlantas Polresta Malang Kota. Pengalihan arus lalu lintas itu dilakukan di dua ruas jalan yakni di Jalan Soekarno Hatta Jalan Trunojoyo.Pengalihan arus lalu lintas di dua ruas jalan itu, sudah dimulai sejak dua hari yang lalu (25/1). Kegiatan penutupan akses ke dua jalan itu dimulai pukul 19.00 hingga 23.00. Untuk di Jalan Soehat mulai ditutup di pertigaan jembatan dari arah Jalan Mayjen Panjaitan.

Kebijakan ini diambil dalam rangka turut serta menekan angka penyebaran Covid-19 di Kota Malang. Sebab, belakangan ini tren kasus positif Covid-19 di Kota Malang semakin meningkat. Bahkan juga sudah ada klaster kondangan yang ditemukan ada 50 terpapar Covid. Dan sebanyak 750 warga di-tracing.

Kasatlantas Polresta Malang Kota Kompol Yoppy Anggi Khrisna mengatakan dirinya belum bisa memastikan kapan berakhirnya pengalihan arus lalu lintas ini. Sebab, saat ini Polresta Malang Kota bersama pihak terkait sedang gencar melakukan patroli penegakan prokes dan aturan PPKM Level 2. “Pengalihan arus ini merupakan salah satu bentuk upaya untuk mengurai kepadatan kendaraan juga,” ujar pria yang akrab disapa Khrisna itu.

Dua jalan yang dipilih itu merupakan titik-titik keramaian. Selain itu, di titik keramaian itu juga kerap menemukan masyarakat yang abai prokes. Hal ini bisa dilihat dari gelar Patroli Pamor Keris dua hari yang lalu juga (25/1). Dari hasil patroli yang juga menyasar Jalan Soekarno Hatta itu, setidaknya ditemukan sebanyak lima lebih pelanggar prokes. Akhirnya, pelanggar prokes itu dikenai tindakan berupa swab antigen secara acak. Di samping itu, pelanggar prokes juga dikenai sanksi fisik yakni push up.

Selain banyaknya pelanggar prokes di dua ruas jalan itu, peningkatan volume kendaraan di dua ruas jalan itu juga menjadi alasan selanjutnya. “Dengan dibatasinya mobilitas masyarakat dengan pengalihan arus ini, diharapkan mampu mengurangi kepadatan lalu lintas akibat peningkatan volume kendaraan yang terjadi. Selain itu, juga diharapkan mampu mengurangi intensitas bepergian masyarakat sehingga kerumunan bisa benar-benar diminimalisasi,” ujar Khrisna.

Dengan begitu, Khrisna berharap laju penyebaran Covid-19 bisa kembali ditekan. Sehingga, kondisi dapat kembali normal alias zero Covid-19. Nantinya, pengalihan arus ini akan dilakukan setiap hari atau berkala. Bergantung pada perkembangan kondisi yang ada. “Meski demikian, kami masih tetap memberikan akses bagi masyarakat yang rumahnya berada di lokasi rekayasa lalu lintas. Selain itu, kendaraan ambulans, truk logistik, dinas, dan medis, serta kendaraan dari ojek online masih boleh melintas di lokasi rekayasa lalu lintas tersebut,” terangnya.

Selain dari Satlantas Polresta Malang Kota, ada beberapa personel dari instansi lain yang turut bergabung menjaga titik pengalihan arus tersebut. Di antaranya Kodim 0833/Kota Malang, Denpom V/3 Malang, Satpol PP Kota Malang, dan Dishub Kota Malang. Kepala Dishub Kota Malang Heru Mulyono mengatakan pihaknya mengirimkan 12 personel untuk menjaga titik pengalihan arus. “Semoga dengan adanya kebijakan ini, mobilitas masyarakat bisa ditekan sehingga penularan Covid-19 juga semakin landai,” tandasnya. (dre/abm)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/