alexametrics
21.9 C
Malang
Saturday, 21 May 2022

Sabar! Maksimal Juli Jalan di Kota Malang Bisa Kembali Mulus

MALANG KOTA – Problem jalan rusak di sejumlah wilayah Kota Malang baru bisa tertangani empat bulan lagi atau paling cepat Juli mendatang. Sebab, anggaran perawatan jalan sebesar Rp 3,8 miliar telah habis sebelum bulan Maret berakhir. Anggaran baru bisa ditambah Pemkot Malang lagi untuk menambal jalan yang rusak saat momen perubahan anggaran keuangan (PAK).

Pemkot pun memutar cara agar penambahan anggaran perawatan jalan bisa ditambah cukup besar. Salah satunya yakni dengan menambah anggaran dari sisa lebih penggunaan anggaran (silpa) tahun 2021. Wali Kota Malang Sutiaji mengungkapkan, pihaknya sudah melakukan komunikasi dengan pemerintah pusat terkait hal tersebut. Sutiaji mengatakan akan berkonsultasi ke BPK apakah boleh mengeluarkan perwal penggunaan anggaran lain sebelum ada APBD Perubahan. “Kalau mendesak segera kita pakai sana silpa kita,” tegas Sutiaji.

Harapan tersebut biasanya terealisasi ketika laporan hasil pemeriksaan (LHP) sekaligus nota keuangan telah dibuat oleh Pemkot Malang. Sutiaji pun bakal mempercepat hal tersebut supaya penanganan jalan rusak bisa dilakukan paling cepat pertengahan tahun. Apalagi dalam waktu dekat dia hanya bisa berharap dana hibah Rp 10 miliar dari kementerian pekerjaan umum dan perumahan rakyat (Kemen-PUPR) segera dikerjakan. Sebab, pengerjaan jalan rusak dari dana tersebut dilakukan oleh pemerintah pusat dan telah ditetapkan di Jalan Mayjen Sungkono.

Terkait berapa anggaran tambahan yang dibutuhkan oleh pemkot untuk memperbaiki jalan rusak, Sutiaji belum mau memberikan keterangan. Dia masih menunggu hitung-hitungan silpa yang belum keluar nominalnya. “Nanti kalau sudah keluar kami juga konsul ke dewan bagaimana enaknya tambahan anggaran untuk perawatan jalan rusak, karena potensi (jalan rusak) saat ini pasti bertambah,” tegas pemilik kursi N1 itu.

Di tempat lain, Ketua DPRD Kota Malang I Made Riandiana Kartika menjelaskan habisnya anggaran perawatan jalan dari Pemkot Malang memang disebabkan karena anggaran yang minim. Dia menyadari anggaran sebesar Rp 3,8 miliar dinilai kurang untuk merawat sejumlah jalan rusak. Bahkan pihaknya setuju saja jika tambahan anggaran perawatan jalan saat PAK bisa jadi opsi. “Nah kalau ini (PAK) kami bisa estimasikan tambah Rp 12 miliar, itu sudah cukup merawat beberapa jalan yang rusak,” katanya.

Politikus PDIP itu juga menambahkan saat penyusunan rancangan anggaran pendapatan dan belanja daerah (RAPBD) tahun 2023, pemkot setidaknya bisa menyiasati jumlah anggaran perawatan jalan. Namun sebelum itu, Made memprediksi silpa Kota Malang tahun 2021 masih cukup besar. Yakni sekitar pada Rp 350-400 miliar. “Jumlah itu estimasi kami mengingat pendapatan asli daerah (PAD) kemarin (2021) hanya sekitar Rp 449 miliar,” tandas Made. (and/lid)

MALANG KOTA – Problem jalan rusak di sejumlah wilayah Kota Malang baru bisa tertangani empat bulan lagi atau paling cepat Juli mendatang. Sebab, anggaran perawatan jalan sebesar Rp 3,8 miliar telah habis sebelum bulan Maret berakhir. Anggaran baru bisa ditambah Pemkot Malang lagi untuk menambal jalan yang rusak saat momen perubahan anggaran keuangan (PAK).

Pemkot pun memutar cara agar penambahan anggaran perawatan jalan bisa ditambah cukup besar. Salah satunya yakni dengan menambah anggaran dari sisa lebih penggunaan anggaran (silpa) tahun 2021. Wali Kota Malang Sutiaji mengungkapkan, pihaknya sudah melakukan komunikasi dengan pemerintah pusat terkait hal tersebut. Sutiaji mengatakan akan berkonsultasi ke BPK apakah boleh mengeluarkan perwal penggunaan anggaran lain sebelum ada APBD Perubahan. “Kalau mendesak segera kita pakai sana silpa kita,” tegas Sutiaji.

Harapan tersebut biasanya terealisasi ketika laporan hasil pemeriksaan (LHP) sekaligus nota keuangan telah dibuat oleh Pemkot Malang. Sutiaji pun bakal mempercepat hal tersebut supaya penanganan jalan rusak bisa dilakukan paling cepat pertengahan tahun. Apalagi dalam waktu dekat dia hanya bisa berharap dana hibah Rp 10 miliar dari kementerian pekerjaan umum dan perumahan rakyat (Kemen-PUPR) segera dikerjakan. Sebab, pengerjaan jalan rusak dari dana tersebut dilakukan oleh pemerintah pusat dan telah ditetapkan di Jalan Mayjen Sungkono.

Terkait berapa anggaran tambahan yang dibutuhkan oleh pemkot untuk memperbaiki jalan rusak, Sutiaji belum mau memberikan keterangan. Dia masih menunggu hitung-hitungan silpa yang belum keluar nominalnya. “Nanti kalau sudah keluar kami juga konsul ke dewan bagaimana enaknya tambahan anggaran untuk perawatan jalan rusak, karena potensi (jalan rusak) saat ini pasti bertambah,” tegas pemilik kursi N1 itu.

Di tempat lain, Ketua DPRD Kota Malang I Made Riandiana Kartika menjelaskan habisnya anggaran perawatan jalan dari Pemkot Malang memang disebabkan karena anggaran yang minim. Dia menyadari anggaran sebesar Rp 3,8 miliar dinilai kurang untuk merawat sejumlah jalan rusak. Bahkan pihaknya setuju saja jika tambahan anggaran perawatan jalan saat PAK bisa jadi opsi. “Nah kalau ini (PAK) kami bisa estimasikan tambah Rp 12 miliar, itu sudah cukup merawat beberapa jalan yang rusak,” katanya.

Politikus PDIP itu juga menambahkan saat penyusunan rancangan anggaran pendapatan dan belanja daerah (RAPBD) tahun 2023, pemkot setidaknya bisa menyiasati jumlah anggaran perawatan jalan. Namun sebelum itu, Made memprediksi silpa Kota Malang tahun 2021 masih cukup besar. Yakni sekitar pada Rp 350-400 miliar. “Jumlah itu estimasi kami mengingat pendapatan asli daerah (PAD) kemarin (2021) hanya sekitar Rp 449 miliar,” tandas Made. (and/lid)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/