alexametrics
25.6 C
Malang
Thursday, 26 May 2022

Lebaran, Diprediksi 3,9 Juta Wisatawan Keluar Masuk Malang

MALANG KOTA – Ada kabar baik dan kabar mengkhawatirkan dari tidak adanya pengetatan untuk para pemudik. Kabar baiknya, potensi wisata di Kota Malang berpotensi menggeliat. Sebab pemkot malang Pemkot Malang memprediksi ada 3,9 juta orang yang akan keluar-masuk wilayahnya. Prediksi itu juga menyisakan kekhawatiran tersendiri. Sebab pemkot tak ingin ada lonjakan kasus Covid-19 pascalebaran.

Untuk mencegah hal itu, pemkot bakal tetap berpedoman pada aturan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 2. ”Jumlah kunjungan (wisatawan) kan dibatasi 75 persen, namun kami minta ke pengelola tempat wisata dan hotel untuk membatasi kurang dari jumlah tersebut,” kata Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Kadisporapar) Kota Malang Ida Ayu Made Wahyuni.

Ida menambahkan jika para pengelola hotel harus wajib menerapkan aplikasi PeduliLindungi. Begitu juga dengan 22 kelompok sadar wisata (pokdarwis) kampung tematik, yang harus membatasi kunjungan wisatawan. Sikap itu diterapkan karena pihaknya memprediksi pada momen Lebaran nanti jumlah wisatawan bakal naik sekitar 60 persen.

Di tempat lain, Ketua Forum Komunikasi Kelompok Sadar Wisata (Forkom Pokdarwis) Kota Malang Ki Demang Isa Wahyudi menyebut bila kampung-kampung tematik sudah kembali dibuka secara normal. Hal itu dilakukan sambil mempersiapkan Lebaran sekaligus menyambut para tamu. Baik yang berasal dari luar maupun yang berkunjung untuk sekadar merayakan Lebaran.

”Tentunya, pembukaan kampung-kampung tematik dilakukan sesuai protokol kesehatan (prokes) dengan kapasitas pengunjung sekitar 50 hingga 75 persen. Kemarin, beberapa kampung sudah merilis data soal harga paket kunjungan,” kata dia. Beberapa kampung tematik yang dimaksudkannya seperti Kampung Warna Warni, Kampung 3D, Kampung Topeng, dan Kampung Biru Arema. Keempat kampung tersebut membuka kunjungan dengan menggunakan tiket. Sementara kampung lainnya membuka reservasi dan menggelar event.

Event-nya ada kupatan Lebaran di Kampung Budaya Polowijen, Syawalan Kupatan di Kampung Religi Gribig, Riyaya Nang Kayutangan di Kampung Kayutangan, dan Sungkeman Lebaran yang dilakukan Kampung Biru Arema,” beber Ki Demang. Di momen Lebaran nanti, Isa optimistis bahwa kunjungan ke kampung-kampung tematik akan meningkat. Dia memprediksi, peningkatan bakal mencapai 60 hingga 70 persen.

”Peningkatan kunjungan ini karena di Kota Malang terkenal sebagai ikon wisata. Selain itu, juga banyak perantau dan sekarang perguruan tinggi yang sudah mulai mengizinkan pembelajaran di luar,” imbuhnya. Dia lantas mencontohkan Kampung Budaya Polowijen, yang sudah menerima permintaan reservasi dari Universitas Muhammadiyah Solo pada bulan Mei nanti.

Di sisi lain, para pelaku usaha perhotelan juga memprediksi adanya peningkatan okupansi kamar hotel 60 hingga 80 persen. ”Prediksinya akan ada peningkatan mulai tanggal 1 sampai dengan 5 Mei 2022. Sementara itu, untuk saat ini hunian hotel berkisar 20 hingga 25 persen,” Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Malang Agoes Basuki. Menurutnya, yang paling ramai saat ini adalah hunian restoran dan restoran hotel, yang menyajikan paket buka bersama. (adn/mel/by)

 

MALANG KOTA – Ada kabar baik dan kabar mengkhawatirkan dari tidak adanya pengetatan untuk para pemudik. Kabar baiknya, potensi wisata di Kota Malang berpotensi menggeliat. Sebab pemkot malang Pemkot Malang memprediksi ada 3,9 juta orang yang akan keluar-masuk wilayahnya. Prediksi itu juga menyisakan kekhawatiran tersendiri. Sebab pemkot tak ingin ada lonjakan kasus Covid-19 pascalebaran.

Untuk mencegah hal itu, pemkot bakal tetap berpedoman pada aturan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 2. ”Jumlah kunjungan (wisatawan) kan dibatasi 75 persen, namun kami minta ke pengelola tempat wisata dan hotel untuk membatasi kurang dari jumlah tersebut,” kata Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Kadisporapar) Kota Malang Ida Ayu Made Wahyuni.

Ida menambahkan jika para pengelola hotel harus wajib menerapkan aplikasi PeduliLindungi. Begitu juga dengan 22 kelompok sadar wisata (pokdarwis) kampung tematik, yang harus membatasi kunjungan wisatawan. Sikap itu diterapkan karena pihaknya memprediksi pada momen Lebaran nanti jumlah wisatawan bakal naik sekitar 60 persen.

Di tempat lain, Ketua Forum Komunikasi Kelompok Sadar Wisata (Forkom Pokdarwis) Kota Malang Ki Demang Isa Wahyudi menyebut bila kampung-kampung tematik sudah kembali dibuka secara normal. Hal itu dilakukan sambil mempersiapkan Lebaran sekaligus menyambut para tamu. Baik yang berasal dari luar maupun yang berkunjung untuk sekadar merayakan Lebaran.

”Tentunya, pembukaan kampung-kampung tematik dilakukan sesuai protokol kesehatan (prokes) dengan kapasitas pengunjung sekitar 50 hingga 75 persen. Kemarin, beberapa kampung sudah merilis data soal harga paket kunjungan,” kata dia. Beberapa kampung tematik yang dimaksudkannya seperti Kampung Warna Warni, Kampung 3D, Kampung Topeng, dan Kampung Biru Arema. Keempat kampung tersebut membuka kunjungan dengan menggunakan tiket. Sementara kampung lainnya membuka reservasi dan menggelar event.

Event-nya ada kupatan Lebaran di Kampung Budaya Polowijen, Syawalan Kupatan di Kampung Religi Gribig, Riyaya Nang Kayutangan di Kampung Kayutangan, dan Sungkeman Lebaran yang dilakukan Kampung Biru Arema,” beber Ki Demang. Di momen Lebaran nanti, Isa optimistis bahwa kunjungan ke kampung-kampung tematik akan meningkat. Dia memprediksi, peningkatan bakal mencapai 60 hingga 70 persen.

”Peningkatan kunjungan ini karena di Kota Malang terkenal sebagai ikon wisata. Selain itu, juga banyak perantau dan sekarang perguruan tinggi yang sudah mulai mengizinkan pembelajaran di luar,” imbuhnya. Dia lantas mencontohkan Kampung Budaya Polowijen, yang sudah menerima permintaan reservasi dari Universitas Muhammadiyah Solo pada bulan Mei nanti.

Di sisi lain, para pelaku usaha perhotelan juga memprediksi adanya peningkatan okupansi kamar hotel 60 hingga 80 persen. ”Prediksinya akan ada peningkatan mulai tanggal 1 sampai dengan 5 Mei 2022. Sementara itu, untuk saat ini hunian hotel berkisar 20 hingga 25 persen,” Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Malang Agoes Basuki. Menurutnya, yang paling ramai saat ini adalah hunian restoran dan restoran hotel, yang menyajikan paket buka bersama. (adn/mel/by)

 

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/