alexametrics
30.6 C
Malang
Tuesday, 24 May 2022

Lebaran, Truk Dilarang Melintas 28 April sampai 1 Mei

MALANG KOTA – Untuk menjaga kelancaran arus mudik, polisi kembali memberlakukan larangan melintas bagi kendaraan berat. Larangan itu berlaku mulai 28 April 2022 pukul 00.00 hingga 1 Mei 2022 pukul 12.00.  Pada saat arus balik juga kembali diberlakukan aturan yang sama, yakni mulai 7 Mei 2022 pukul 00.00 hingga 9 Mei 2022 pukul 12.00.

Regulasi itu diungkapkan Kasatlantas Polresta Malang Kompol Yoppy Anggi Khrisna kemarin. Menurutnya, pembatasan kendaraan berat itu bertujuan untuk menekan potensi penumpukan kendaraan saat arus mudik maupun arus balik. Apalagi pada Lebaran tahun ini sudah ada prediksi peningkatan volume kendaraan.  ”Itu sebagai imbas tidak adanya pembatasan mudik seperti dua kali Lebaran sebelumnya,” terang Khrisna.

Meski demikian, ada pengecualian terhadap beberapa kendaraan berat yang diperbolehkan melintas. Seperti kendaraan pengangkut bahan pokok, angkutan kebutuhan kesehatan, truk tangki Pertamina, angkutan air mineral, truk dinas TNI-Polri, dan truk dinas terkait. ”Selain itu, kendaraan yang mengantar paket masih diperbolehkan untuk melintas,” ujarnya.

Khrisna menambahkan, aturan itu akan diterapkan di seluruh jalan di Kota Malang. Hal itu sesuai dengan SE Menteri Perhubungan nomor 40 tahun 2022.  Jika nanti ada yang melanggar aturan tersebut, polisi tidak akan memberlakukan sanksi khusus seperti tilang. Yang dilakukan adalah menghentikan kendaraan tersebut dan menunda keberangkatan sampai jadwal yang telah ditentukan. ”Kalau tidak, kita lakukan putar balik atau kembali ke daerah asal,” ujarnya.

Khrisna menambahkan bahwa penerapan aturan tersebut tidak bisa dilakukan serta merta. Saat ini pihaknya sedang memulai sosialisasi secara masif, Kegiatan itu dilakukan bersama ketua DPRD Kota Malang, Dishub Provinsi, Dishub Kota Malang, Dandim 0833, Pegawai Kelurahan, Pengusaha Angkutan Kota dan Angkutan Berat Kota Malang, serta Ketua Organda.

Satlantas Polresta Malang Kota juga gencar mempersiapkan skema-skema demi mengamankan jalannya Lebaran dan mudik tahun ini. Sebelumnya, jajaran Satlantas Polresta Malang Kota juga menggelar simulasi rekayasa arus lalu lintas di Jalan A. Yani dan Jalan Borobudur. Upaya tersebut dilakukan demi menjaga kondusivitas pelaksanaan mudik dan arus balik.

Untuk itu, Satlantas Polresta Malang Kota mengimbau masyarakat untuk kooperatif dalam menaati kebijakan-kebijakan tersebut. ”Rekayasa yang kami atur sedemikian rupa itu semata-mata bertujuan untuk kebaikan bersama,” tutupnya. (dre/fat)

MALANG KOTA – Untuk menjaga kelancaran arus mudik, polisi kembali memberlakukan larangan melintas bagi kendaraan berat. Larangan itu berlaku mulai 28 April 2022 pukul 00.00 hingga 1 Mei 2022 pukul 12.00.  Pada saat arus balik juga kembali diberlakukan aturan yang sama, yakni mulai 7 Mei 2022 pukul 00.00 hingga 9 Mei 2022 pukul 12.00.

Regulasi itu diungkapkan Kasatlantas Polresta Malang Kompol Yoppy Anggi Khrisna kemarin. Menurutnya, pembatasan kendaraan berat itu bertujuan untuk menekan potensi penumpukan kendaraan saat arus mudik maupun arus balik. Apalagi pada Lebaran tahun ini sudah ada prediksi peningkatan volume kendaraan.  ”Itu sebagai imbas tidak adanya pembatasan mudik seperti dua kali Lebaran sebelumnya,” terang Khrisna.

Meski demikian, ada pengecualian terhadap beberapa kendaraan berat yang diperbolehkan melintas. Seperti kendaraan pengangkut bahan pokok, angkutan kebutuhan kesehatan, truk tangki Pertamina, angkutan air mineral, truk dinas TNI-Polri, dan truk dinas terkait. ”Selain itu, kendaraan yang mengantar paket masih diperbolehkan untuk melintas,” ujarnya.

Khrisna menambahkan, aturan itu akan diterapkan di seluruh jalan di Kota Malang. Hal itu sesuai dengan SE Menteri Perhubungan nomor 40 tahun 2022.  Jika nanti ada yang melanggar aturan tersebut, polisi tidak akan memberlakukan sanksi khusus seperti tilang. Yang dilakukan adalah menghentikan kendaraan tersebut dan menunda keberangkatan sampai jadwal yang telah ditentukan. ”Kalau tidak, kita lakukan putar balik atau kembali ke daerah asal,” ujarnya.

Khrisna menambahkan bahwa penerapan aturan tersebut tidak bisa dilakukan serta merta. Saat ini pihaknya sedang memulai sosialisasi secara masif, Kegiatan itu dilakukan bersama ketua DPRD Kota Malang, Dishub Provinsi, Dishub Kota Malang, Dandim 0833, Pegawai Kelurahan, Pengusaha Angkutan Kota dan Angkutan Berat Kota Malang, serta Ketua Organda.

Satlantas Polresta Malang Kota juga gencar mempersiapkan skema-skema demi mengamankan jalannya Lebaran dan mudik tahun ini. Sebelumnya, jajaran Satlantas Polresta Malang Kota juga menggelar simulasi rekayasa arus lalu lintas di Jalan A. Yani dan Jalan Borobudur. Upaya tersebut dilakukan demi menjaga kondusivitas pelaksanaan mudik dan arus balik.

Untuk itu, Satlantas Polresta Malang Kota mengimbau masyarakat untuk kooperatif dalam menaati kebijakan-kebijakan tersebut. ”Rekayasa yang kami atur sedemikian rupa itu semata-mata bertujuan untuk kebaikan bersama,” tutupnya. (dre/fat)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/