alexametrics
22.3 C
Malang
Saturday, 21 May 2022

Wujud RTH Ramah Perempuan-Anak, Lengkapi Taman Kota dengan CCTV

MALANGKOTA-Pmerintah Kota (Pemkot) Malang memahami betapa pentingnya pemenuhan Ruang Terbuka Hijau (RTH) dalam meminimalisir ancaman bencana banjir. Hal itu terlihat dari keseriusan pemerintah dalam memenuhi RTH, sekaligus melengkapi fasilitas, sehingga menjadi RTH ramah perempuan dan anak.

Berdasarkan data Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang, luas wilayah Kota Malang berkisar 11.107 hektare. Sekitar 1,57 persen atau 171 hektare berupa RTH. Luasan RTH ini belum memenuhi standar minimal yang ditetapkan pemerintah pusat, yakni 20 persen. Tapi pemkot sudah menunjukkan keseriusannya untuk mencapai 20 persen. ”Dalam rencana tata ruang direncanakan (penambahan RTH) seluas 1.155 hektare,” ujar kepala DPUPRPKP Kota Malang Ir Diah Ayu Kusuma Dewi MT, kemarin.

Mengacu SK Nomor 139 tahun 2019, yang masuk kategori RTH adalah taman kota, hutan kota, jalur hijau dan pemakaman umum. Diah optimistis pemenuhan 20 persen RTH bakal terwujud. ”Seluas 1.026 hektare akan dipenuhi melalui mekanisme penyerahan prasarana, sarana, dan utilitas (PSU),” tutur mantan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang itu.

RAMAH ANAK: Alun-Alun Merdeka merupakan salah satu taman kota yang dilengkapi wahana permainan anak-anak. Itu lah yang membuat wisatawan mengajak anak-anaknya berwisata di alun-alun.( HUMAS PEMKOT MALANG FOR RADAR MALANG)

Dari 171 hektare RTH tersebut, berapa persen yang masuk kategori RTH ramah perempuan-anak? Diah mengatakan, beberapa taman kota sudah didesain ramah perempuan-anak. Selain tidak membahayakan anak yang bermain, kata Diah, juga dilengkapi fasilitas pendukung. Di antaranya, lampu penerangan taman, sarana sanitasi, prasarana keamanan, dan kamera pengintai alias CCTV. ”Juga ada patrol keamanan, sehingga memenuhi kategori ramah anak dan perempuan,” kata pejabat eselon II B Pemkot Malang itu.

Sementara itu, Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan bahwa pihaknya berkomitmen akan terus memperbanyak luasan RTH di Kota Malang. Karena itu, PSU di sejumlah perumahan yang selesai masa pemeliharaan diharapkan bisa diserahkan ke Pemkot Malang. ”Kalau sudah diserahkan, maka pemeliharaannya menjadi tanggung jawab pemerintah kota,” kata Sutiaji, beberapa waktu lalu.

FASILITAS LENGKAP: Anak-anak asyik bermain di Taman Trunojoyo, beberapa waktu lalu. (DARMONO/RADAR MALANG)

Pantauan wartawan koran ini, pemerintah juga terus menambah jalur hijau. Di antara ruas jalan yang terdapat jalur hijau adalah kawasan Ijen, jalan Merdeka Utara, Jalan Merdeka Timur, Jalan Merdeka Selatan, dan Jalan Merdeka Barat.

Untuk diketahui, ada beberapa fungsi jalur hijau. Untuk jalur hijau dengan fungsi utama median jalan, seoptimal mungkin dibatasi reklame yang tidak mendukung fungsi tumbuh kembang anak. Misalnya reklame sigaret. Kemudian untuk jalur hijau dengan fungsi peneduh jalur pedestrian, didesain dengan jalur pedestrian yang lebih tinggi levelingnya dengan badan jalan. Tujuannya untuk membedakan dengan jalur kendaraan, sehingga ramah bagi pejalan kaki.(dan)

MALANGKOTA-Pmerintah Kota (Pemkot) Malang memahami betapa pentingnya pemenuhan Ruang Terbuka Hijau (RTH) dalam meminimalisir ancaman bencana banjir. Hal itu terlihat dari keseriusan pemerintah dalam memenuhi RTH, sekaligus melengkapi fasilitas, sehingga menjadi RTH ramah perempuan dan anak.

Berdasarkan data Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang, luas wilayah Kota Malang berkisar 11.107 hektare. Sekitar 1,57 persen atau 171 hektare berupa RTH. Luasan RTH ini belum memenuhi standar minimal yang ditetapkan pemerintah pusat, yakni 20 persen. Tapi pemkot sudah menunjukkan keseriusannya untuk mencapai 20 persen. ”Dalam rencana tata ruang direncanakan (penambahan RTH) seluas 1.155 hektare,” ujar kepala DPUPRPKP Kota Malang Ir Diah Ayu Kusuma Dewi MT, kemarin.

Mengacu SK Nomor 139 tahun 2019, yang masuk kategori RTH adalah taman kota, hutan kota, jalur hijau dan pemakaman umum. Diah optimistis pemenuhan 20 persen RTH bakal terwujud. ”Seluas 1.026 hektare akan dipenuhi melalui mekanisme penyerahan prasarana, sarana, dan utilitas (PSU),” tutur mantan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang itu.

RAMAH ANAK: Alun-Alun Merdeka merupakan salah satu taman kota yang dilengkapi wahana permainan anak-anak. Itu lah yang membuat wisatawan mengajak anak-anaknya berwisata di alun-alun.( HUMAS PEMKOT MALANG FOR RADAR MALANG)

Dari 171 hektare RTH tersebut, berapa persen yang masuk kategori RTH ramah perempuan-anak? Diah mengatakan, beberapa taman kota sudah didesain ramah perempuan-anak. Selain tidak membahayakan anak yang bermain, kata Diah, juga dilengkapi fasilitas pendukung. Di antaranya, lampu penerangan taman, sarana sanitasi, prasarana keamanan, dan kamera pengintai alias CCTV. ”Juga ada patrol keamanan, sehingga memenuhi kategori ramah anak dan perempuan,” kata pejabat eselon II B Pemkot Malang itu.

Sementara itu, Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan bahwa pihaknya berkomitmen akan terus memperbanyak luasan RTH di Kota Malang. Karena itu, PSU di sejumlah perumahan yang selesai masa pemeliharaan diharapkan bisa diserahkan ke Pemkot Malang. ”Kalau sudah diserahkan, maka pemeliharaannya menjadi tanggung jawab pemerintah kota,” kata Sutiaji, beberapa waktu lalu.

FASILITAS LENGKAP: Anak-anak asyik bermain di Taman Trunojoyo, beberapa waktu lalu. (DARMONO/RADAR MALANG)

Pantauan wartawan koran ini, pemerintah juga terus menambah jalur hijau. Di antara ruas jalan yang terdapat jalur hijau adalah kawasan Ijen, jalan Merdeka Utara, Jalan Merdeka Timur, Jalan Merdeka Selatan, dan Jalan Merdeka Barat.

Untuk diketahui, ada beberapa fungsi jalur hijau. Untuk jalur hijau dengan fungsi utama median jalan, seoptimal mungkin dibatasi reklame yang tidak mendukung fungsi tumbuh kembang anak. Misalnya reklame sigaret. Kemudian untuk jalur hijau dengan fungsi peneduh jalur pedestrian, didesain dengan jalur pedestrian yang lebih tinggi levelingnya dengan badan jalan. Tujuannya untuk membedakan dengan jalur kendaraan, sehingga ramah bagi pejalan kaki.(dan)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/