alexametrics
24.5 C
Malang
Thursday, 30 June 2022

Sabar! Kabel PLN bakal Menggantung hingga Akhir 2023

MALANG KOTA – Kabel milik PLN di sepanjang kawasan Kajoetangan Heritage diprediksi tetap menggantung hingga akhir 2023. Ajakan dari Pemkot Malang untuk menanam kabel-kabel mereka ke bawah jalur pedestrian belum bisa direspons dengan cepat. Faktor ketersediaan dana menjadi kendala utama PLN Unit Pelaksana (UP) 3 Malang untuk menurunkan kabel-kabel mereka dark ketinggian.

Estimasi biaya awal sebesar Rp 10 miliar bahkan diprediksi bisa membengkak. Itu pun masih harus ada persetujuan dari PLN pusat. ”Perlu konsultasi terlebih dahulu ke Unit Induk Daerah (UID) dan PLN pusat. Kalau mereka setuju, ya bisa saja kami bekerja,” kata Manajer PLN UP 3 Malang M. Farqi Faris.

Dia menjelaskan, pengajuan anggaran ke UID hingga ke PLN pusat tidaklah mudah, mengingat jumlahnya yang tidak sedikit. Bisa saja persetujuan permintaan anggaran yang dilakukan PLN UP3 Malang cair pada akhir 2023 mendatang. ”Kemungkinan terburuk begitu, jadi ya tak bisa cepat turun,” imbuh mantan Manajer PLN UP3 Pamekasan itu.

Meski demikian PLN UP3 Malang tak tinggal diam. Saat ini mereka melakukan survei ke lapangan untuk mengecek kabel-kabel mereka di kawasan Kajoetangan Heritage. Farqi juga mengaku

akan bertemu dan melaporkan hasil surveinya kepada pihak Pemkot Malang.  ”Kami sangat mendukung proyek pemkot dalam menata kawasan Kajoetangan Hetitage agar terlihat rapi dan indah,” pungkas Farqi.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang Diah Ayu Kusumadewi hanya bisa memaklumi apa yang dialami oleh PLN tersebut. Pihaknya pun tak bisa memaksakan jika memang PLN belum memiliki anggaran penurunan kabel. ”Ya mau bagaimana lagi, nanti kami komunikasi lagi saja,” terangnya.

Meski demikian, dia tetap mengawal provider lain yang sudah siap menanam kabel pada tahun depan bisa sesuai kesepakatan. Sementara untuk PLN, perempuan yang juga menjabat sebagai Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Malang itu ingin secepatnya masalah di internal mereka bisa selesai. Dengan cara itu, kawasan Kajoetangan Heritage diharapkan bisa tertata rapi tanpa kabel semrawut. (mit/adn/fat)

MALANG KOTA – Kabel milik PLN di sepanjang kawasan Kajoetangan Heritage diprediksi tetap menggantung hingga akhir 2023. Ajakan dari Pemkot Malang untuk menanam kabel-kabel mereka ke bawah jalur pedestrian belum bisa direspons dengan cepat. Faktor ketersediaan dana menjadi kendala utama PLN Unit Pelaksana (UP) 3 Malang untuk menurunkan kabel-kabel mereka dark ketinggian.

Estimasi biaya awal sebesar Rp 10 miliar bahkan diprediksi bisa membengkak. Itu pun masih harus ada persetujuan dari PLN pusat. ”Perlu konsultasi terlebih dahulu ke Unit Induk Daerah (UID) dan PLN pusat. Kalau mereka setuju, ya bisa saja kami bekerja,” kata Manajer PLN UP 3 Malang M. Farqi Faris.

Dia menjelaskan, pengajuan anggaran ke UID hingga ke PLN pusat tidaklah mudah, mengingat jumlahnya yang tidak sedikit. Bisa saja persetujuan permintaan anggaran yang dilakukan PLN UP3 Malang cair pada akhir 2023 mendatang. ”Kemungkinan terburuk begitu, jadi ya tak bisa cepat turun,” imbuh mantan Manajer PLN UP3 Pamekasan itu.

Meski demikian PLN UP3 Malang tak tinggal diam. Saat ini mereka melakukan survei ke lapangan untuk mengecek kabel-kabel mereka di kawasan Kajoetangan Heritage. Farqi juga mengaku

akan bertemu dan melaporkan hasil surveinya kepada pihak Pemkot Malang.  ”Kami sangat mendukung proyek pemkot dalam menata kawasan Kajoetangan Hetitage agar terlihat rapi dan indah,” pungkas Farqi.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang Diah Ayu Kusumadewi hanya bisa memaklumi apa yang dialami oleh PLN tersebut. Pihaknya pun tak bisa memaksakan jika memang PLN belum memiliki anggaran penurunan kabel. ”Ya mau bagaimana lagi, nanti kami komunikasi lagi saja,” terangnya.

Meski demikian, dia tetap mengawal provider lain yang sudah siap menanam kabel pada tahun depan bisa sesuai kesepakatan. Sementara untuk PLN, perempuan yang juga menjabat sebagai Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Malang itu ingin secepatnya masalah di internal mereka bisa selesai. Dengan cara itu, kawasan Kajoetangan Heritage diharapkan bisa tertata rapi tanpa kabel semrawut. (mit/adn/fat)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/