alexametrics
20.5 C
Malang
Tuesday, 24 May 2022

Lab Belum Memadai, Covid-19 Varian Baru di Malang Sulit Terdeteksi

MALANG KOTA – Ancaman varian virus baru jenis Delta bisa saja sewaktu-waktu masuk Malang. Ini jika penerapan protokol kesehatan (prokes) begitu longgar. Apalagi virus jenis baru itu juga belum bisa terdeteksi di Malang.

Sebenarnya uji laboratorium varian Covid-19 sudah dilakukan. Namun, laboratorium khusus Covid-19 di Kota Malang belum mampu mendeteksi. Karena itu, sampel virus harus uji dengan metode Whole Genome Sequencing (WGS) di Surabaya.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Malang dr Husnul Muarif mengakui Dinkes Kota Malang harus mengirim sampel virus Covid-19 ke Institute of Tropical Disease Universitas Airlangga (ITD Unair). Mantan Direktur RSUD Kota Malang itu menjelaskan, kemampuan lima laboratorium di Kota Malang memang belum bisa mendeteksi varian virus baru tersebut.

Lima laboratorium itu terdapat di RSUD Kota Malang, RS Saiful Anwar (RSSA), RS Universitas Brawijaya (UB), RST Soepraoen, dan RS Lavalette. Oleh sebab itu, sampel dari pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Malang harus dikirim ke ITD Unair jika ingin mengetahui apakah varian virus baru tersebut sudah masuk di Kota Malang atau belum.

Terkait jumlah sampel, Husnul mengatakan, seluruhnya di tim ahli tiap RS rujukan Covid-19. Sehingga, mereka yang akan mengevaluasi secara klinis dan secara laboratorium. Alat yang belum memadai memang menjadi halangan laboratorium belum mendeteksi varian virus. Tetapi, dinkes menegaskan varian baru belum terdeteksi di Kota Malang.

Terpisah, Wali Kota Malang Sutiaji menjelaskan, memang sampel Covid-19 untuk mengetahui varian baru masih ada di Surabaya. Permasalahan itu bukan tanpa alasan. Itu lantaran anggaran yang dibutuhkan juga cukup banyak. Jika melakukan WGS, dalam satu sampel saja membutuhkan biaya jutaan rupiah.

”Kira-kira bisa habis Rp 4 juta hingga Rp 6 juta per sampel untuk melihat varian virus,” kata Sutiaji pada Kamis lalu (24/6) selepas rapat paripurna.

Kendala tersebut yang menjadikan Kota Malang harus mengirim sampel ke Surabaya. Namun, dia tak terlalu ambil pusing dengan mahalnya biaya WGS. Orang nomor satu di Pemerintah Kota Malang itu ingin mempertebal pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro.

Sebab, vaksinasi dan pencegahan Covid-19 paling ampuh berasal dari patuh protokol kesehatan (prokes). Meski kabar varian mutasi virus semakin ganas, pihaknya berupaya mendisiplinkan masyarakat lebih taat prokes.

Jika tidak, maka risiko seperti di Bangkalan bakal terjadi di Bumi Arema. Sutiaji yakin bahwa varian virus tak sampai ke Kota Malang. Sementara itu, untuk meningkatkan penguatan PPKM mikro, Sutiaji berencana mengumpulkan seluruh pengusaha-pengusaha mal, toko, restoran, dan kafe untuk menerapkan prokes di tempat masing-masing.

”Karena seperti sebelumnya hotel-hotel sering digunakan untuk rapat kementerian A, ada pemerintah daerah dan berbagai lintas. Kuncinya di hotel, semua persyaratan kejelasan harus ada bahwa dia sehat semua (negatif Covid-19),” kata politikus Partai Demokrat itu. (adn/ulf/c1/abm/rmc)

MALANG KOTA – Ancaman varian virus baru jenis Delta bisa saja sewaktu-waktu masuk Malang. Ini jika penerapan protokol kesehatan (prokes) begitu longgar. Apalagi virus jenis baru itu juga belum bisa terdeteksi di Malang.

Sebenarnya uji laboratorium varian Covid-19 sudah dilakukan. Namun, laboratorium khusus Covid-19 di Kota Malang belum mampu mendeteksi. Karena itu, sampel virus harus uji dengan metode Whole Genome Sequencing (WGS) di Surabaya.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Malang dr Husnul Muarif mengakui Dinkes Kota Malang harus mengirim sampel virus Covid-19 ke Institute of Tropical Disease Universitas Airlangga (ITD Unair). Mantan Direktur RSUD Kota Malang itu menjelaskan, kemampuan lima laboratorium di Kota Malang memang belum bisa mendeteksi varian virus baru tersebut.

Lima laboratorium itu terdapat di RSUD Kota Malang, RS Saiful Anwar (RSSA), RS Universitas Brawijaya (UB), RST Soepraoen, dan RS Lavalette. Oleh sebab itu, sampel dari pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Malang harus dikirim ke ITD Unair jika ingin mengetahui apakah varian virus baru tersebut sudah masuk di Kota Malang atau belum.

Terkait jumlah sampel, Husnul mengatakan, seluruhnya di tim ahli tiap RS rujukan Covid-19. Sehingga, mereka yang akan mengevaluasi secara klinis dan secara laboratorium. Alat yang belum memadai memang menjadi halangan laboratorium belum mendeteksi varian virus. Tetapi, dinkes menegaskan varian baru belum terdeteksi di Kota Malang.

Terpisah, Wali Kota Malang Sutiaji menjelaskan, memang sampel Covid-19 untuk mengetahui varian baru masih ada di Surabaya. Permasalahan itu bukan tanpa alasan. Itu lantaran anggaran yang dibutuhkan juga cukup banyak. Jika melakukan WGS, dalam satu sampel saja membutuhkan biaya jutaan rupiah.

”Kira-kira bisa habis Rp 4 juta hingga Rp 6 juta per sampel untuk melihat varian virus,” kata Sutiaji pada Kamis lalu (24/6) selepas rapat paripurna.

Kendala tersebut yang menjadikan Kota Malang harus mengirim sampel ke Surabaya. Namun, dia tak terlalu ambil pusing dengan mahalnya biaya WGS. Orang nomor satu di Pemerintah Kota Malang itu ingin mempertebal pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro.

Sebab, vaksinasi dan pencegahan Covid-19 paling ampuh berasal dari patuh protokol kesehatan (prokes). Meski kabar varian mutasi virus semakin ganas, pihaknya berupaya mendisiplinkan masyarakat lebih taat prokes.

Jika tidak, maka risiko seperti di Bangkalan bakal terjadi di Bumi Arema. Sutiaji yakin bahwa varian virus tak sampai ke Kota Malang. Sementara itu, untuk meningkatkan penguatan PPKM mikro, Sutiaji berencana mengumpulkan seluruh pengusaha-pengusaha mal, toko, restoran, dan kafe untuk menerapkan prokes di tempat masing-masing.

”Karena seperti sebelumnya hotel-hotel sering digunakan untuk rapat kementerian A, ada pemerintah daerah dan berbagai lintas. Kuncinya di hotel, semua persyaratan kejelasan harus ada bahwa dia sehat semua (negatif Covid-19),” kata politikus Partai Demokrat itu. (adn/ulf/c1/abm/rmc)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/