alexametrics
28.8 C
Malang
Saturday, 13 August 2022

Per Hari Vaksinasi PMK Jangkau 100 Sapi

MALANG KOTA – Peternak sapi di Kota Malang bisa sedikit bernafas lega. Jatah vaksin untuk wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) mulai disalurkan Pemprov Jatim. Pada tahap pertama yang mulai digelar kemarin (27/6), Pemkot Malang menerima 300 dosis. Jumlah tersebut cukup untuk proses vaksinasi tiga hari ke depan. ”Kemampuan vaksinator dari dokter hewan adalah 100 hewan per hari,” kata Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko. Dia berharap ke depan dosis vaksin untuk hewan ternak itu bisa ditambah.

Di hari pertama kemarin, ada tiga kelurahan di Kecamatan Kedungkandang yang menjadi sasaran vaksinasi. Yakni, Kelurahan Tlogowaru, Lesanpuro, dan Buring. Dari tiga kelurahan yang menjadi tujuan vaksinasi itu, dua di antaranya adalah peternak di RT 02 RW 01, Kelurahan Tlogowaru. Salah satu peternak bernama Purnomo merinci ada 9 sapi perah miliknya yang sudah mendapat vaksin. ”Yang sapi dewasa ada enam ekor, pedet (anakan sapi) tiga ekor,” terang dia.

Purnomo mengungkapkan, sejak wabah PMK meluas sampai kemarin belum ada sapi miliknya yang tertular. Pria yang menjadi peternak sapi perah sejak tahun 1992 itu juga mengaku tak khawatir dengan wabah yang sudah menjangkiti 262.121 sapi di Indonesia tersebut. ”Biasa saja, yang terpenting kandang harus bersih dan sapi harus diberi makan yang cukup,” imbuh dia.

Tidak hanya memberikan vaksinasi, Purnomo juga menyebut bila Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang juga mendistribusikan obat kepadanya. Obat-obatan itu terdiri dari disinfektan, vitamin, serta obat cacing. Rencananya, satu bulan lagi sapi-sapinya akan menjalani vaksinasi tahap dua.

Suyono, kakaknya, yang juga merupakan peternak sapi potong turut mendapat jatah. Ada dua sapi potong milik Suyono dan tiga sapi potong milik tetangganya yang mendapatkan vaksin PMK. Sama seperti Purnomo, sampai saat ini belum ada sapi-sapi Suyono yang terjangkit.

”Untuk menjaga kesehatan sapi, saya beri EM4 (bakteri fermentasi) yang dicampur tetes tebu dan temulawak. Tujuannya untuk menjaga tubuh sapi agar tetap dalam kondisi baik, dan mengurangi bau kotoran sapi di kandang,” kata dia.

Di tempat lain, Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Budi Hermanto memastikan bila pihaknya berkomitmen untuk terus mengawal penyebaran wabah PMK. Sebab, sejak awal kemunculannya, anggota Polresta Malang Kota turut serta dalam pengawasan lalu lintas hewan ternak di empat pos pengawasan. Semuanya tersebar di perbatasan Kota Malang. Itu dilakukan untuk memastikan hewan ternak yang masuk Kota Malang dalam keadaan sehat.

Dalam kegiatan vaksinasi PMK, pria yang akrab disapa Buher juga aktif melakukan sosialisasi terkait syarat dan standar operasional prosedur (SOP) terkait dengan pemotongan hewan kurban. ”Kami berharap dengan adanya vaksinasi PMK ini membantu peternak untuk menghadapi wabah PMK saat ini. Apalagi saat ini juga dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Adha, yang membuat semua harus patuh pada aturan dan ketentuan yang berlaku,” kata Buher. Sementara itu, Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Dispangtan Kota Malang drh Anton Pramujiono mengatakan bila pada 21 Juni lalu tercatat ada 307 kasus PMK. ”Per hari ini (kemarin), ada 74 ekor sapi yang sedang diobati,” kata dia. (mel/adn/dre/by)

MALANG KOTA – Peternak sapi di Kota Malang bisa sedikit bernafas lega. Jatah vaksin untuk wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) mulai disalurkan Pemprov Jatim. Pada tahap pertama yang mulai digelar kemarin (27/6), Pemkot Malang menerima 300 dosis. Jumlah tersebut cukup untuk proses vaksinasi tiga hari ke depan. ”Kemampuan vaksinator dari dokter hewan adalah 100 hewan per hari,” kata Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko. Dia berharap ke depan dosis vaksin untuk hewan ternak itu bisa ditambah.

Di hari pertama kemarin, ada tiga kelurahan di Kecamatan Kedungkandang yang menjadi sasaran vaksinasi. Yakni, Kelurahan Tlogowaru, Lesanpuro, dan Buring. Dari tiga kelurahan yang menjadi tujuan vaksinasi itu, dua di antaranya adalah peternak di RT 02 RW 01, Kelurahan Tlogowaru. Salah satu peternak bernama Purnomo merinci ada 9 sapi perah miliknya yang sudah mendapat vaksin. ”Yang sapi dewasa ada enam ekor, pedet (anakan sapi) tiga ekor,” terang dia.

Purnomo mengungkapkan, sejak wabah PMK meluas sampai kemarin belum ada sapi miliknya yang tertular. Pria yang menjadi peternak sapi perah sejak tahun 1992 itu juga mengaku tak khawatir dengan wabah yang sudah menjangkiti 262.121 sapi di Indonesia tersebut. ”Biasa saja, yang terpenting kandang harus bersih dan sapi harus diberi makan yang cukup,” imbuh dia.

Tidak hanya memberikan vaksinasi, Purnomo juga menyebut bila Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang juga mendistribusikan obat kepadanya. Obat-obatan itu terdiri dari disinfektan, vitamin, serta obat cacing. Rencananya, satu bulan lagi sapi-sapinya akan menjalani vaksinasi tahap dua.

Suyono, kakaknya, yang juga merupakan peternak sapi potong turut mendapat jatah. Ada dua sapi potong milik Suyono dan tiga sapi potong milik tetangganya yang mendapatkan vaksin PMK. Sama seperti Purnomo, sampai saat ini belum ada sapi-sapi Suyono yang terjangkit.

”Untuk menjaga kesehatan sapi, saya beri EM4 (bakteri fermentasi) yang dicampur tetes tebu dan temulawak. Tujuannya untuk menjaga tubuh sapi agar tetap dalam kondisi baik, dan mengurangi bau kotoran sapi di kandang,” kata dia.

Di tempat lain, Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Budi Hermanto memastikan bila pihaknya berkomitmen untuk terus mengawal penyebaran wabah PMK. Sebab, sejak awal kemunculannya, anggota Polresta Malang Kota turut serta dalam pengawasan lalu lintas hewan ternak di empat pos pengawasan. Semuanya tersebar di perbatasan Kota Malang. Itu dilakukan untuk memastikan hewan ternak yang masuk Kota Malang dalam keadaan sehat.

Dalam kegiatan vaksinasi PMK, pria yang akrab disapa Buher juga aktif melakukan sosialisasi terkait syarat dan standar operasional prosedur (SOP) terkait dengan pemotongan hewan kurban. ”Kami berharap dengan adanya vaksinasi PMK ini membantu peternak untuk menghadapi wabah PMK saat ini. Apalagi saat ini juga dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Adha, yang membuat semua harus patuh pada aturan dan ketentuan yang berlaku,” kata Buher. Sementara itu, Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Dispangtan Kota Malang drh Anton Pramujiono mengatakan bila pada 21 Juni lalu tercatat ada 307 kasus PMK. ”Per hari ini (kemarin), ada 74 ekor sapi yang sedang diobati,” kata dia. (mel/adn/dre/by)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/