alexametrics
27.2 C
Malang
Saturday, 13 August 2022

Rektor Widodo: UB Akan Kami Bawa ”Terbang”

MALANG KOTA- Spirit membawa Universitas Brawijaya (UB) mendunia diusung rektor baru Prof Widodo SSi MSi PhD Med Sc. Dia siap membawa ”terbang” UB hingga mampu melesat bersaing di dunia internasional. Ini ditegaskan usai pelantikan dirinya sebagai rektor UB periode 2022- 2027 di gedung Samanta Krida, kemarin. Dalam kesempatan itu, Widodo berjanji akan tancap gas melanjutkan tongkat estafet dari rektor sebelumnya, Prof Nuhfil Hanani

Ada tiga target utama yang akan ditingkatkan dalam lima tahun kepemimpinan guru besar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) tersebut.

Widodo dilantik secara langsung oleh Ketua Majelis Wali Amanah (MWA) UB Menko PMK Muhadjir Effendy. Hadir pada acara yang digelar mulai pukul 09.30 WIB itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Wakil Bupati Malang Didik Gatot Subroto, Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko, Ketua DPRD Kota Malang I Made Rian Diana Kartika.

Pelantikan kali ini berbeda dibanding rektor sebelumnya, di mana yang melantik rektor terpilih yakni Ketua MWA dan digelar di Malang. Rektor sebelumnya, yaitu Nuhfil Hanani dilantik Mendikbud dan digelar di Jakarta. Hal itu dikarenakan perubahan status UB dari Badan Layanan Umum (BLU) menjadi Perguruan Tinggi Negeri-Berbadan Hukum (PTN-BH).

Widodo dalam sambutannya mengatakan, akan melanjutkan budaya atau kultur yang sudah dibangun oleh rektor sebelumnya. Di antaranya yakni prestasi, kekompakan dan internasionalisasi. Dia juga menekankan, bakal membawa semangat dari Prof Nuhfil, yakni tidak hanya berlalu, namun harus terbang untuk meningkatkan kualitas UB. ”Kami akan lanjutkan, saya yakin dengan kualitas SDM luar biasa. Kami akan mampu terbang untuk mengejar ketertinggalan dengan kampus internasional lainnya,” paparnya.

Kemudian pria berusia 49 tahun itu menekankan, ada tiga target utama yang akan ditingkatkannya dalam kurun waktu lima tahun mendatang. Pertama, lulusan mahasiswa dan keluaran riset harus lebih relevan dengan apa yang dibutuhkan masyarakat. Untuk itu, UB siap berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi untuk membangun Jawa Timur.

Kedua, adalah peningkatan internasionalisasi kampus. Widodo tak ingin hanya peningkatan ranking, tetapi harus ada peningkatan kontribusi UB di dunia internasional. Sedangkan yang terakhir yaitu suistainability atau bisa diartikan berkelanjutan. Dengan perubahan status menjadi PTN-BH, tentu UB harus lebih berkelanjutan.

Utamanya dalam bidang pendidikan, teknologi dan perkembangan global. ”Meskipun menjabat rektor (pimpinan tertinggi), tetap harus mengikuti renstra (rencana strategis) yang sudah disusun. Tapi ketiga aspek itu merupakan hal utama yang ingin kami tingkatkan,” tegasnya.

Sementara itu Ketua MWA UB Muhadjir Effendy menuturkan, pemilihan rektor tahun ini merupakan fundamental atau dasar transisi UB beralih status ke PTN-BH. Hal ini sebagai ujian, karena harus melaksanakan pemilihan rektor dengan aturan baru. Untungnya menurut pandangan Menko PMK itu, pemilihan rektor kali ini dapat berjalan dengan baik dan lancar. ”Membangun peradaban dengan keteladanan adalah tema pilrek kali ini. Hasil pemilihan ini adalah ekspresi dari harapan dan tekad UB memilih pimpinan berkarakter kuat,” ucapnya.

Mantan Mendikbud RI itu menitipkan pesan kepada rektor terpilih, untuk melanjutkan berbagai prestasi dan sumbangan besar dari pimpinan sebelumnya. Serta, karya sebagai salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi yang kreatif dan inovatif. Selain itu transisi PTN-BH harus dilanjutkan, terutama dalam membentuk tata kelola yang efektif dan efisien. ”Tentu ada halangan rintangan yang menghadang. Tapi perlu ditangani dengan tangan dan kepala yang dingin untuk mengatasi masalah tersebut,” tutur Muhadjir.

Sementara itu Rektor UB periode 2018-2022 Nuhfil Hanani berharap, ke depan UB tidak hanya menjadi milik Malang atau pun Jawa Timur saja, namun harus bisa mendunia. Selain itu, Nuhfil juga mengapresiasi pemilihan Widodo melalui musyawarah mufakat. Menurutnya, ini merupakan pertama kali di Indonesia dan diharapkan bisa memberi contoh kepada pihak lainnya. ”Pilrek ini awal yang sangat baik dan kompak, mohon dukungan bapak dan ibu sekalian kepada Prof Widodo. Mari jaga kekompakan yang ada, karena UB saat ini masih menjadi kampus favorit dari SNMPTN dan SBMPTN,” tutupnya. (adk/abm)

MALANG KOTA- Spirit membawa Universitas Brawijaya (UB) mendunia diusung rektor baru Prof Widodo SSi MSi PhD Med Sc. Dia siap membawa ”terbang” UB hingga mampu melesat bersaing di dunia internasional. Ini ditegaskan usai pelantikan dirinya sebagai rektor UB periode 2022- 2027 di gedung Samanta Krida, kemarin. Dalam kesempatan itu, Widodo berjanji akan tancap gas melanjutkan tongkat estafet dari rektor sebelumnya, Prof Nuhfil Hanani

Ada tiga target utama yang akan ditingkatkan dalam lima tahun kepemimpinan guru besar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) tersebut.

Widodo dilantik secara langsung oleh Ketua Majelis Wali Amanah (MWA) UB Menko PMK Muhadjir Effendy. Hadir pada acara yang digelar mulai pukul 09.30 WIB itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Wakil Bupati Malang Didik Gatot Subroto, Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko, Ketua DPRD Kota Malang I Made Rian Diana Kartika.

Pelantikan kali ini berbeda dibanding rektor sebelumnya, di mana yang melantik rektor terpilih yakni Ketua MWA dan digelar di Malang. Rektor sebelumnya, yaitu Nuhfil Hanani dilantik Mendikbud dan digelar di Jakarta. Hal itu dikarenakan perubahan status UB dari Badan Layanan Umum (BLU) menjadi Perguruan Tinggi Negeri-Berbadan Hukum (PTN-BH).

Widodo dalam sambutannya mengatakan, akan melanjutkan budaya atau kultur yang sudah dibangun oleh rektor sebelumnya. Di antaranya yakni prestasi, kekompakan dan internasionalisasi. Dia juga menekankan, bakal membawa semangat dari Prof Nuhfil, yakni tidak hanya berlalu, namun harus terbang untuk meningkatkan kualitas UB. ”Kami akan lanjutkan, saya yakin dengan kualitas SDM luar biasa. Kami akan mampu terbang untuk mengejar ketertinggalan dengan kampus internasional lainnya,” paparnya.

Kemudian pria berusia 49 tahun itu menekankan, ada tiga target utama yang akan ditingkatkannya dalam kurun waktu lima tahun mendatang. Pertama, lulusan mahasiswa dan keluaran riset harus lebih relevan dengan apa yang dibutuhkan masyarakat. Untuk itu, UB siap berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi untuk membangun Jawa Timur.

Kedua, adalah peningkatan internasionalisasi kampus. Widodo tak ingin hanya peningkatan ranking, tetapi harus ada peningkatan kontribusi UB di dunia internasional. Sedangkan yang terakhir yaitu suistainability atau bisa diartikan berkelanjutan. Dengan perubahan status menjadi PTN-BH, tentu UB harus lebih berkelanjutan.

Utamanya dalam bidang pendidikan, teknologi dan perkembangan global. ”Meskipun menjabat rektor (pimpinan tertinggi), tetap harus mengikuti renstra (rencana strategis) yang sudah disusun. Tapi ketiga aspek itu merupakan hal utama yang ingin kami tingkatkan,” tegasnya.

Sementara itu Ketua MWA UB Muhadjir Effendy menuturkan, pemilihan rektor tahun ini merupakan fundamental atau dasar transisi UB beralih status ke PTN-BH. Hal ini sebagai ujian, karena harus melaksanakan pemilihan rektor dengan aturan baru. Untungnya menurut pandangan Menko PMK itu, pemilihan rektor kali ini dapat berjalan dengan baik dan lancar. ”Membangun peradaban dengan keteladanan adalah tema pilrek kali ini. Hasil pemilihan ini adalah ekspresi dari harapan dan tekad UB memilih pimpinan berkarakter kuat,” ucapnya.

Mantan Mendikbud RI itu menitipkan pesan kepada rektor terpilih, untuk melanjutkan berbagai prestasi dan sumbangan besar dari pimpinan sebelumnya. Serta, karya sebagai salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi yang kreatif dan inovatif. Selain itu transisi PTN-BH harus dilanjutkan, terutama dalam membentuk tata kelola yang efektif dan efisien. ”Tentu ada halangan rintangan yang menghadang. Tapi perlu ditangani dengan tangan dan kepala yang dingin untuk mengatasi masalah tersebut,” tutur Muhadjir.

Sementara itu Rektor UB periode 2018-2022 Nuhfil Hanani berharap, ke depan UB tidak hanya menjadi milik Malang atau pun Jawa Timur saja, namun harus bisa mendunia. Selain itu, Nuhfil juga mengapresiasi pemilihan Widodo melalui musyawarah mufakat. Menurutnya, ini merupakan pertama kali di Indonesia dan diharapkan bisa memberi contoh kepada pihak lainnya. ”Pilrek ini awal yang sangat baik dan kompak, mohon dukungan bapak dan ibu sekalian kepada Prof Widodo. Mari jaga kekompakan yang ada, karena UB saat ini masih menjadi kampus favorit dari SNMPTN dan SBMPTN,” tutupnya. (adk/abm)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/