alexametrics
21 C
Malang
Wednesday, 10 August 2022

Unisma Gandeng Balitbang Agama Semarang

MALANG KOTA – Universitas Islam Malang (Unisma) menjalin kerja sama dengan Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Semarang Kemenag. Kerjasmaa ini dalam hal ekspos produk akademi, jurnal analisa dan jurnal smart. Seremoni kerja sama dilakukan di Gedung bundar Al Asy’ary Unisma kemarin.

Sinergi ini menjadi peluang bagi dosen maupun siswa untuk mengekspos hasil risetnya ke jurnal Balitbang Kementerian Agama RI. Rektor Unisma Prof Dr Maskuri MSi mengatakan ini merupakan jemput bola Balitbang Semarang ke Unisma. Ia mengajak para dosen dan akademisi untuk mengkaji penelitian. Ia juga turut mendorong agar mahasiswanya berkontribusi dalam pembuatan jurnal.

“Ini peluang, tidak harus membuat skripsi, tapi kalau sudah menulis jurnal yang sudah kita tetapkan, jurnal itulah yang akan kita ujikan. Mahasiswa tidak perlu menulis skripsi lagi, begitu juga mahasiswa S2 dia tidak perlu menulis tesis kalau mahasiswa memenuhi aturan rektor tentang penulisan jurnal. Begitu juga S3,” jelasnya.

Maskuri juga terus mengimbau mahasiswanya agar memanfaatkan peluang. Dengan begitu, ide-ide kreatif yang dimiliki mahasiswa terekspos. Apalagi, menurutnya peluang itu didukung dengan program MBKM yang strategis. “Kami juga hirilisasi hasil-hasil riset dan pengabdian masyarakat langsung dalam bentuk produk,” ujarnya. “Hilirisasi ini bukan hanya dalam bentuk buku, namun jadi sesuatu untuk memenuhi kebutuhan di masyarakat,” tandasnya. (rof/dik)

MALANG KOTA – Universitas Islam Malang (Unisma) menjalin kerja sama dengan Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Semarang Kemenag. Kerjasmaa ini dalam hal ekspos produk akademi, jurnal analisa dan jurnal smart. Seremoni kerja sama dilakukan di Gedung bundar Al Asy’ary Unisma kemarin.

Sinergi ini menjadi peluang bagi dosen maupun siswa untuk mengekspos hasil risetnya ke jurnal Balitbang Kementerian Agama RI. Rektor Unisma Prof Dr Maskuri MSi mengatakan ini merupakan jemput bola Balitbang Semarang ke Unisma. Ia mengajak para dosen dan akademisi untuk mengkaji penelitian. Ia juga turut mendorong agar mahasiswanya berkontribusi dalam pembuatan jurnal.

“Ini peluang, tidak harus membuat skripsi, tapi kalau sudah menulis jurnal yang sudah kita tetapkan, jurnal itulah yang akan kita ujikan. Mahasiswa tidak perlu menulis skripsi lagi, begitu juga mahasiswa S2 dia tidak perlu menulis tesis kalau mahasiswa memenuhi aturan rektor tentang penulisan jurnal. Begitu juga S3,” jelasnya.

Maskuri juga terus mengimbau mahasiswanya agar memanfaatkan peluang. Dengan begitu, ide-ide kreatif yang dimiliki mahasiswa terekspos. Apalagi, menurutnya peluang itu didukung dengan program MBKM yang strategis. “Kami juga hirilisasi hasil-hasil riset dan pengabdian masyarakat langsung dalam bentuk produk,” ujarnya. “Hilirisasi ini bukan hanya dalam bentuk buku, namun jadi sesuatu untuk memenuhi kebutuhan di masyarakat,” tandasnya. (rof/dik)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/