alexametrics
23 C
Malang
Saturday, 2 July 2022

Viral! Warga Paksa Petugas Pemakaman Jenazah Covid-19 Lepas APD

MALANG – Sebuah unggahan video berisi pemakaman jenazah diduga Covid-19 menghebohkan media sosial. Dalam video tersebut, warga memaksa petugas yang tengah melakukan proses pemakaman jenazah untuk melepas Alat Pelindung Diri (APD).

“Coploken ae, timbang di anu wong-wong engko, tambah panas kabeh. Coploken ae mantelmu, ora udan nggawe mantel,” teriak suara di dalam video tersebut.

(lepas aja, dari pada ditindak orang-orang nanti, malah tambah panas semua. Lepas saja mantelmu. Nggak hujan kok pakai mantel, red).

Petugas yang berjalan sembari dikerumuni warga tersebut tak melakukan perlawanan saat warga melepas APD yang dipakainya. Dalam video yang diunggah di Instagram oleh akun @teluuur 26 Agustus yang lalu itu telah mendapat like sebanyak 22.637.

Masih diunggahan tersebut, warga pun berteriak sahut menyahut meminta peti yang dipakai untuk mengangkut jenazah agar dibuka. Dalam keterangan, disebutkan bahwa kejadian tersebut berlokasi di Malang.

“Kejadian di Malang, astronot yang akan memakamkan jenazah terduga Covid-19 dilucuti mantelnya karena warga tidak percaya almarhum terkena corona,” tulis akun dengan follower 269K itu.

mantel hujan yang diduga milik petugas yang dipaksa warga melepas APD Covid-19. (screenshot akun Instagram @teluuur)

Disebutkan, pasien yang meninggal tersebut awalnya memeriksakan diri ke Rumah Sakit Abdul Rahman Saleh karena menderita diabetes sejak lama, dan hasil tes-nya pun negatif. Namun setelah dirujuk ke Rumah Sakit Saiful Anwar, pasien dinyatakan positif Covid-19 sehingga membuat pasien down dan meninggal.

“Pihak keluarga kemudian meminta hasil lab namun pihak rumah sakit tidak bisa menunjukkan dan penjelasannya dianggap bertele-tele yang membuat warga tidak terima,” tulis akun tersebut.

Selain menyertakan video, dalam unggahan tersebut juga terlihat mantel hujan yang diduga APD petugas pemakaman dibuang ke selokan dan dibakar. Hingga berita ini diturunkan, tim Radar Malang tengah menelusuri kebenaran video tersebut.

MALANG – Sebuah unggahan video berisi pemakaman jenazah diduga Covid-19 menghebohkan media sosial. Dalam video tersebut, warga memaksa petugas yang tengah melakukan proses pemakaman jenazah untuk melepas Alat Pelindung Diri (APD).

“Coploken ae, timbang di anu wong-wong engko, tambah panas kabeh. Coploken ae mantelmu, ora udan nggawe mantel,” teriak suara di dalam video tersebut.

(lepas aja, dari pada ditindak orang-orang nanti, malah tambah panas semua. Lepas saja mantelmu. Nggak hujan kok pakai mantel, red).

Petugas yang berjalan sembari dikerumuni warga tersebut tak melakukan perlawanan saat warga melepas APD yang dipakainya. Dalam video yang diunggah di Instagram oleh akun @teluuur 26 Agustus yang lalu itu telah mendapat like sebanyak 22.637.

Masih diunggahan tersebut, warga pun berteriak sahut menyahut meminta peti yang dipakai untuk mengangkut jenazah agar dibuka. Dalam keterangan, disebutkan bahwa kejadian tersebut berlokasi di Malang.

“Kejadian di Malang, astronot yang akan memakamkan jenazah terduga Covid-19 dilucuti mantelnya karena warga tidak percaya almarhum terkena corona,” tulis akun dengan follower 269K itu.

mantel hujan yang diduga milik petugas yang dipaksa warga melepas APD Covid-19. (screenshot akun Instagram @teluuur)

Disebutkan, pasien yang meninggal tersebut awalnya memeriksakan diri ke Rumah Sakit Abdul Rahman Saleh karena menderita diabetes sejak lama, dan hasil tes-nya pun negatif. Namun setelah dirujuk ke Rumah Sakit Saiful Anwar, pasien dinyatakan positif Covid-19 sehingga membuat pasien down dan meninggal.

“Pihak keluarga kemudian meminta hasil lab namun pihak rumah sakit tidak bisa menunjukkan dan penjelasannya dianggap bertele-tele yang membuat warga tidak terima,” tulis akun tersebut.

Selain menyertakan video, dalam unggahan tersebut juga terlihat mantel hujan yang diduga APD petugas pemakaman dibuang ke selokan dan dibakar. Hingga berita ini diturunkan, tim Radar Malang tengah menelusuri kebenaran video tersebut.

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/