alexametrics
21.4 C
Malang
Saturday, 28 May 2022

Libur Cuti Bersama, Perhatikan Tiga Titik Rawan Macet di Kota Malang

MALANG KOTA – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang memperkirakan ada tiga titik kemacetan di Kota Malang sehubungan libur panjang cuti bersama. Kemacetan bakal terjadi karena di Malang banyak destinasi wisata untuk tempat berlibur.

Seperti diketahui, pekan keempat Oktober 2020 masyarakat akan menikmati hari libur dan cuti bersama yang panjang. Sebanyak dua hari kerja yang ditetapkan menjadi hari cuti bersama, yakni 28 dan 30 Oktober dalam rangka perayaan Hari Besar Keagamaan Maulid Nabi Muhammad SAW. Dan tambahan dua hari libur akhir pekan, serta satu hari libur nasional. Libur panjang ini berpotensi menimbulkan kemacetan kendaraan di Malang sebagai salah satu tujuan lokasi wisata.

Kepala Dishub Kota Malang Handi Priyanto menuturkan, tiga titik yang rawan mengalami kemacetan panjang, yakni yang pertama, titik masuk Kota Malang utara. Tepatnya di sepanjang Jalan Raya Malang-Gempol atau dekatnya exit tol Mapan Seksi III Singosari.

“Di sana (exit tol Singosari) macet soalnya banyak kendaraan yang keluar. Makanya, setiap tahun, setiap liburan panjang selalu macet di titik ini dan ada antrean panjang kendaraan,” tutur Handi kepada Radar Malang yang dihubungi lewat telepon seluler, Selasa (27/10).

Untuk solusinya, Handi mengatakan, pihaknya sudah bekerja sama dengan PT Jasamarga Pandaan Malang selaku operator tol.

“Nantinya ketika hari Kamis (29/10) atau Rabu (28/10) malam, tidak semua kendaraan keluar dari exit tol seksi III Singosari. Jadi akan dibagi, sebagian ke exit tol Pakis dan Madyopuro,” jelas Handi.

Kedua, menurut Handi, titik kemacetan ada di sepanjang Jalan Ahmad Yani. Berdasarkan pengalaman Handi di liburan-liburan sebelumnya, sepanjang jalan itu selalu muncul antrean panjang yang menimbulkan kemacetan.

“Alasannya, ya karena di jalur (sepanjang Jalan Ahmad Yani) itu menjadi pintu keluar dan masuk ke Kota Malang. Kalau mau ke kota atau kabupaten lainnya pasti lewatnya sana. Terutama kendaraan roda empat,” kata Handi.

Handi pun mempunyai solusi untuk mengurai kemacetan di sepanjang Jalan Ahmad Yani. Yakni, menutup akses kendaraan dari Jalan Raden Intan yang akan menuju ke Jalan Ahmad Yani atau tepatnya penutupan jalan itu terjadi di bawah flyover Arjosari.

“Yang membuat macet itu adalah antrean di traffic light. Terutama kendaraan dari Jalan Raden Intan ke Jalan Ahmad Yani utara atau ke Karangploso. Nah nanti di bawah flyover itu kami tutup. Jadi yang dari Raden Inten harus belok kiri menuju ke Kota Malang tidak bisa langsung ke Karangploso,” kata dia.

Solusi ketiga yang dijalankan, ujar Handi adalah sepanjang Jalan MT Haryono dan Jalan Tlogomas. Handi menuturkan di sepanjang dua jalan itu, macet karena merupakan akses jalan yang umum digunakan warga untuk ke Kota Batu.

“Dan setiap kali di titik itu pasti macet bareng momen liburan seperti besok (hari ini) itu,” tandasnya.

Handi menuturkan, solusi untuk mengurai potensi kemacetan tersebut maka personel Dishub Kota Malang sebanyak 15 orang akan dikerahkan di titik itu.

Tugasnya adalah mereka memantau. Jika ada antrean panjang di dua jalan itu, sebagian kendaraan akan diarahkan ke Jalan Gajayana sebagai jalur alternatif.

“Jadi sudah kami siapkan skenarionya dan nanti akan kami arahkan ke Jalan Gajayana sebagian terutama roda dua dan roda empat sebagian,” ujar dia.

Pewarta: Errica Vannie

MALANG KOTA – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang memperkirakan ada tiga titik kemacetan di Kota Malang sehubungan libur panjang cuti bersama. Kemacetan bakal terjadi karena di Malang banyak destinasi wisata untuk tempat berlibur.

Seperti diketahui, pekan keempat Oktober 2020 masyarakat akan menikmati hari libur dan cuti bersama yang panjang. Sebanyak dua hari kerja yang ditetapkan menjadi hari cuti bersama, yakni 28 dan 30 Oktober dalam rangka perayaan Hari Besar Keagamaan Maulid Nabi Muhammad SAW. Dan tambahan dua hari libur akhir pekan, serta satu hari libur nasional. Libur panjang ini berpotensi menimbulkan kemacetan kendaraan di Malang sebagai salah satu tujuan lokasi wisata.

Kepala Dishub Kota Malang Handi Priyanto menuturkan, tiga titik yang rawan mengalami kemacetan panjang, yakni yang pertama, titik masuk Kota Malang utara. Tepatnya di sepanjang Jalan Raya Malang-Gempol atau dekatnya exit tol Mapan Seksi III Singosari.

“Di sana (exit tol Singosari) macet soalnya banyak kendaraan yang keluar. Makanya, setiap tahun, setiap liburan panjang selalu macet di titik ini dan ada antrean panjang kendaraan,” tutur Handi kepada Radar Malang yang dihubungi lewat telepon seluler, Selasa (27/10).

Untuk solusinya, Handi mengatakan, pihaknya sudah bekerja sama dengan PT Jasamarga Pandaan Malang selaku operator tol.

“Nantinya ketika hari Kamis (29/10) atau Rabu (28/10) malam, tidak semua kendaraan keluar dari exit tol seksi III Singosari. Jadi akan dibagi, sebagian ke exit tol Pakis dan Madyopuro,” jelas Handi.

Kedua, menurut Handi, titik kemacetan ada di sepanjang Jalan Ahmad Yani. Berdasarkan pengalaman Handi di liburan-liburan sebelumnya, sepanjang jalan itu selalu muncul antrean panjang yang menimbulkan kemacetan.

“Alasannya, ya karena di jalur (sepanjang Jalan Ahmad Yani) itu menjadi pintu keluar dan masuk ke Kota Malang. Kalau mau ke kota atau kabupaten lainnya pasti lewatnya sana. Terutama kendaraan roda empat,” kata Handi.

Handi pun mempunyai solusi untuk mengurai kemacetan di sepanjang Jalan Ahmad Yani. Yakni, menutup akses kendaraan dari Jalan Raden Intan yang akan menuju ke Jalan Ahmad Yani atau tepatnya penutupan jalan itu terjadi di bawah flyover Arjosari.

“Yang membuat macet itu adalah antrean di traffic light. Terutama kendaraan dari Jalan Raden Intan ke Jalan Ahmad Yani utara atau ke Karangploso. Nah nanti di bawah flyover itu kami tutup. Jadi yang dari Raden Inten harus belok kiri menuju ke Kota Malang tidak bisa langsung ke Karangploso,” kata dia.

Solusi ketiga yang dijalankan, ujar Handi adalah sepanjang Jalan MT Haryono dan Jalan Tlogomas. Handi menuturkan di sepanjang dua jalan itu, macet karena merupakan akses jalan yang umum digunakan warga untuk ke Kota Batu.

“Dan setiap kali di titik itu pasti macet bareng momen liburan seperti besok (hari ini) itu,” tandasnya.

Handi menuturkan, solusi untuk mengurai potensi kemacetan tersebut maka personel Dishub Kota Malang sebanyak 15 orang akan dikerahkan di titik itu.

Tugasnya adalah mereka memantau. Jika ada antrean panjang di dua jalan itu, sebagian kendaraan akan diarahkan ke Jalan Gajayana sebagai jalur alternatif.

“Jadi sudah kami siapkan skenarionya dan nanti akan kami arahkan ke Jalan Gajayana sebagian terutama roda dua dan roda empat sebagian,” ujar dia.

Pewarta: Errica Vannie

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/