alexametrics
22.4 C
Malang
Tuesday, 17 May 2022

Pendonor Plasma Bertambah, PMI Kota Malang Kewalahan Melayani

MALANG KOTA – Ajakan PMI Kota Malang pada pasien Covid-19 yang sudah sembuh untuk ikut donor plasma mendapatkan sambutan cukup baik. Bahkan, antusiasme penyintas tersebut menyebabkan kit yang dimiliki PMI semakin menipis.

“Kami ajak pasien Covid-19 yang sudah sembuh untuk ikut donor. Kami juga edukasi bagaimana masyarakat yang sakit Covid-18 sudah sembuh agar mendonorkan plasmanya. Alhamdulillah, pendonor lumayan banyak sampai kami kesulitan memenuhi kit (peralatan untuk kebutuhan donor plasma konvalensen). Makanya kami kewalahan belum bisa melayani semua,” ujar Kabid Pelayanan PMI Kota Malang Heri Suwarsono, Senin (28/12).

Meskipun pendonor banyak, namun jumlah ini tidak sebanding dengan permintaan dari rumah sakit. “Permintaan plasma banyak sekali. Selain terbatasnya kit, tidak semua pendonor pasti lolos,” ujar dia.

Sementara itu, dr Ariani MKes SpA(K), founder Komunitas Pendonor Plasma Konvalesen, mengatakan bahwa saat ini, baik dokter, maupun tenaga kesehatan dan banyak orang baik, sedang berusaha keras menolong pasien. Sehingga berharap para penyintas atau survivor yang sudah sembuh dari Covid-19 dengan memenuhi kriteria bisa bergabung membantu pertarungan mereka mengalahkan virus dan memberi senyum pada banyak wajah.

Kriteria pendonor antara lain ada enam. Yang pertama pernah terdiagnosis konfirmasi Covid-19 melalui hasil swab PCR atau swab antigen. Kedua telah terbebas dari gejala-gejala Covid-19. “Gejalanya seperti batuk, demam, sesak napas, dan diare setidaknya sudah 14 hari,” terang dia.

Ketiga berusia 18 hingga 60 tahun. Keempat laki-laki atau wanita yang belum pernah hamil. Kelima berat badan minimal 55kg. Dan yang terakhir adalah tidak memiliki penyakit kronis. “Penyakit kronis itu seperti gagal ginjal, jantung, kanker, kencing manis, dan darah tinggi tidak terkontrol,” paparnya.

Plasma darah sendiri adalah komponen di dalam darah yang berwarna kekuningan. “Di dalam plasma anda yang telah sembuh dari Covid-19, terdapat antibodi spesifik yang dapat membantu melawan virus Covid SARS-CoV2. Sehingga kami berharap mereka dapat bergabung dengan komunitas pendonor darah plasma konvalesen agar lebih memudahkan jika sewaktu-waktu terdapat pasien Covid-19 yang membutuhkan donor plasma konvalesen sesegera mungkin,” ujarnya.

Untuk kegiatan saat ini, Ariani mengatakan, komunitas sedang fokus dalam pembuatan database pendonor plasma konvalesen dari penyintas Covid-19.

Pewarta: Errica Vannie

MALANG KOTA – Ajakan PMI Kota Malang pada pasien Covid-19 yang sudah sembuh untuk ikut donor plasma mendapatkan sambutan cukup baik. Bahkan, antusiasme penyintas tersebut menyebabkan kit yang dimiliki PMI semakin menipis.

“Kami ajak pasien Covid-19 yang sudah sembuh untuk ikut donor. Kami juga edukasi bagaimana masyarakat yang sakit Covid-18 sudah sembuh agar mendonorkan plasmanya. Alhamdulillah, pendonor lumayan banyak sampai kami kesulitan memenuhi kit (peralatan untuk kebutuhan donor plasma konvalensen). Makanya kami kewalahan belum bisa melayani semua,” ujar Kabid Pelayanan PMI Kota Malang Heri Suwarsono, Senin (28/12).

Meskipun pendonor banyak, namun jumlah ini tidak sebanding dengan permintaan dari rumah sakit. “Permintaan plasma banyak sekali. Selain terbatasnya kit, tidak semua pendonor pasti lolos,” ujar dia.

Sementara itu, dr Ariani MKes SpA(K), founder Komunitas Pendonor Plasma Konvalesen, mengatakan bahwa saat ini, baik dokter, maupun tenaga kesehatan dan banyak orang baik, sedang berusaha keras menolong pasien. Sehingga berharap para penyintas atau survivor yang sudah sembuh dari Covid-19 dengan memenuhi kriteria bisa bergabung membantu pertarungan mereka mengalahkan virus dan memberi senyum pada banyak wajah.

Kriteria pendonor antara lain ada enam. Yang pertama pernah terdiagnosis konfirmasi Covid-19 melalui hasil swab PCR atau swab antigen. Kedua telah terbebas dari gejala-gejala Covid-19. “Gejalanya seperti batuk, demam, sesak napas, dan diare setidaknya sudah 14 hari,” terang dia.

Ketiga berusia 18 hingga 60 tahun. Keempat laki-laki atau wanita yang belum pernah hamil. Kelima berat badan minimal 55kg. Dan yang terakhir adalah tidak memiliki penyakit kronis. “Penyakit kronis itu seperti gagal ginjal, jantung, kanker, kencing manis, dan darah tinggi tidak terkontrol,” paparnya.

Plasma darah sendiri adalah komponen di dalam darah yang berwarna kekuningan. “Di dalam plasma anda yang telah sembuh dari Covid-19, terdapat antibodi spesifik yang dapat membantu melawan virus Covid SARS-CoV2. Sehingga kami berharap mereka dapat bergabung dengan komunitas pendonor darah plasma konvalesen agar lebih memudahkan jika sewaktu-waktu terdapat pasien Covid-19 yang membutuhkan donor plasma konvalesen sesegera mungkin,” ujarnya.

Untuk kegiatan saat ini, Ariani mengatakan, komunitas sedang fokus dalam pembuatan database pendonor plasma konvalesen dari penyintas Covid-19.

Pewarta: Errica Vannie

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/