alexametrics
22.2 C
Malang
Friday, 27 May 2022

9 Kelurahan Kota Malang dengan Angka Stunting Tinggi, Cek!

MALANG KOTA – Permasalahan stunting di Kota Malang tercatat terus mengalami penurunan mulai tahun 2018. Akan tetapi masih ada beberapa kelurahan di Kota Malang yang jumlah stuntingnya lebih banyak dibandingkan kelurahan lain.

Hal ini terungkap dalam kegiatan Rembuk Stunting : Strategi Konvergensi Pencegahan Stunting Terintegrasi di Kota Malang hari ini, Kamis (29/4). Kepala Dinas Kesehatan dr Husnul Muarif memaparkan ada 9 kelurahan yang harus dilakukan intervensi masif.

“Kelurahan Bareng, Cemorokandang, Kiduldalem, Pandanwangi, Sumbersari, Mulyorejo, Samaan, Kotalama dan Merjosari,” sebut dr Husnul Muarif.

Husnul mengatakan, ada komitmen Pemkot Malang dan perangkat daerah terkait untuk program kegiatan penurunan stunting yang akan dimuat dalam rancangan akhir RKPD tahun 2022. Acara kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara hasil kesepakatan Rembuk Stunting, yang ditandatangani oleh perangkat daerah terkait.

Dalam acara tersebut hadir analisator situasi, kepala perangkat daerah, ketua TP PKK beserta jajaran, kepala puskesmas, direktur rumah sakit, ketua jurusan ilmu gizi Universitas Brawijaya, ketua organisasi profesi dan ketua organisasi masyarakat di Kota Malang.

Pewarta: Intan Refa Septiana

MALANG KOTA – Permasalahan stunting di Kota Malang tercatat terus mengalami penurunan mulai tahun 2018. Akan tetapi masih ada beberapa kelurahan di Kota Malang yang jumlah stuntingnya lebih banyak dibandingkan kelurahan lain.

Hal ini terungkap dalam kegiatan Rembuk Stunting : Strategi Konvergensi Pencegahan Stunting Terintegrasi di Kota Malang hari ini, Kamis (29/4). Kepala Dinas Kesehatan dr Husnul Muarif memaparkan ada 9 kelurahan yang harus dilakukan intervensi masif.

“Kelurahan Bareng, Cemorokandang, Kiduldalem, Pandanwangi, Sumbersari, Mulyorejo, Samaan, Kotalama dan Merjosari,” sebut dr Husnul Muarif.

Husnul mengatakan, ada komitmen Pemkot Malang dan perangkat daerah terkait untuk program kegiatan penurunan stunting yang akan dimuat dalam rancangan akhir RKPD tahun 2022. Acara kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara hasil kesepakatan Rembuk Stunting, yang ditandatangani oleh perangkat daerah terkait.

Dalam acara tersebut hadir analisator situasi, kepala perangkat daerah, ketua TP PKK beserta jajaran, kepala puskesmas, direktur rumah sakit, ketua jurusan ilmu gizi Universitas Brawijaya, ketua organisasi profesi dan ketua organisasi masyarakat di Kota Malang.

Pewarta: Intan Refa Septiana

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/