alexametrics
20.8 C
Malang
Sunday, 22 May 2022

Ogah Urus Perpanjangan Izin Pajak, 22 Reklame Bermasalah Kena Semprit

MALANG KOTA- Sebanyak 22 papan reklame dan baliho yang tersebar di Kota Malang kena semprit Satpol PP. Ini karena sejumlah pelanggaran. Di antaranya izin yang belum diperpanjang, papan besi tidak terawat, hingga konstruksinya hampir roboh.

Reklame yang bermasalah tersebut ukurannya beragam. Namun rata-rata ukuran 2 × 3 meter dan tinggi tiang 6 meter ke atas. Sebagain dari reklame itu telah dibongkar. Sebagian hanya diberi banner atau stiker “dalam pengawasan” pada papannya.”Pemberian peringatan ini selama 10 hari dulu, lewat itu, masih ada 2 atau 3 hari lagi,” kata Kasi Operasi Satpol PP Kota Malang Anton Viera kemarin (28/4).

Penegakan ini mengacu pada Perda nomor 4 tahun 2006 tentang Penyelenggaraan Reklame dan Perda nomor 27 tahun 2015 tentang Penataan Reklame. Yakni ada mekanisme untuk pemberian teguran berupa pemasangan banner atau stiker “dalam pengawasan” pada papannya. Tentunya, semua data mereka yang ”offside” itu berasal dari Dinas Tenaga Kerja, Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Disnaker-PMPTSP) Kota Malang. Mereka yang kena tindak ialah reklame yang sudah tidak berlaku izinnya dan tidak diperpanjang oleh pemilik.

Dalam masa waktu tersebut, pihaknya memberikan waktu untuk konfirmasi atau datang ke Satpol PP memberitahukan sebab mereka tidak membayar pajak dan memperpanjang izin. Namun demikian, batas waktu tersebut pihaknya akan langsung mengeksekusi reklame tersebut. “Tapi tidak langsung dirobohkan, tapi dicopot media atau papannya, pelan-pelan,” tambah Anton. Jumlahnya yang sudah dieksekusi selama ini adalah enam. Satu di antara jumlah itu oleh mantan Kepala UPT Damkar Kota Malang itu sudah memberikan konfirmasi dan datang ke kantor.

Namun demikian, ada juga yang tanpa pemasangan peringatan langsung dibongkar. Ialah pada reklame yang oleh pemiliknya tidak dirawat sehingga berkarat dan mengganggu pemandangan. Selain itu juga yang membahayakan pengendara di jalan seperti sudah miring atau rawan roboh bila diterpa angin. Salah satunya pada sebuah reklame yang ada di Jalan Letjen S Parman, Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing yang dibongkar pada 14 Februari 2022 lalu. Papan tersebut sudah miring 20 derajat dan media yang terbuat dari seng mengelupas, sehingga membahayakan pengendara apabila musim hujan turun. (biy/abm)

 

MALANG KOTA- Sebanyak 22 papan reklame dan baliho yang tersebar di Kota Malang kena semprit Satpol PP. Ini karena sejumlah pelanggaran. Di antaranya izin yang belum diperpanjang, papan besi tidak terawat, hingga konstruksinya hampir roboh.

Reklame yang bermasalah tersebut ukurannya beragam. Namun rata-rata ukuran 2 × 3 meter dan tinggi tiang 6 meter ke atas. Sebagain dari reklame itu telah dibongkar. Sebagian hanya diberi banner atau stiker “dalam pengawasan” pada papannya.”Pemberian peringatan ini selama 10 hari dulu, lewat itu, masih ada 2 atau 3 hari lagi,” kata Kasi Operasi Satpol PP Kota Malang Anton Viera kemarin (28/4).

Penegakan ini mengacu pada Perda nomor 4 tahun 2006 tentang Penyelenggaraan Reklame dan Perda nomor 27 tahun 2015 tentang Penataan Reklame. Yakni ada mekanisme untuk pemberian teguran berupa pemasangan banner atau stiker “dalam pengawasan” pada papannya. Tentunya, semua data mereka yang ”offside” itu berasal dari Dinas Tenaga Kerja, Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Disnaker-PMPTSP) Kota Malang. Mereka yang kena tindak ialah reklame yang sudah tidak berlaku izinnya dan tidak diperpanjang oleh pemilik.

Dalam masa waktu tersebut, pihaknya memberikan waktu untuk konfirmasi atau datang ke Satpol PP memberitahukan sebab mereka tidak membayar pajak dan memperpanjang izin. Namun demikian, batas waktu tersebut pihaknya akan langsung mengeksekusi reklame tersebut. “Tapi tidak langsung dirobohkan, tapi dicopot media atau papannya, pelan-pelan,” tambah Anton. Jumlahnya yang sudah dieksekusi selama ini adalah enam. Satu di antara jumlah itu oleh mantan Kepala UPT Damkar Kota Malang itu sudah memberikan konfirmasi dan datang ke kantor.

Namun demikian, ada juga yang tanpa pemasangan peringatan langsung dibongkar. Ialah pada reklame yang oleh pemiliknya tidak dirawat sehingga berkarat dan mengganggu pemandangan. Selain itu juga yang membahayakan pengendara di jalan seperti sudah miring atau rawan roboh bila diterpa angin. Salah satunya pada sebuah reklame yang ada di Jalan Letjen S Parman, Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing yang dibongkar pada 14 Februari 2022 lalu. Papan tersebut sudah miring 20 derajat dan media yang terbuat dari seng mengelupas, sehingga membahayakan pengendara apabila musim hujan turun. (biy/abm)

 

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/