alexametrics
22.9 C
Malang
Wednesday, 18 May 2022

Patuhi Aturan, Begawan Apartment Segera Bangun Jembatan di Tlogomas

MALANG KOTA – Satu per satu problem yang sempat menghinggapi Begawan Apartment mulai terurai. Diawali dengan polemik dengan warga di RW 7 Kelurahan Tlogomas terkait janji pembangunan punden di sana.

Beberapa anggota Komisi C DPRD Kota Malang yang sempat mendatangi Begawan Apartment beberapa waktu lalu sudah menjanjikan proses mediasi antara kedua belah pihak. Di sisi lain, pihak apartemen juga sudah menyetujui tahap renovasi ruang gamelan di punden tersebut.

Mereka mengaku sudah menemui juru kunci di punden tersebut dan membicarakannya lebih lanjut. Berikutnya, kejelasan terkait analisis dampak lalu lintas (andalalin) Begawan Apartment juga mulai terjawab. Seperti diketahui, andalalin di sana sempat mengundang pertanyaan.

Hal itu bermula dari keluhan beberapa pengendara soal operasional apartemen tersebut. Marka jalan di depan Begawan Apartment memang utuh. Sesuai aturan, pengendara harusnya dilarang melintasi marka jalan tersebut. Terlebih untuk kendaraan dari arah timur atau dari arah Dinoyo yang semestinya dilarang berbelok langsung menuju apartemen.

Beranjak dari kondisi itu, anggota Komisi C DPRD Kota Malang telah meminta pihak Begawan untuk menyerahkan beberapa dokumen perizinan Senin lalu (24/5). Marketing Communication (Marcomm) Begawan Apartment Deskarina Mahardhika memastikan jika pihaknya telah menyerahkan dokumen perizinan seperti andalalin ke anggota dewan.

”Melalui Legal Officer kami, Pak Angga, paginya datang ke sana (DPRD) untuk menyerahkan apa yang diminta,” kata dia.

Karin–sapaan karibnya– juga menjelaskan bila beberapa poin yang dipermasalahkan seperti marka dan lampu rotari sudah diberi penjelasan dalam surat tersebut.

Dia juga mengklaim bila beberapa rekomendasi telah dilaksanakan pihaknya. Salah satunya yakni pendirian pos penjagaan yang berada di selatan apartemen. Dia menambahkan, pihaknya juga sudah menggelar rapat internal lanjutan terkait penerapan andalalin. Beranjak dari rekomendasi yang telah dikeluarkan Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Timur.

”Kami juga menunggu saran DPRD seperti apa terkait andalalin ini,” tambah dia. Sebelumnya, memang ada kekhawatiran soal kemacetan dan potensi kecelakaan di depan apartemen tersebut.

Sementara itu, anggota Komisi C DPRD Kota Malang Ahmad Fuad turut mengonfirmasi penyerahan berkas perizinan seperti andalalin dari Begawan Apartment. Dokumen andalalin yang diberikan menurutnya cukup jelas dan telah keluar sejak 12 Februari 2018 silam. Meski begitu, ada beberapa catatan penting dari pihaknya soal penerapan andalalin itu. Khususnya soal upaya mengurai kemacetan.

”Rencananya, mereka (Begawan) itu ada upaya penguraian kemacetan dengan membangun jembatan,” kata Fuad.

Rencana pembangunan jembatan, dia menambahkan, bakal menghubungkan Jalan Tlogomas hingga Jalan Saxophone. Proyek itu nantinya akan dikoordinasikan pihak Begawan Apartment dengan Pemkot Malang. Kabar terakhir, Fuad menyebut bila pihak Begawan Apartment sudah mempersiapkan tender untuk pembangunan jembatan tersebut. Targetnya, akhir tahun ini jembatan itu dapat diresmikan. Secara umum, pria asal Kendari itu hanya ingin andalalin yang dimiliki benar-benar dipatuhi oleh Begawan Apartment.

Salah satunya yakni rekomendasi dari Dishub Provinsi Jatim untuk memasang warning light atau lampu rotari yang saat ini belum terpasang di sana. Sebab, menurutnya, itu merupakan salah satu syarat agar andalalin benar-benar dilaksanakan.

Berdasarkan pantauan pihaknya dan kroscek terhadap dokumen perizinan Begawan Apartment, ada beberapa poin yang kini harus segera dioperasionalkan selain pemasangan warning light sebanyak dua buah sebelum tikungan. Berikutnya yakni penyiapan traffic cone sebanyak 20 buah dan traffic barrier sebanyak 5 buah. Masukan itu disampaikan karena dari hasil pengamatan sebelumnya, upaya-upaya itu memang belum diterapkan Begawan Apartment.

”Kami harap ini jadi bahan evaluasi juga ya. Jangan sampai ada keluhan dari warga terkait seringnya macet yang disebabkan kendaraan dari arah timur mau belok ke Begawan,” bebernya.

Sementara itu, dari pantauan Jawa Pos Radar Malang kemarin siang (28/5), marka jalan di depan Begawan Apartment memang utuh. Beberapa kendaraan yang ingin masuk ke Begawan dari arah timur kadang menyebabkan kemacetan. Utamanya kendaraan roda empat yang ketika hendak berbelok kerap berhenti cukup lama karena harus menunggu peralihan arus. Selain itu, warning light yang direkomendasikan anggota dewan belum ada yang terpasang di sana.

Di tempat lain, Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Malang Heru Mulyono menyebut andalalin di sana memang mendapat atensinya. Terlebih soal kemacetan. ”Tapi di sana jalannya milik provinsi, jadi ya kami hingga sekarang belum tahu apakah melanggar andalalin atau tidak,” kata dia.

Mantan Camat Klojen itu menyebut bila kendaraan memang bisa saja berbelok ke Begawan Apartment dengan melintasi markah tersebut. Namun, harus ada kajian dan persyaratan seperti uji kemacetan terlebih dahulu. Jika memang izin tersebut sudah dikantongi Begawan Apartment, maka bisa saja kendaraan dari arah timur memotong jalurnya, meski markah jalannya utuh.

Sementara itu, Jawa Pos Radar Malang kemarin juga mencoba mengonfirmasi Kepala Dishub Provinsi Jatim Nyono. Sayangnya, dia mengaku belum mengetahui lebih lanjut soal kepatuhan andalalin dari Begawan Apartment. Yang jelas, menurutnya, dokumen andalalin untuk apartemen itu memang sudah terbit 2018 lalu dan ditandatangani oleh Wahid Wahyudi, kepala Dishub Jatim saat itu. ”Saya belum tahu perkembangannya sekarang,” kata dia singkat. (adn/by/rmc)

MALANG KOTA – Satu per satu problem yang sempat menghinggapi Begawan Apartment mulai terurai. Diawali dengan polemik dengan warga di RW 7 Kelurahan Tlogomas terkait janji pembangunan punden di sana.

Beberapa anggota Komisi C DPRD Kota Malang yang sempat mendatangi Begawan Apartment beberapa waktu lalu sudah menjanjikan proses mediasi antara kedua belah pihak. Di sisi lain, pihak apartemen juga sudah menyetujui tahap renovasi ruang gamelan di punden tersebut.

Mereka mengaku sudah menemui juru kunci di punden tersebut dan membicarakannya lebih lanjut. Berikutnya, kejelasan terkait analisis dampak lalu lintas (andalalin) Begawan Apartment juga mulai terjawab. Seperti diketahui, andalalin di sana sempat mengundang pertanyaan.

Hal itu bermula dari keluhan beberapa pengendara soal operasional apartemen tersebut. Marka jalan di depan Begawan Apartment memang utuh. Sesuai aturan, pengendara harusnya dilarang melintasi marka jalan tersebut. Terlebih untuk kendaraan dari arah timur atau dari arah Dinoyo yang semestinya dilarang berbelok langsung menuju apartemen.

Beranjak dari kondisi itu, anggota Komisi C DPRD Kota Malang telah meminta pihak Begawan untuk menyerahkan beberapa dokumen perizinan Senin lalu (24/5). Marketing Communication (Marcomm) Begawan Apartment Deskarina Mahardhika memastikan jika pihaknya telah menyerahkan dokumen perizinan seperti andalalin ke anggota dewan.

”Melalui Legal Officer kami, Pak Angga, paginya datang ke sana (DPRD) untuk menyerahkan apa yang diminta,” kata dia.

Karin–sapaan karibnya– juga menjelaskan bila beberapa poin yang dipermasalahkan seperti marka dan lampu rotari sudah diberi penjelasan dalam surat tersebut.

Dia juga mengklaim bila beberapa rekomendasi telah dilaksanakan pihaknya. Salah satunya yakni pendirian pos penjagaan yang berada di selatan apartemen. Dia menambahkan, pihaknya juga sudah menggelar rapat internal lanjutan terkait penerapan andalalin. Beranjak dari rekomendasi yang telah dikeluarkan Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Timur.

”Kami juga menunggu saran DPRD seperti apa terkait andalalin ini,” tambah dia. Sebelumnya, memang ada kekhawatiran soal kemacetan dan potensi kecelakaan di depan apartemen tersebut.

Sementara itu, anggota Komisi C DPRD Kota Malang Ahmad Fuad turut mengonfirmasi penyerahan berkas perizinan seperti andalalin dari Begawan Apartment. Dokumen andalalin yang diberikan menurutnya cukup jelas dan telah keluar sejak 12 Februari 2018 silam. Meski begitu, ada beberapa catatan penting dari pihaknya soal penerapan andalalin itu. Khususnya soal upaya mengurai kemacetan.

”Rencananya, mereka (Begawan) itu ada upaya penguraian kemacetan dengan membangun jembatan,” kata Fuad.

Rencana pembangunan jembatan, dia menambahkan, bakal menghubungkan Jalan Tlogomas hingga Jalan Saxophone. Proyek itu nantinya akan dikoordinasikan pihak Begawan Apartment dengan Pemkot Malang. Kabar terakhir, Fuad menyebut bila pihak Begawan Apartment sudah mempersiapkan tender untuk pembangunan jembatan tersebut. Targetnya, akhir tahun ini jembatan itu dapat diresmikan. Secara umum, pria asal Kendari itu hanya ingin andalalin yang dimiliki benar-benar dipatuhi oleh Begawan Apartment.

Salah satunya yakni rekomendasi dari Dishub Provinsi Jatim untuk memasang warning light atau lampu rotari yang saat ini belum terpasang di sana. Sebab, menurutnya, itu merupakan salah satu syarat agar andalalin benar-benar dilaksanakan.

Berdasarkan pantauan pihaknya dan kroscek terhadap dokumen perizinan Begawan Apartment, ada beberapa poin yang kini harus segera dioperasionalkan selain pemasangan warning light sebanyak dua buah sebelum tikungan. Berikutnya yakni penyiapan traffic cone sebanyak 20 buah dan traffic barrier sebanyak 5 buah. Masukan itu disampaikan karena dari hasil pengamatan sebelumnya, upaya-upaya itu memang belum diterapkan Begawan Apartment.

”Kami harap ini jadi bahan evaluasi juga ya. Jangan sampai ada keluhan dari warga terkait seringnya macet yang disebabkan kendaraan dari arah timur mau belok ke Begawan,” bebernya.

Sementara itu, dari pantauan Jawa Pos Radar Malang kemarin siang (28/5), marka jalan di depan Begawan Apartment memang utuh. Beberapa kendaraan yang ingin masuk ke Begawan dari arah timur kadang menyebabkan kemacetan. Utamanya kendaraan roda empat yang ketika hendak berbelok kerap berhenti cukup lama karena harus menunggu peralihan arus. Selain itu, warning light yang direkomendasikan anggota dewan belum ada yang terpasang di sana.

Di tempat lain, Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Malang Heru Mulyono menyebut andalalin di sana memang mendapat atensinya. Terlebih soal kemacetan. ”Tapi di sana jalannya milik provinsi, jadi ya kami hingga sekarang belum tahu apakah melanggar andalalin atau tidak,” kata dia.

Mantan Camat Klojen itu menyebut bila kendaraan memang bisa saja berbelok ke Begawan Apartment dengan melintasi markah tersebut. Namun, harus ada kajian dan persyaratan seperti uji kemacetan terlebih dahulu. Jika memang izin tersebut sudah dikantongi Begawan Apartment, maka bisa saja kendaraan dari arah timur memotong jalurnya, meski markah jalannya utuh.

Sementara itu, Jawa Pos Radar Malang kemarin juga mencoba mengonfirmasi Kepala Dishub Provinsi Jatim Nyono. Sayangnya, dia mengaku belum mengetahui lebih lanjut soal kepatuhan andalalin dari Begawan Apartment. Yang jelas, menurutnya, dokumen andalalin untuk apartemen itu memang sudah terbit 2018 lalu dan ditandatangani oleh Wahid Wahyudi, kepala Dishub Jatim saat itu. ”Saya belum tahu perkembangannya sekarang,” kata dia singkat. (adn/by/rmc)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/