alexametrics
21.5 C
Malang
Saturday, 21 May 2022

Kirim Pesan Untuk Wali Kota Malang, SBMI Gelar Orasi dan Tahlilan

MALANG KOTA – Anggota Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Malang menggelar aksi di depan gedung dewan yang bersebelahan dengan Balai Kota Malang Selasa (29/6). Selain diwarnai dengan orasi, peserta aksi juga menggelar tahlilan. Mereka menyampaikan pesan agar Wali Kota Malang Sutiaji lebih peduli dan peka terhadap nasib para calon pekerja migran.

Juru Bicara SBMI Malang Dina Nuryati mengatakan, pihaknya memprotes langkah Pemkot Malang yang justru dianggap lebih berpihak ke PT CKS dalam kasus kaburnya lima calon PMI (pekerja migran Indonesia) dari tempat penampungan PT CKS awal Juni lalu. Sementara mereka belum mengetahui bahwa para korban telah mendapat perlakuan tidak baik di tempat penampungan tersebut.

Untuk itu, SBMI Malang mendesak Wali Kota Malang lebih mendengarkan suara dan aspirasi buruh. ”Kami malah melihat Pak Wali mendukung PT CKS (Central Karya Semesta) sebagai pahlawan devisa, itu justru menyakiti hati kami,” katanya.

Dina menambahkan, tahlilan dan aksi ini bertujuan untuk membuka hati nurani pengambil kebijakan di Kota Malang. Tanpa itu, kasus itu dianggapnya akan terulang kembali. Dia tak ingin para phlawan devisa negara mendapat perlakuan buruk dari Balai Latihan Kerja (BLK).

Dalam aksi tersebut, Dina juga menanyakan pengawasan Pemkot Malang terhadap BLK lain seperti apa. Apalagi, pihaknya menemukan beberapa kejanggalan dengan adanya calon PMI dari daerah lain. ”Bahkan kami menerima laporan dari teman-teman kami diharuskan membayar uang ke BLK sampai Rp 21 juta,” tutupnya

Pewarta: Aditya Novrian

MALANG KOTA – Anggota Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Malang menggelar aksi di depan gedung dewan yang bersebelahan dengan Balai Kota Malang Selasa (29/6). Selain diwarnai dengan orasi, peserta aksi juga menggelar tahlilan. Mereka menyampaikan pesan agar Wali Kota Malang Sutiaji lebih peduli dan peka terhadap nasib para calon pekerja migran.

Juru Bicara SBMI Malang Dina Nuryati mengatakan, pihaknya memprotes langkah Pemkot Malang yang justru dianggap lebih berpihak ke PT CKS dalam kasus kaburnya lima calon PMI (pekerja migran Indonesia) dari tempat penampungan PT CKS awal Juni lalu. Sementara mereka belum mengetahui bahwa para korban telah mendapat perlakuan tidak baik di tempat penampungan tersebut.

Untuk itu, SBMI Malang mendesak Wali Kota Malang lebih mendengarkan suara dan aspirasi buruh. ”Kami malah melihat Pak Wali mendukung PT CKS (Central Karya Semesta) sebagai pahlawan devisa, itu justru menyakiti hati kami,” katanya.

Dina menambahkan, tahlilan dan aksi ini bertujuan untuk membuka hati nurani pengambil kebijakan di Kota Malang. Tanpa itu, kasus itu dianggapnya akan terulang kembali. Dia tak ingin para phlawan devisa negara mendapat perlakuan buruk dari Balai Latihan Kerja (BLK).

Dalam aksi tersebut, Dina juga menanyakan pengawasan Pemkot Malang terhadap BLK lain seperti apa. Apalagi, pihaknya menemukan beberapa kejanggalan dengan adanya calon PMI dari daerah lain. ”Bahkan kami menerima laporan dari teman-teman kami diharuskan membayar uang ke BLK sampai Rp 21 juta,” tutupnya

Pewarta: Aditya Novrian

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/