alexametrics
21 C
Malang
Wednesday, 10 August 2022

Satpol PP Bakal Sering Razia Waria

MALANG KOTA – Akhir-akhir ini, Satpol PP Kota Malang makin gencar memburu penyakit masyarakat (pekat) yang terkait dengan prostitusi. Dalam waktu dekat mereka juga akan meningkatkan intensitas razia terhadap waria di Kota Malang. Itu setelah ditemukannya satu waria pengidap HIV/AIDS yang terjaring operasi pekat pada 18 Juni 2022.

Seperti diketahui, Operasi pekat yang dilakukan pada Sabtu malam itu menjaring Pekerja Seks Komersial (PSK) jalanan maupun yang menawarkan jasa melalui media sosial (online).  Empat PSK perempuan dan satu waria terjaring di  Jalan Pajajaran dan di dekat Hotel Aloha, Kelurahan Kiduldalem, Kecamatan Klojen. Satu di antaranya adalah waria yang berinisial S alias N.

Informasi yang didapat dari petugas Satpol PP, waria itu kerap mangkal di dekat Hotel Aloha.Bahkan sudah beberapa kali terjaring razia. Malam itu, lima PSK yang kena razia langsung dibawa ke shelter milik Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos-P3AP2KB) Kota Malang.

Di sana, para PSK menjalani pemeriksaan kesehatan yang dilakukan oleh petugas Dinas Kesehatan (Dinkes). Awalnya sempat dikabarkan bahwa lima orang itu sama sekali tidak mengidap penyakit kelamin. Beberapa hari setelah pemeriksaan, hasil yang lebih valid akhirnya diketahui.

”Selang tiga sampai empat hari setelah diperiksa, satu waria teridentifikasi mengidap HIV/AIDS fase pertama,” kata Staf Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Dinsos P3AP2KB Kota Malang Jeffy Louis kemarin (28/6).Waria yang merupakan warga Kecamatan Blimbing itu pun harus menjalani pengobatan secara rutin.

Keberadaan waria di jalanan Kota Malang sejatinya bukan hal baru.Di dekat Hotel Aloha atau sekitar Balai Kota Malang kerap menjadi tempat mangkal mereka.Dan jamak diketahui, model layanan prostitusi yang mereka tawarkan cenderung memicu penularan penyakit yang sangat membahayakan itu.  ”Tentu kalau penyakitnya bukan ranah kami. Tetapi kalau urusan pekat (penyakit masyarakat), bila ada laporan dari masyarakat, langsung kami sikat,” kata Kasatpol PP Kota Malang HeruMulyono.

Sementara itu, Kabid Ketenteraman dan Ketertiban Umum (KKU) Satpol PP Kota Malang Rahmat Hidayat menyatakan bakal lebih menggencarkan razia terhadap waria.Menurutnya, prostitusi yang melibatkan waria tidak hanya ada di jalanan saja.Hasil pantauan di aplikasi MiChat kemarin sore, setidaknya ada dua yang langsung terdeteksi.Keduanya menggunakan keyword seperti “Waria”, ”Shemale”, dan ”Bukan Wanita Asli”.”Kalau untuk yang menawarkan prostitusi  secaraonline atau melalui media sosial, asal ada buktinya bisa kami sikat,” ujar Rahmat. (biy/fat)

MALANG KOTA – Akhir-akhir ini, Satpol PP Kota Malang makin gencar memburu penyakit masyarakat (pekat) yang terkait dengan prostitusi. Dalam waktu dekat mereka juga akan meningkatkan intensitas razia terhadap waria di Kota Malang. Itu setelah ditemukannya satu waria pengidap HIV/AIDS yang terjaring operasi pekat pada 18 Juni 2022.

Seperti diketahui, Operasi pekat yang dilakukan pada Sabtu malam itu menjaring Pekerja Seks Komersial (PSK) jalanan maupun yang menawarkan jasa melalui media sosial (online).  Empat PSK perempuan dan satu waria terjaring di  Jalan Pajajaran dan di dekat Hotel Aloha, Kelurahan Kiduldalem, Kecamatan Klojen. Satu di antaranya adalah waria yang berinisial S alias N.

Informasi yang didapat dari petugas Satpol PP, waria itu kerap mangkal di dekat Hotel Aloha.Bahkan sudah beberapa kali terjaring razia. Malam itu, lima PSK yang kena razia langsung dibawa ke shelter milik Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos-P3AP2KB) Kota Malang.

Di sana, para PSK menjalani pemeriksaan kesehatan yang dilakukan oleh petugas Dinas Kesehatan (Dinkes). Awalnya sempat dikabarkan bahwa lima orang itu sama sekali tidak mengidap penyakit kelamin. Beberapa hari setelah pemeriksaan, hasil yang lebih valid akhirnya diketahui.

”Selang tiga sampai empat hari setelah diperiksa, satu waria teridentifikasi mengidap HIV/AIDS fase pertama,” kata Staf Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Dinsos P3AP2KB Kota Malang Jeffy Louis kemarin (28/6).Waria yang merupakan warga Kecamatan Blimbing itu pun harus menjalani pengobatan secara rutin.

Keberadaan waria di jalanan Kota Malang sejatinya bukan hal baru.Di dekat Hotel Aloha atau sekitar Balai Kota Malang kerap menjadi tempat mangkal mereka.Dan jamak diketahui, model layanan prostitusi yang mereka tawarkan cenderung memicu penularan penyakit yang sangat membahayakan itu.  ”Tentu kalau penyakitnya bukan ranah kami. Tetapi kalau urusan pekat (penyakit masyarakat), bila ada laporan dari masyarakat, langsung kami sikat,” kata Kasatpol PP Kota Malang HeruMulyono.

Sementara itu, Kabid Ketenteraman dan Ketertiban Umum (KKU) Satpol PP Kota Malang Rahmat Hidayat menyatakan bakal lebih menggencarkan razia terhadap waria.Menurutnya, prostitusi yang melibatkan waria tidak hanya ada di jalanan saja.Hasil pantauan di aplikasi MiChat kemarin sore, setidaknya ada dua yang langsung terdeteksi.Keduanya menggunakan keyword seperti “Waria”, ”Shemale”, dan ”Bukan Wanita Asli”.”Kalau untuk yang menawarkan prostitusi  secaraonline atau melalui media sosial, asal ada buktinya bisa kami sikat,” ujar Rahmat. (biy/fat)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/