alexametrics
20.6 C
Malang
Tuesday, 16 August 2022

UMM Kembangkan Metaverse Sebagai Media Pembelajaran

MALANG KOTA – Mengikuti perkembangan digital, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) tertarik untuk mengembangkan teknologi metaverse. Teknologi itu rencananya akan digunakan UMM sebagai media akademik di kampus putih tersebut. Sebagai informasi, metaverse adalah bagian dari internet yang bisa dibuat semirip mungkin dengan dunia nyata, atau bisa disebut virtual reality (realitas nyata).

Rektor UMM Dr Fauzan MPd menyampaikan, jika dilihat benar-benar efektif, bukan tidak mungkin UMM akan terus menggunakan dan mengembangkan metaverse dengan lebih baik. Di sisi lain, UMM juga telah mendesain sebuah lembaga yang nantinya dijadikan sebagai Center for Future of Work (CFW). Yakni pusat pengembangan sumber daya manusia (SDM) berbasis digital yang berada di kawasan ekonomi khusus (KEK) Singhasari. Kampus Putih juga telah melakukan investasi untuk mewujudkannya. “Melalui program CFW, diharapkan lahir SDM-SDM hebat yang bertebaran di dunia kerja,” tutur Fauzan

Saat ini, UMM sedang mengidentifikasi persoalan dan jenis pekerjaan yang akan muncul di masa depan. Pihaknya tidak hanya melakukan pendekatan melalui program studi dalam menjawab dinamika kehidupan eksterna. Tetapi, juga menggunakan pendekatan Center of Excellence (CoE) atau pusat keunggulan. “Kami berkomitmen untuk mengembangkan potensi mahasiswa berbasis passion. Salah satunya melalui metaverse ini. Kami akan terus berinovasi dan tidak berhenti memberikan solusi terbaik bagi masyarakat,” tegas Fauzan. Ditambahkan dia, nantinya setiap prodi di UMM harus memiliki pusat keunggulan, yang dijadikan sebagai komoditi akademis dan mampu menjawab tantangan masa depan. Program-program teknik seperti metaverse ini juga diharapkan mampu menjadi pelopor dalam memperkuat CFW UMM.

Sementara itu Dekan Fakultas Teknik UMM Prof Ir Ilyas Masudin MLogSCM PhD mengatakan, jika proyek metaverse berjalan dengan baik, nantinya ruangan tidak begitu diperlukan. Begitu pun dengan kelas-kelas karena para mahasiswa serta dosen akan terbiasa berkomunikasi lewat alam virtual. “UMM akan menjadi salah satu tempat di mana sejarah itu dimunculkan. Ini menjadi langkah pertama yang bagus untuk menggagas pendidikan berbasis metaverse,” terangnya.

Sedangkan, Galih Wasis Wicaksono MCs selaku Ketua Prodi Informatika berharap, semua pihak bisa turut membangun proyek metaverse ini. Dengan begitu, akan banyak orang yang bisa merasakan metaverse di masa depan. Galih yang juga penggerak program metaverse UMM, mengajak kampus se-Malang Raya untuk dapat terlibat dalam pembangunan metaverse. Sehingga, ekosistem kreatif yang ada di Malang bisa semakin masif dan maju. Selain itu, juga bisa menarik banyak minat masyarakat luas. “Semoga apa yang kita usahakan bisa berbuah manis dan bermanfaat bagi banyak orang,” ungkapnya mengakhiri. (adk/abm)

MALANG KOTA – Mengikuti perkembangan digital, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) tertarik untuk mengembangkan teknologi metaverse. Teknologi itu rencananya akan digunakan UMM sebagai media akademik di kampus putih tersebut. Sebagai informasi, metaverse adalah bagian dari internet yang bisa dibuat semirip mungkin dengan dunia nyata, atau bisa disebut virtual reality (realitas nyata).

Rektor UMM Dr Fauzan MPd menyampaikan, jika dilihat benar-benar efektif, bukan tidak mungkin UMM akan terus menggunakan dan mengembangkan metaverse dengan lebih baik. Di sisi lain, UMM juga telah mendesain sebuah lembaga yang nantinya dijadikan sebagai Center for Future of Work (CFW). Yakni pusat pengembangan sumber daya manusia (SDM) berbasis digital yang berada di kawasan ekonomi khusus (KEK) Singhasari. Kampus Putih juga telah melakukan investasi untuk mewujudkannya. “Melalui program CFW, diharapkan lahir SDM-SDM hebat yang bertebaran di dunia kerja,” tutur Fauzan

Saat ini, UMM sedang mengidentifikasi persoalan dan jenis pekerjaan yang akan muncul di masa depan. Pihaknya tidak hanya melakukan pendekatan melalui program studi dalam menjawab dinamika kehidupan eksterna. Tetapi, juga menggunakan pendekatan Center of Excellence (CoE) atau pusat keunggulan. “Kami berkomitmen untuk mengembangkan potensi mahasiswa berbasis passion. Salah satunya melalui metaverse ini. Kami akan terus berinovasi dan tidak berhenti memberikan solusi terbaik bagi masyarakat,” tegas Fauzan. Ditambahkan dia, nantinya setiap prodi di UMM harus memiliki pusat keunggulan, yang dijadikan sebagai komoditi akademis dan mampu menjawab tantangan masa depan. Program-program teknik seperti metaverse ini juga diharapkan mampu menjadi pelopor dalam memperkuat CFW UMM.

Sementara itu Dekan Fakultas Teknik UMM Prof Ir Ilyas Masudin MLogSCM PhD mengatakan, jika proyek metaverse berjalan dengan baik, nantinya ruangan tidak begitu diperlukan. Begitu pun dengan kelas-kelas karena para mahasiswa serta dosen akan terbiasa berkomunikasi lewat alam virtual. “UMM akan menjadi salah satu tempat di mana sejarah itu dimunculkan. Ini menjadi langkah pertama yang bagus untuk menggagas pendidikan berbasis metaverse,” terangnya.

Sedangkan, Galih Wasis Wicaksono MCs selaku Ketua Prodi Informatika berharap, semua pihak bisa turut membangun proyek metaverse ini. Dengan begitu, akan banyak orang yang bisa merasakan metaverse di masa depan. Galih yang juga penggerak program metaverse UMM, mengajak kampus se-Malang Raya untuk dapat terlibat dalam pembangunan metaverse. Sehingga, ekosistem kreatif yang ada di Malang bisa semakin masif dan maju. Selain itu, juga bisa menarik banyak minat masyarakat luas. “Semoga apa yang kita usahakan bisa berbuah manis dan bermanfaat bagi banyak orang,” ungkapnya mengakhiri. (adk/abm)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/