alexametrics
30.6 C
Malang
Tuesday, 24 May 2022

Soal Kelangkaan Obat Pasien Isoman, Sutiaji Punya Kabar Gembira

MALANG KOTA – Merespon kelangkaan obat yang dibutuhkan pasien Isoman, dalam waktu dekat Pemkot Malang bakal mendatangkan lebih kurang 300 ribu paket obat-obatan. Seluruhnya segera dikirim menuju Kodam V Brawijaya lalu didistribusikan ke jajaran Kodim yang ada di setiap daerah.

Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan, pemerintah pusat melalui kementrian kesehatan (Kemenkes) RI telah memberi jatah obat-obatan untuk Provinsi Jawa Timur sebanyak 300 ribu paket. Dijelaskan Sutiaji, bahwa stok obat untuk pemulihan pasien Covid-19 yang sedang menjalani isoman di rumah beberapa waktu lalu memang sempat habis. Bahkan, sejumlah apotek dan puskesmas harus menunggu waktu cukup lama untuk mendapat jatah keterisian obat-obat yang dibutuhkan oleh para pasien. Namun sekarang hal itu telah dipikirkan oleh Pemkot Malang dengan mendatangkan paket obat melalui Pemprov Jatim.

Sutiaji melanjutkan, agar pembagian terdata dan pasien bisa menerima obat sesuai dengan kebutuhannya, maka pihak RT/RW harus peduli dengan warganya. Sebab, permasalahan obat ini juga harus sesuai dengan resep dokter. “Obat akan diantar oleh RT dan RW tempat tinggal pasien sesuai resep dari dokter,” imbuh orang nomor satu di Kota Malang itu. Nantinya akan didistribusikan sesuai kebutuhan daerah di masing – masing Kodim. Kami masih mendata berapa kebutuhannya untuk diserahkan ke Kodim 0833 Kota Malang,” bebernya. (adn/mas)

MALANG KOTA – Merespon kelangkaan obat yang dibutuhkan pasien Isoman, dalam waktu dekat Pemkot Malang bakal mendatangkan lebih kurang 300 ribu paket obat-obatan. Seluruhnya segera dikirim menuju Kodam V Brawijaya lalu didistribusikan ke jajaran Kodim yang ada di setiap daerah.

Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan, pemerintah pusat melalui kementrian kesehatan (Kemenkes) RI telah memberi jatah obat-obatan untuk Provinsi Jawa Timur sebanyak 300 ribu paket. Dijelaskan Sutiaji, bahwa stok obat untuk pemulihan pasien Covid-19 yang sedang menjalani isoman di rumah beberapa waktu lalu memang sempat habis. Bahkan, sejumlah apotek dan puskesmas harus menunggu waktu cukup lama untuk mendapat jatah keterisian obat-obat yang dibutuhkan oleh para pasien. Namun sekarang hal itu telah dipikirkan oleh Pemkot Malang dengan mendatangkan paket obat melalui Pemprov Jatim.

Sutiaji melanjutkan, agar pembagian terdata dan pasien bisa menerima obat sesuai dengan kebutuhannya, maka pihak RT/RW harus peduli dengan warganya. Sebab, permasalahan obat ini juga harus sesuai dengan resep dokter. “Obat akan diantar oleh RT dan RW tempat tinggal pasien sesuai resep dari dokter,” imbuh orang nomor satu di Kota Malang itu. Nantinya akan didistribusikan sesuai kebutuhan daerah di masing – masing Kodim. Kami masih mendata berapa kebutuhannya untuk diserahkan ke Kodim 0833 Kota Malang,” bebernya. (adn/mas)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/