alexametrics
20.8 C
Malang
Sunday, 22 May 2022

Festival Dolanan Panawijen Ajak Anak Main Tanpa Gadget

MALANG KOTA – Gadget memang menjadi candu bagi sebagian anak. Namun di Festival Dolanan Panawijen, kecanduan gadget anak dapat dikurangi. Sebab di Festival tersebut beragam permainan tradisonal disuguhkan di sana. Sehingga buah hati dapat melupakan gadget sejenak dan merasakan serunya bermain permainan tradisional.

Festival yang digelar di Kampung Dolanan Panawijen ini diikuti oleh puluhan anak. Meskipun begitu, Festival yang digelar pada Minggu (29/10) ini tetap melaksanakan protokol Covid-19 dengan ketat.

“Tujuan kami membuat Kampung Dolanan Panawijen tak lain untuk mengenalkan satu persatu permainan tradisional. Seperti Semprengan (lompat tali), Egrang Batok, Bakiak, Lempar Kaleng, dan banyak lagi. Melalui festival perdana di sini, kami ingin mengenalkan permainan tradisional,” ujar Fauzan Roziqin, salah satu inisiator Kampung Dolanan Panawijen.

Di festival ini juga dijajakan beragam Kuliner dan jajanan anak tradisional. Seperti ketan, cenil, gipang, dan blendhung.

“Nanti malam di sini ada pertunjukan musik juga. Tapi kami basic-nya di sini untuk kenalkan jajanan, pawonan, dan dolanan ke anak-anak generasi sekarang. Sehingga pertunjukan musik hanya pemanis, “terangnya.

Selain itu, di festival ini juga terdapat kompetisi yang ada hadiah bagi anak-anak yang mengikuti beragam lomba dari permainan tradisional.

“Tapi karena Covid-19, kompetisi hanya diikuti oleh warga sini saja. Ternyata, banyak juga warga luar RW yang datang untuk ikut nimbrung dan bermain walau tidak ikut kompetisi,” urai dia.

Ke depannya mereka berencana akan membuat festival yang lebih besar usai Covid-19.

“Rencananya kami ingin adakan festival mingguan kalau pandemi usai. Tapi kalau ada yang berminat untuk bermain saja, tiap hari kami buka. Apalagi semua permainan di sini gratis, ” tutupnya.

Pewarta : Errica Vannie

MALANG KOTA – Gadget memang menjadi candu bagi sebagian anak. Namun di Festival Dolanan Panawijen, kecanduan gadget anak dapat dikurangi. Sebab di Festival tersebut beragam permainan tradisonal disuguhkan di sana. Sehingga buah hati dapat melupakan gadget sejenak dan merasakan serunya bermain permainan tradisional.

Festival yang digelar di Kampung Dolanan Panawijen ini diikuti oleh puluhan anak. Meskipun begitu, Festival yang digelar pada Minggu (29/10) ini tetap melaksanakan protokol Covid-19 dengan ketat.

“Tujuan kami membuat Kampung Dolanan Panawijen tak lain untuk mengenalkan satu persatu permainan tradisional. Seperti Semprengan (lompat tali), Egrang Batok, Bakiak, Lempar Kaleng, dan banyak lagi. Melalui festival perdana di sini, kami ingin mengenalkan permainan tradisional,” ujar Fauzan Roziqin, salah satu inisiator Kampung Dolanan Panawijen.

Di festival ini juga dijajakan beragam Kuliner dan jajanan anak tradisional. Seperti ketan, cenil, gipang, dan blendhung.

“Nanti malam di sini ada pertunjukan musik juga. Tapi kami basic-nya di sini untuk kenalkan jajanan, pawonan, dan dolanan ke anak-anak generasi sekarang. Sehingga pertunjukan musik hanya pemanis, “terangnya.

Selain itu, di festival ini juga terdapat kompetisi yang ada hadiah bagi anak-anak yang mengikuti beragam lomba dari permainan tradisional.

“Tapi karena Covid-19, kompetisi hanya diikuti oleh warga sini saja. Ternyata, banyak juga warga luar RW yang datang untuk ikut nimbrung dan bermain walau tidak ikut kompetisi,” urai dia.

Ke depannya mereka berencana akan membuat festival yang lebih besar usai Covid-19.

“Rencananya kami ingin adakan festival mingguan kalau pandemi usai. Tapi kalau ada yang berminat untuk bermain saja, tiap hari kami buka. Apalagi semua permainan di sini gratis, ” tutupnya.

Pewarta : Errica Vannie

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/