alexametrics
21.1 C
Malang
Sunday, 22 May 2022

Alat Penelitian Kini Bebas Bea Cukai Impor

MALANG KOTA – Ini bisa menjadi kabar gembira bagi dunia pendidikan. Mulai sekarang, kampus-kampus tidak akan dikenakan bea masuk dan cukai ketika mengimpor alat penelitian maupun pengembangan pendidikan dari luar negeri. Hal itu diketahui dalam sosialisasi pembebasan bea masuk dan cukai atas impor barang untuk keperluan penelitian dan pengembangan ilmu pendidikan. Acara tersebut digelar di guest house Universitas Brawijaya (UB), kemarin (28/10).

Wakil Rektor II Bidang Administrasi Umum dan Keuangan UB Prof Drs Gugus Irianto MSA PhD Ak mengatakan, UB telah menyandang status Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH). Hal tersebut diyakini dapat meningkatkan kerja sama internasional di bidang ilmu pengetahuan. Tapi ekspektasi menjadi universitas kelas dunia akan semakin banyak. Karena itu, kebutuhan terhadap alat-alat penelitian yang canggih diperkirakan makin tinggi.

”Misalnya dari kerja sama itu kami menerima hibah alat-alat dari luar negeri. Nah, jika seperti itu, kita meminta pendampingan dari bea cukai untuk mengetahui bagaimana perlakuan pajaknya,” ucap Gugus.

Ke depannya, kata dia, UB akan bekerja sama dengan bea cukai untuk mengetahui alat penelitian apa saja yang masuk dalam kategori bebas pajak. Sehingga adanya kolaborasi semacam ini dapat menghilangkan keraguan dalam pengembangan ilmu pengetahuan.

“Dengan adanya sosialisasi ini, kita bisa mengetahui mana saja yang dibebaskan maupun mana saja yang dikenakan,” lanjutnya.

Terpisah, Kepala Kantor Wilayah DJBC Jawa Timur II Oentarto Wibowo mengatakan, importasi barang tertentu memang dibebaskan dari bea masuk, cukai, dan berbagai pajak. Kebijakan ini diperlukan agar barang tersebut bisa dimanfaatkan untuk research and development seperti dalam konteks Peraturan Menteri Keuangan No. 200.

“Hal tersebut memang ada potensi untuk berkurangnya pendapatan negara. Tapi tidak sebanding jika dibandingkan dengan hasilnya untuk ilmu pengetahuan,” ucap Wibowo.(cj9/dan/rmc)

MALANG KOTA – Ini bisa menjadi kabar gembira bagi dunia pendidikan. Mulai sekarang, kampus-kampus tidak akan dikenakan bea masuk dan cukai ketika mengimpor alat penelitian maupun pengembangan pendidikan dari luar negeri. Hal itu diketahui dalam sosialisasi pembebasan bea masuk dan cukai atas impor barang untuk keperluan penelitian dan pengembangan ilmu pendidikan. Acara tersebut digelar di guest house Universitas Brawijaya (UB), kemarin (28/10).

Wakil Rektor II Bidang Administrasi Umum dan Keuangan UB Prof Drs Gugus Irianto MSA PhD Ak mengatakan, UB telah menyandang status Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH). Hal tersebut diyakini dapat meningkatkan kerja sama internasional di bidang ilmu pengetahuan. Tapi ekspektasi menjadi universitas kelas dunia akan semakin banyak. Karena itu, kebutuhan terhadap alat-alat penelitian yang canggih diperkirakan makin tinggi.

”Misalnya dari kerja sama itu kami menerima hibah alat-alat dari luar negeri. Nah, jika seperti itu, kita meminta pendampingan dari bea cukai untuk mengetahui bagaimana perlakuan pajaknya,” ucap Gugus.

Ke depannya, kata dia, UB akan bekerja sama dengan bea cukai untuk mengetahui alat penelitian apa saja yang masuk dalam kategori bebas pajak. Sehingga adanya kolaborasi semacam ini dapat menghilangkan keraguan dalam pengembangan ilmu pengetahuan.

“Dengan adanya sosialisasi ini, kita bisa mengetahui mana saja yang dibebaskan maupun mana saja yang dikenakan,” lanjutnya.

Terpisah, Kepala Kantor Wilayah DJBC Jawa Timur II Oentarto Wibowo mengatakan, importasi barang tertentu memang dibebaskan dari bea masuk, cukai, dan berbagai pajak. Kebijakan ini diperlukan agar barang tersebut bisa dimanfaatkan untuk research and development seperti dalam konteks Peraturan Menteri Keuangan No. 200.

“Hal tersebut memang ada potensi untuk berkurangnya pendapatan negara. Tapi tidak sebanding jika dibandingkan dengan hasilnya untuk ilmu pengetahuan,” ucap Wibowo.(cj9/dan/rmc)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/