alexametrics
22.6 C
Malang
Thursday, 19 May 2022

Kejar Herd Immunity, Dinkes Buru Warga Yang Belum Vaksin Covid-19

MALANG KOTA – Capaian vaksinasi Covid-19 di Kota Malang per kemarin (28/11) telah menembus angka 98 persen untuk dosis pertama dan 84 persen pada dosis kedua. Meski begitu, upaya pelacakan warga yang belum disuntik vaksin tetap dilakukan. Untuk memastikan kondisi di lapangan, penyisiran dilakukan berdasarkan KTP (kartu tanda penduduk).

 

Saat ini, sebanyak 860 ribu warga Kota Malang telah tervaksin dari target awal sebanyak 880 ribu orang. Meski kurang dua persen untuk dosis pertama, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang tetap berupaya melakukan pengecekan di lapangan. Selama ini, dinkes mencatat seluruh peserta vaksinasi adalah warga yang tinggal di Kota Malang. Baik yang ber-KTP Kota Malang maupun warga luar kota namun berdomisili di Kota Malang.

Kepala Dinkes Kota Malang dr Husnul Muarif menyebut, pihaknya bakal berkoordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Malang untuk melakukan pencatatan ulang. Lewat cara itu, nantinya bakal diketahui warga mana saja yang belum terjangkau tervaksin Covid-19. ”Nanti bakal diketahui warga KTP Kota Malang yang belum tervaksin ada berapa dan itu jadi prioritas kami,” katanya.

 

Mantan Direktur RSUD Kota Malang menyatakan, upaya pelacakan tersebut akan melibatkan petugas data di tiap kecamatan. Sebab, sebanyak 16 puskesmas yang tersebar di lima kecamatan sudah menggelar vaksinasi warga sekitar yang menjadi prioritas. Jika ada warga ber-KTP Kota Malang yang belum tervaksin, maka dia mendorong warga bisa mengakses informasi vaksinasi terdekat.

 

Tak hanya itu, nantinya Dinkes juga mendorong tiap RT mendata warganya yang belum tervaksin. Dengan begitu, herd immunity atau kekebalan komunal masyarakat bisa terbentuk. Husnul juga optimistis ke depan gelaran vaksinasi lebih mudah karena stok serta jenis vaksin yang tersedia masih cukup. ”Nanti bakal ada banyak misal salah satunya vaksin merah putih, jadi tidak ada alasan lagi nanti kekurangan stok,” papar Husnul.

 

Sementara itu, Kepala Dispendukcapil Kota Malang Eny Hary Sutiarny mengungkapkan, sejauh ini belum ada koordinasi dengan dinkes terkait hal itu. Namun pihaknya bakal memberikan data jumlah penduduk Kota Malang melalui nomor induk kependudukan (NIK). Sifatnya pun rahasia demi menjaga data privasi milik warga. ”Kami sediakan datanya, namun nanti kami juga akan komunikasikan dengan dinkes,” katanya.

 

Pejabat eselon II-B Pemkot Malang itu menambahkan, kasus warga yang belum tervaksin karena NIK kerap terjadi. Misalnya saja karena NIK ganda dan tak terdeteksi oleh sistem. Sehingga proses pencatatan kerap terhambat. Namun baginya, permasalahan ini bisa diselesaikan untuk warga Kota Malang dengan mengadu ke aplikasi SAMBAT. ”Kami fasilitasi keluhan itu, sehingga kami bakal tahu masalah apa saja yang terjadi saat vaksinasi,” tandasnya. (adn/nay)

MALANG KOTA – Capaian vaksinasi Covid-19 di Kota Malang per kemarin (28/11) telah menembus angka 98 persen untuk dosis pertama dan 84 persen pada dosis kedua. Meski begitu, upaya pelacakan warga yang belum disuntik vaksin tetap dilakukan. Untuk memastikan kondisi di lapangan, penyisiran dilakukan berdasarkan KTP (kartu tanda penduduk).

 

Saat ini, sebanyak 860 ribu warga Kota Malang telah tervaksin dari target awal sebanyak 880 ribu orang. Meski kurang dua persen untuk dosis pertama, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang tetap berupaya melakukan pengecekan di lapangan. Selama ini, dinkes mencatat seluruh peserta vaksinasi adalah warga yang tinggal di Kota Malang. Baik yang ber-KTP Kota Malang maupun warga luar kota namun berdomisili di Kota Malang.

Kepala Dinkes Kota Malang dr Husnul Muarif menyebut, pihaknya bakal berkoordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Malang untuk melakukan pencatatan ulang. Lewat cara itu, nantinya bakal diketahui warga mana saja yang belum terjangkau tervaksin Covid-19. ”Nanti bakal diketahui warga KTP Kota Malang yang belum tervaksin ada berapa dan itu jadi prioritas kami,” katanya.

 

Mantan Direktur RSUD Kota Malang menyatakan, upaya pelacakan tersebut akan melibatkan petugas data di tiap kecamatan. Sebab, sebanyak 16 puskesmas yang tersebar di lima kecamatan sudah menggelar vaksinasi warga sekitar yang menjadi prioritas. Jika ada warga ber-KTP Kota Malang yang belum tervaksin, maka dia mendorong warga bisa mengakses informasi vaksinasi terdekat.

 

Tak hanya itu, nantinya Dinkes juga mendorong tiap RT mendata warganya yang belum tervaksin. Dengan begitu, herd immunity atau kekebalan komunal masyarakat bisa terbentuk. Husnul juga optimistis ke depan gelaran vaksinasi lebih mudah karena stok serta jenis vaksin yang tersedia masih cukup. ”Nanti bakal ada banyak misal salah satunya vaksin merah putih, jadi tidak ada alasan lagi nanti kekurangan stok,” papar Husnul.

 

Sementara itu, Kepala Dispendukcapil Kota Malang Eny Hary Sutiarny mengungkapkan, sejauh ini belum ada koordinasi dengan dinkes terkait hal itu. Namun pihaknya bakal memberikan data jumlah penduduk Kota Malang melalui nomor induk kependudukan (NIK). Sifatnya pun rahasia demi menjaga data privasi milik warga. ”Kami sediakan datanya, namun nanti kami juga akan komunikasikan dengan dinkes,” katanya.

 

Pejabat eselon II-B Pemkot Malang itu menambahkan, kasus warga yang belum tervaksin karena NIK kerap terjadi. Misalnya saja karena NIK ganda dan tak terdeteksi oleh sistem. Sehingga proses pencatatan kerap terhambat. Namun baginya, permasalahan ini bisa diselesaikan untuk warga Kota Malang dengan mengadu ke aplikasi SAMBAT. ”Kami fasilitasi keluhan itu, sehingga kami bakal tahu masalah apa saja yang terjadi saat vaksinasi,” tandasnya. (adn/nay)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/