alexametrics
22.8 C
Malang
Wednesday, 18 May 2022

Peredaran Narkoba di Kota Malang Masih Marak, Ini Buktinya…

MALANG KOTA – Di masa pandemi Covid-19, peredaran narkoba di Kota Malang justru menunjukkan tanda-tanda meningkat. Hal itu terlihat dari BB (barang bukti) yang diamankan Polresta Malang Kota sepanjang tahun 2020. Meski dari jumlah tersangka mengalami penurunan, BB seperti sabu-sabu, ekstasi, dan pil dobel L jumlahnya melejit.

Hal ini disampaikan Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Leonardus Simamarta, Selasa siang (29/12). Ia menyebut dari 314 tersangka yang ditangkap Polresta Malang Kota di tahun 2020, mayoritas adalah dari kasus narkoba. Lalu, untuk pencapaian pengungkapan kasus dibandingkan tahun 2019 ada penurunan sebanyak 16 kasus. ”Dibandingkan dengan tahun 2019, ada sebanyak 289 kasus, sedangkan tahun 2020 sebanyak 273 kasus,” ujarnya.

Namun untuk barang bukti yang diamankan, sebagian mengalami peningkatan jumlah. “Ini kami bandingkan antara barang bukti tahun 2019 dan 2020. Untuk barang bukti ganja di tahun 2019 seberat 7.122,76 gram berhasil diamankan. Sedangkan tahun 2020 ini sebesar 6.493, 95 gram, ” paparnya.

Sementara untuk BB sabu-sabu, di tahun 2019 diamankan 1.578,55 gram, sedangkan di tahun 2020 seberat 6.956,93 gram. Kemudian barang bukti ekstasi juga meningkat dibanding tahun sebelumnya (2019) sebanyak 455 butir, tahun ini mencapai 5.018 butir. Untuk pil double L di tahun 2019 sebanyak 243.171 butir, tahun ini meningkat sebanyak 1.162.261 butir.

Pewarta : Errica Vannie

MALANG KOTA – Di masa pandemi Covid-19, peredaran narkoba di Kota Malang justru menunjukkan tanda-tanda meningkat. Hal itu terlihat dari BB (barang bukti) yang diamankan Polresta Malang Kota sepanjang tahun 2020. Meski dari jumlah tersangka mengalami penurunan, BB seperti sabu-sabu, ekstasi, dan pil dobel L jumlahnya melejit.

Hal ini disampaikan Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Leonardus Simamarta, Selasa siang (29/12). Ia menyebut dari 314 tersangka yang ditangkap Polresta Malang Kota di tahun 2020, mayoritas adalah dari kasus narkoba. Lalu, untuk pencapaian pengungkapan kasus dibandingkan tahun 2019 ada penurunan sebanyak 16 kasus. ”Dibandingkan dengan tahun 2019, ada sebanyak 289 kasus, sedangkan tahun 2020 sebanyak 273 kasus,” ujarnya.

Namun untuk barang bukti yang diamankan, sebagian mengalami peningkatan jumlah. “Ini kami bandingkan antara barang bukti tahun 2019 dan 2020. Untuk barang bukti ganja di tahun 2019 seberat 7.122,76 gram berhasil diamankan. Sedangkan tahun 2020 ini sebesar 6.493, 95 gram, ” paparnya.

Sementara untuk BB sabu-sabu, di tahun 2019 diamankan 1.578,55 gram, sedangkan di tahun 2020 seberat 6.956,93 gram. Kemudian barang bukti ekstasi juga meningkat dibanding tahun sebelumnya (2019) sebanyak 455 butir, tahun ini mencapai 5.018 butir. Untuk pil double L di tahun 2019 sebanyak 243.171 butir, tahun ini meningkat sebanyak 1.162.261 butir.

Pewarta : Errica Vannie

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/