alexametrics
21 C
Malang
Wednesday, 10 August 2022

33 Mahasiswa FK Unisma Lulus First Taker UKMPPD

MALANG KOTA – Fakultas Kedokteran Unisma kembali meraih peringkat pertama Ujian Kompetensi Mahasiswa Pendidikan Profesi Dokter (UKMPPD). Sebanyak 33 mahasiswa FK Unisma dinyatakan lulus 100 persen UKMPPD periode Mei 2022. Ada dua komponen yang diujikan yaitu Computer Based Test (CBT) dan tes keterampilan.

Dekan Fakultas Kedokteran Unisma dr Rahma Triliana Mkes PhD menyampaikan bahwa tes keterampilan diujikan kembali setelah dua tahun pandemi. Tes ini biasa disebut dengan Objective Structured Clinical Examination (OSCE). ”Ini ujian UKMPPD ke 8 sejak Februari 2020. Hasil evaluasi 2021, ujian berturut-turut FK Unisma mendapatkan peringkat pertama,” tuturnya. ”Jika 10 kali berturut-turut kami akan mendapat peringkat lagi di tahun 2022,” sambungnya.

Rahma mengklaim bahwa FK Unisma satu-satunya FK PTS yang tidak memiliki retaker (remidi). Artinya semua mahasiswanya lulus ujian first taker, yakni sekali ujian mahasiswa langsung lulus. Sedangkan istilah lain yaitu retaker, mahasiswa yang mengambil ujian lagi karena tak lulus saat ujian pertama. Dan sudah setahun ini FK Unisma tak ada retaker.

Pencapaian FK Unisma ini tak lain berkat dukungan dari seluruh civitas Unisma dan rumah sakit pendidikan FK Unisma yang terakreditasi semua. Diantaranya RS Syarifah Ambami Rato Ebu di Kabupaten Bangkalan, RSUD Kanjuruhan Kepanjen Kabupaten Malang, RS Mardi Waluyo Blitar, RSUD Blambangan, dan RSI Unisma. Serta RS afiliasi yaitu RSJ di Lawang, RS Bhayangkara Porong Sidoarjo, klinik, rumah sakit lainnya dan puskesmas di Kabupaten Malang.

Rektor Unisma Prof Dr Maskuri MSi memastikan agar sistem penerimaan mahasiswa baru tidak ada nepotisme. Unisma terus mengedepankan kualitas dan kemampuan calon mahasiswa. ”Kami berorientasi mutu, bukan materi. Kami khawatir jika ada intervensi, mahasiswa bisa masuk tapi keluarnya sulit. Akibatnya biaya kuliahnya jadi lebih mahal. Kami juga tidak ingin ada hal itu yang membuat sakit hati,” tegasnya. (rof/dik)

MALANG KOTA – Fakultas Kedokteran Unisma kembali meraih peringkat pertama Ujian Kompetensi Mahasiswa Pendidikan Profesi Dokter (UKMPPD). Sebanyak 33 mahasiswa FK Unisma dinyatakan lulus 100 persen UKMPPD periode Mei 2022. Ada dua komponen yang diujikan yaitu Computer Based Test (CBT) dan tes keterampilan.

Dekan Fakultas Kedokteran Unisma dr Rahma Triliana Mkes PhD menyampaikan bahwa tes keterampilan diujikan kembali setelah dua tahun pandemi. Tes ini biasa disebut dengan Objective Structured Clinical Examination (OSCE). ”Ini ujian UKMPPD ke 8 sejak Februari 2020. Hasil evaluasi 2021, ujian berturut-turut FK Unisma mendapatkan peringkat pertama,” tuturnya. ”Jika 10 kali berturut-turut kami akan mendapat peringkat lagi di tahun 2022,” sambungnya.

Rahma mengklaim bahwa FK Unisma satu-satunya FK PTS yang tidak memiliki retaker (remidi). Artinya semua mahasiswanya lulus ujian first taker, yakni sekali ujian mahasiswa langsung lulus. Sedangkan istilah lain yaitu retaker, mahasiswa yang mengambil ujian lagi karena tak lulus saat ujian pertama. Dan sudah setahun ini FK Unisma tak ada retaker.

Pencapaian FK Unisma ini tak lain berkat dukungan dari seluruh civitas Unisma dan rumah sakit pendidikan FK Unisma yang terakreditasi semua. Diantaranya RS Syarifah Ambami Rato Ebu di Kabupaten Bangkalan, RSUD Kanjuruhan Kepanjen Kabupaten Malang, RS Mardi Waluyo Blitar, RSUD Blambangan, dan RSI Unisma. Serta RS afiliasi yaitu RSJ di Lawang, RS Bhayangkara Porong Sidoarjo, klinik, rumah sakit lainnya dan puskesmas di Kabupaten Malang.

Rektor Unisma Prof Dr Maskuri MSi memastikan agar sistem penerimaan mahasiswa baru tidak ada nepotisme. Unisma terus mengedepankan kualitas dan kemampuan calon mahasiswa. ”Kami berorientasi mutu, bukan materi. Kami khawatir jika ada intervensi, mahasiswa bisa masuk tapi keluarnya sulit. Akibatnya biaya kuliahnya jadi lebih mahal. Kami juga tidak ingin ada hal itu yang membuat sakit hati,” tegasnya. (rof/dik)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/