alexametrics
21 C
Malang
Wednesday, 10 August 2022

Jaksa Tuntut Mafia Bola 2 Sampai 2,5 Tahun Penjara

MALANG KOTA – Rangkaian sidang kasus pengaturan skor sepak bola Liga 3 Zona Jawa Timur musim hampir tuntas. Kemarin siang (29/6), empat terdakwa ”mafia bola”mendengarkan tuntutan yang dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Mohammad Heryanto SH MH.Jaksa meminta majelis hakim menjatuhkan dua hingga 2,5 tahun penjara.

Rinciannya, untuk terdakwa YoyokBambangSoeryoadmojo alias BambangSuryo dan Dimas Yopy Perwira Nusa 2,5 tahun penjara plus denda Rp 10 juta subsider 6 bulan kurungan. Sedangkan terdakwa  Imam Arif Huda, dan Ferry Afrianto dituntut dua tahun penjara plus denda 10 juta subsider 6 bulan kurungan.

”Perbuatan terdakwa telah memenuhi unsur pasal 2 Undang-Undang (UU) RI Nomor 11 Tahun 1980 tentang Tindak Pidana Suap juncto pasal 55 KUHP,” terang pria yang juga menjabat sebagai Kasubsi Penuntutan Seksi Pidana Umum (Pidum) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Malang itu.

Peran empat terdakwa dalam kasus match fixing  itu memang berbeda. Dimas bertindak sebagai runner atau yang membuat kesepakatan antara bandar dengan tim Gresik Putra (Gestra) Paranane FC. Dimas juga yang melakukan lobi untuk mempertemukan pihak bandar dengan tim sepakbola.

Sementara itu, Imam dan Ferry mengondisikan pemain jelang pertandingan.BambangSuryo kebagian menghubungi ZhaEkaWulandari, bendahara tim Gresik Putra yang belakangan menjadi pelapor kasus mafia bola itu.

Empat terdakwa itu diketahui berusaha mengatur hasil pertandingan Grup B Liga 3 zona Jatim yang di Stadion Gajayana, Kota Malang November 2021 lalu. Laga yang ingin di-setting hasilnya adalah  Gresik Putra melawan NZR Sumbersari FC pada 12 November 2021 dan Gresik Putra melawan Persema Malang 15 November 2021. Kedua pertandingan itu berakhir dengan skor 1-0 dan 5-1 untuk kemenangan NZR dan Persema.

Sebelum pertandingan, para mafia bola menawarkan Rp 20 juta kepada pemain Gestra.Yakni Hendra Putra Satriya dan Andy CahyaKurniawan pada 14 November 2021.Tetapi kedua pemain itu menolak uang yang berasal dari Dimas Yoppyitu.Upaya untuk melakukan pengaturan skor kepada timPersema juga gagal.

Sebenarnya tidak ada uang suap yang diterima oleh para pemain.Namun demikian, Jaksa Heryanto menjelaskan bahwa sudah ada unsur pidana yang terpenuhi dalam perkara tersebut. “Yang terpenuhi menjanjikan kepada orang. Saksi ahli hukum pidana yang kami datangkan juga menyebut itu saja sudah cukup,” kata dia.

Pasal 2 UU Nomor 11 Tahun 1980 berbunyi, ”Barangsiapa memberi atau menjanjikan sesuatu kepada seseorang dengan maksud untuk membujuk supaya orang itu berbuat sesuatu atau tidak berbuat sesuatu dalam tugasnya, yang berlawanan dengan kewenangan atau kewajibannya yang menyangkut kepentingan umum, dipidana karena memberi suap dengan pidana penjara selama-lamanya 5 tahun dan denda sebanyak-banyaknya Rp15 juta”.

Menurut Heryanto, Dimas telah menjanjikan BS Rp 20 juta kepada pemain sepak bola agar mengalah. Kemudian BambangSuryomelobi ZhaEkaWulandari juga dengan uang tersebut. Karena bendahara tim Gresik Putra itu tidak menolak, Bambangmenyuruh Ferry dan Imam untuk melobi pemain Gresik Putra, Hendra dan Andy.

“Bahkan pada malam hari jelang pertandingan lawan Persema, dua pemain masih ditawari Rp 5 Juta. Ditolak juga,” sebut Heryanto. Uang ituakan diberikan secara tunai satu jam setelah pertandingan selesai. Kemarin, majelis hakim menjadwalkan sidang selanjutnya

dua pekan mendatang . Agendanya pembelaan atau pleid

  1. (biy/fat)

MALANG KOTA – Rangkaian sidang kasus pengaturan skor sepak bola Liga 3 Zona Jawa Timur musim hampir tuntas. Kemarin siang (29/6), empat terdakwa ”mafia bola”mendengarkan tuntutan yang dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Mohammad Heryanto SH MH.Jaksa meminta majelis hakim menjatuhkan dua hingga 2,5 tahun penjara.

Rinciannya, untuk terdakwa YoyokBambangSoeryoadmojo alias BambangSuryo dan Dimas Yopy Perwira Nusa 2,5 tahun penjara plus denda Rp 10 juta subsider 6 bulan kurungan. Sedangkan terdakwa  Imam Arif Huda, dan Ferry Afrianto dituntut dua tahun penjara plus denda 10 juta subsider 6 bulan kurungan.

”Perbuatan terdakwa telah memenuhi unsur pasal 2 Undang-Undang (UU) RI Nomor 11 Tahun 1980 tentang Tindak Pidana Suap juncto pasal 55 KUHP,” terang pria yang juga menjabat sebagai Kasubsi Penuntutan Seksi Pidana Umum (Pidum) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Malang itu.

Peran empat terdakwa dalam kasus match fixing  itu memang berbeda. Dimas bertindak sebagai runner atau yang membuat kesepakatan antara bandar dengan tim Gresik Putra (Gestra) Paranane FC. Dimas juga yang melakukan lobi untuk mempertemukan pihak bandar dengan tim sepakbola.

Sementara itu, Imam dan Ferry mengondisikan pemain jelang pertandingan.BambangSuryo kebagian menghubungi ZhaEkaWulandari, bendahara tim Gresik Putra yang belakangan menjadi pelapor kasus mafia bola itu.

Empat terdakwa itu diketahui berusaha mengatur hasil pertandingan Grup B Liga 3 zona Jatim yang di Stadion Gajayana, Kota Malang November 2021 lalu. Laga yang ingin di-setting hasilnya adalah  Gresik Putra melawan NZR Sumbersari FC pada 12 November 2021 dan Gresik Putra melawan Persema Malang 15 November 2021. Kedua pertandingan itu berakhir dengan skor 1-0 dan 5-1 untuk kemenangan NZR dan Persema.

Sebelum pertandingan, para mafia bola menawarkan Rp 20 juta kepada pemain Gestra.Yakni Hendra Putra Satriya dan Andy CahyaKurniawan pada 14 November 2021.Tetapi kedua pemain itu menolak uang yang berasal dari Dimas Yoppyitu.Upaya untuk melakukan pengaturan skor kepada timPersema juga gagal.

Sebenarnya tidak ada uang suap yang diterima oleh para pemain.Namun demikian, Jaksa Heryanto menjelaskan bahwa sudah ada unsur pidana yang terpenuhi dalam perkara tersebut. “Yang terpenuhi menjanjikan kepada orang. Saksi ahli hukum pidana yang kami datangkan juga menyebut itu saja sudah cukup,” kata dia.

Pasal 2 UU Nomor 11 Tahun 1980 berbunyi, ”Barangsiapa memberi atau menjanjikan sesuatu kepada seseorang dengan maksud untuk membujuk supaya orang itu berbuat sesuatu atau tidak berbuat sesuatu dalam tugasnya, yang berlawanan dengan kewenangan atau kewajibannya yang menyangkut kepentingan umum, dipidana karena memberi suap dengan pidana penjara selama-lamanya 5 tahun dan denda sebanyak-banyaknya Rp15 juta”.

Menurut Heryanto, Dimas telah menjanjikan BS Rp 20 juta kepada pemain sepak bola agar mengalah. Kemudian BambangSuryomelobi ZhaEkaWulandari juga dengan uang tersebut. Karena bendahara tim Gresik Putra itu tidak menolak, Bambangmenyuruh Ferry dan Imam untuk melobi pemain Gresik Putra, Hendra dan Andy.

“Bahkan pada malam hari jelang pertandingan lawan Persema, dua pemain masih ditawari Rp 5 Juta. Ditolak juga,” sebut Heryanto. Uang ituakan diberikan secara tunai satu jam setelah pertandingan selesai. Kemarin, majelis hakim menjadwalkan sidang selanjutnya

dua pekan mendatang . Agendanya pembelaan atau pleid

  1. (biy/fat)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/