alexametrics
21 C
Malang
Wednesday, 10 August 2022

Makin Serius Pacu Internasionalisasi Kampus

MALANG KOTA – Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (Maliki) Malang menjalin kerja sama dengan Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia. Ini bentuk dari kolaborasi antara Fakultas Syariah UIN Maliki Malang dengan kampus luar negeri. Sinergi ini sudah terjalin sejak 2006, kemudian berlanjut di 2011, dan 2017. Setiap lima tahun sekali kerjasama antar keduanya terus diupgrade. Di tahun 2022 ini, UiTM dan UIN Maliki Malang menyongsong kolaborasi baru. Yaitu dalam hal akademik maupun kelembagaan.

Rektor UIN Maliki Malang Prof Dr HM Zainuddin MA mengatakan kerja sama ini saling membantu dan menguatkan antar keduanya. Apalagi, ini juga berkaitan dengan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). ”Setiap tahun juga ada pengiriman mahasiswa untuk praktek bersama. Memang ini kolaborasi di era digital, adanya internet of think ini sangat penting,” katanya.

Dekan Fakultas Syariah UIN Maliki Dr Sudirman MA mengatakan UiTM sangat terbuka dengan kebutuhan dari Fakultas Syariah UIN Maliki Malang. Di antaranya International Class Program, pertukaran institusional, penerimaan mahasiswa pascasarjana dan sarjana, simposium, konferensi, dan penelitian. ”Rencana kami akan berkunjung ke UiTM untuk menindaklanjuti MoU. Selain itu juga agar lebih dekat lagi,” ujarnya.

Dia menambahkan target selanjutnya kedua perguruan tinggi ini akan berkolaborasi dalam riset antar dosen hingga guest lecture. Harapannya UIN Maliki Malang dapat menjalankan program double degree. ”Doble degree saya kira belum kami bicarakan. Ini peluang kalau mereka membuka kesempatan tak sekedar magang. Tapi di sana bisa ambil beberapa SKS,” tutur Sudirman. ”Era saat ini sudah era kolaborasi,” tutupnya.

BUKA PELUANG KE BELANDA: Rektor UIN Maliki Malang Prof Dr HM Zainuddin MA (kanan) bersama
Chairman of The Biard Vrije Universiteit Amsterdam Prof Dr Thijl Sunier kemarin siang.(ROFIA ISMANIA/RADAR MALANG)

Sementara itu di hari yang sama, UIN Maliki Malang juga menggelar Forum Group Disccusion dengan Chairman of the Board Vrije Universiteit Amsterdam, Prof Dr Thijl Sunier. Topik pembahasannya yakni tentang perkembangan Islam di eropa mulai dari awal hingga sekarang. ” Menurut Rektor UIN Maliki Malang Prof Dr HM Zainuddin MA bahwa topik ini dapat membuka wawasan para dosen terkait dengan islamphobia, politik minoritas dan politik identitas,”ujarnya.

Selain itu, FGD ini juga sebagai salah satu bagian dari international reputation recognition UIN Maliki Malang. Selain menghadirkan guest lecture atau tamu dari luar negeri juga kunjungan ke kampus luar negeri. ”Memang kami sudah banyak bekerjasama dengan perguruan tinggi luar negeri. Kedatangan Prof Thijl ini masih personal. Nantinya, kami sounding selanjutnya agar berkolaborasi. Supaya nanti ada mahasiswa kita yang PKL di Belanda,” jelasnya. (rof/dik)

MALANG KOTA – Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (Maliki) Malang menjalin kerja sama dengan Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia. Ini bentuk dari kolaborasi antara Fakultas Syariah UIN Maliki Malang dengan kampus luar negeri. Sinergi ini sudah terjalin sejak 2006, kemudian berlanjut di 2011, dan 2017. Setiap lima tahun sekali kerjasama antar keduanya terus diupgrade. Di tahun 2022 ini, UiTM dan UIN Maliki Malang menyongsong kolaborasi baru. Yaitu dalam hal akademik maupun kelembagaan.

Rektor UIN Maliki Malang Prof Dr HM Zainuddin MA mengatakan kerja sama ini saling membantu dan menguatkan antar keduanya. Apalagi, ini juga berkaitan dengan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). ”Setiap tahun juga ada pengiriman mahasiswa untuk praktek bersama. Memang ini kolaborasi di era digital, adanya internet of think ini sangat penting,” katanya.

Dekan Fakultas Syariah UIN Maliki Dr Sudirman MA mengatakan UiTM sangat terbuka dengan kebutuhan dari Fakultas Syariah UIN Maliki Malang. Di antaranya International Class Program, pertukaran institusional, penerimaan mahasiswa pascasarjana dan sarjana, simposium, konferensi, dan penelitian. ”Rencana kami akan berkunjung ke UiTM untuk menindaklanjuti MoU. Selain itu juga agar lebih dekat lagi,” ujarnya.

Dia menambahkan target selanjutnya kedua perguruan tinggi ini akan berkolaborasi dalam riset antar dosen hingga guest lecture. Harapannya UIN Maliki Malang dapat menjalankan program double degree. ”Doble degree saya kira belum kami bicarakan. Ini peluang kalau mereka membuka kesempatan tak sekedar magang. Tapi di sana bisa ambil beberapa SKS,” tutur Sudirman. ”Era saat ini sudah era kolaborasi,” tutupnya.

BUKA PELUANG KE BELANDA: Rektor UIN Maliki Malang Prof Dr HM Zainuddin MA (kanan) bersama
Chairman of The Biard Vrije Universiteit Amsterdam Prof Dr Thijl Sunier kemarin siang.(ROFIA ISMANIA/RADAR MALANG)

Sementara itu di hari yang sama, UIN Maliki Malang juga menggelar Forum Group Disccusion dengan Chairman of the Board Vrije Universiteit Amsterdam, Prof Dr Thijl Sunier. Topik pembahasannya yakni tentang perkembangan Islam di eropa mulai dari awal hingga sekarang. ” Menurut Rektor UIN Maliki Malang Prof Dr HM Zainuddin MA bahwa topik ini dapat membuka wawasan para dosen terkait dengan islamphobia, politik minoritas dan politik identitas,”ujarnya.

Selain itu, FGD ini juga sebagai salah satu bagian dari international reputation recognition UIN Maliki Malang. Selain menghadirkan guest lecture atau tamu dari luar negeri juga kunjungan ke kampus luar negeri. ”Memang kami sudah banyak bekerjasama dengan perguruan tinggi luar negeri. Kedatangan Prof Thijl ini masih personal. Nantinya, kami sounding selanjutnya agar berkolaborasi. Supaya nanti ada mahasiswa kita yang PKL di Belanda,” jelasnya. (rof/dik)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/