alexametrics
21 C
Malang
Wednesday, 10 August 2022

Menteri Sandiaga Sorot Wisata di Malang

MALANG KOTA – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) RI Sandiaga Salahuddin Uno menyorot objek wisata di Kota Malang. Kota Pendidikan ini dinilai berpeluang menjadi world destination, termasuk Kota Batu dan Kabupaten Malang.

Hal itu diungkapkan Sandiaga saat menghadiri launching aplikasi Smart Tourism & Technology Infrastructure di Universitas Merdeka (Unmer) Malang, kemarin (29/6). Dalam kesempatan itu, Sandiaga juga menyinggung keberadaan kampung tematik di Kota Malang, seperti Kampung Warna-Warni (KWW), Kampung Biru Arema, Kampung Putih, dan Kampung Tridi.

”Kampung Wisata Tematik Pecinan Glodok (Jakarta) misalnya, telah berhasil menembus 50 besar anugerah desa wisata Indonesia. Jadi, tidak menutup kemungkinan kampung tematik di Kota Malang dan Kota Batu bisa diajukan,” ujar Sandiaga.

Ke depan, dia berharap lebih banyak potensi yang muncul dari kampung wisata tematik atau desa wisata di Kota Malang. ”Langkah terdekat, kami yakin terwujud. Dengan inovasi, kolaborasi, dan adaptasi bisa meningkatkan kualitas daripada daya tarik wisata dan produk ekonomi kreatif,” katanya.

”Beberapa hal tersebut bisa meningkatkan kunjungan wisatawan. Saya yakin bisa naik 20-30 persen,” tutur mantan wakil gubernur (Wagub) DKI Jakarta itu.

Di sisi lain, Sandiaga menyinggung sektor pariwisata yang terpuruk akibat pandemi Covid-19. Sebanyak 34 juta masyarakat Indonesia yang terdiri atas 14 juta masyarakat yang bergerak di bidang pariwisata dan 20 juta di bidang ekonomi kreatif terdampak.

“Di samping itu, pandemi membawa pelajaran di mana pariwisata mengalami transformasi. Ada momentum untuk membangun sektor pariwisata yang berkualitas,” terang pria yang pernah menjadi pengurus di Partai Gerindra tersebut.

Sandiaga mengungkapkan, saat ini Indonesia berhasil naik ke posisi 32 dari 44 di tourism development index dunia. Salah satunya karena keberadaan desa wisata. Misalnya Desa Pujon Kidul dan Sanankerto, keduanya merupakan desa di Kabupaten Malang.

“Tapi tidak boleh puas karena ada indeks yang belum bisa ditingkatkan, yakni ICT (information, communication, and technology),” terangnya.

Sementara itu, Rektor Unmer Malang Prof Dr Anwar Sanusi SE MSi berusaha membantu mendongkrak pariwisata melalui Smart Tourism & Technology Infrastructure. Ini merupakan aplikasi untuk memfasilitasi wisatawan, sehingga mereka bisa mengakses destinasi wisata hingga memesan penginapan. “Sebentar lagi kita akan menghadapi industry 5.0. Pemerintah dalam hal ini (pariwisata, Red) juga harus menciptakan iklim dan SDM digital,” tutur Anwar. (mel/dan)

MALANG KOTA – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) RI Sandiaga Salahuddin Uno menyorot objek wisata di Kota Malang. Kota Pendidikan ini dinilai berpeluang menjadi world destination, termasuk Kota Batu dan Kabupaten Malang.

Hal itu diungkapkan Sandiaga saat menghadiri launching aplikasi Smart Tourism & Technology Infrastructure di Universitas Merdeka (Unmer) Malang, kemarin (29/6). Dalam kesempatan itu, Sandiaga juga menyinggung keberadaan kampung tematik di Kota Malang, seperti Kampung Warna-Warni (KWW), Kampung Biru Arema, Kampung Putih, dan Kampung Tridi.

”Kampung Wisata Tematik Pecinan Glodok (Jakarta) misalnya, telah berhasil menembus 50 besar anugerah desa wisata Indonesia. Jadi, tidak menutup kemungkinan kampung tematik di Kota Malang dan Kota Batu bisa diajukan,” ujar Sandiaga.

Ke depan, dia berharap lebih banyak potensi yang muncul dari kampung wisata tematik atau desa wisata di Kota Malang. ”Langkah terdekat, kami yakin terwujud. Dengan inovasi, kolaborasi, dan adaptasi bisa meningkatkan kualitas daripada daya tarik wisata dan produk ekonomi kreatif,” katanya.

”Beberapa hal tersebut bisa meningkatkan kunjungan wisatawan. Saya yakin bisa naik 20-30 persen,” tutur mantan wakil gubernur (Wagub) DKI Jakarta itu.

Di sisi lain, Sandiaga menyinggung sektor pariwisata yang terpuruk akibat pandemi Covid-19. Sebanyak 34 juta masyarakat Indonesia yang terdiri atas 14 juta masyarakat yang bergerak di bidang pariwisata dan 20 juta di bidang ekonomi kreatif terdampak.

“Di samping itu, pandemi membawa pelajaran di mana pariwisata mengalami transformasi. Ada momentum untuk membangun sektor pariwisata yang berkualitas,” terang pria yang pernah menjadi pengurus di Partai Gerindra tersebut.

Sandiaga mengungkapkan, saat ini Indonesia berhasil naik ke posisi 32 dari 44 di tourism development index dunia. Salah satunya karena keberadaan desa wisata. Misalnya Desa Pujon Kidul dan Sanankerto, keduanya merupakan desa di Kabupaten Malang.

“Tapi tidak boleh puas karena ada indeks yang belum bisa ditingkatkan, yakni ICT (information, communication, and technology),” terangnya.

Sementara itu, Rektor Unmer Malang Prof Dr Anwar Sanusi SE MSi berusaha membantu mendongkrak pariwisata melalui Smart Tourism & Technology Infrastructure. Ini merupakan aplikasi untuk memfasilitasi wisatawan, sehingga mereka bisa mengakses destinasi wisata hingga memesan penginapan. “Sebentar lagi kita akan menghadapi industry 5.0. Pemerintah dalam hal ini (pariwisata, Red) juga harus menciptakan iklim dan SDM digital,” tutur Anwar. (mel/dan)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/