alexametrics
21 C
Malang
Wednesday, 10 August 2022

Predator Anak Sendiri Divonis 18 Tahun

MALANG KOTA – Sebagai seorang bapak, perilaku Ibnul Qhoyim benar-benar merusak keluarganya. Pria 47 tahun itu tega menyetubuhi anak perempuannya sendiri gara-gara kerap nonton video porno. Keluarga pria asal kelurahan Bandulan, Kecamatan Sukun, itu pun berantakan.

Masa depan anak perempuannya terenggut, dan kini dia diganjar hukuman 18 tahun penjara.

Hukuman untuk Ibnul itu dibacakan Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri Malang Mohammad Indarto SH Mhum kemarin sore (29/6). Terdakwa mengikuti sidang secara daring dari Lapas Lowokwaru.

Dalam putusannya, majelis hakim menyatakan terdakwa melanggar dua pasal dakwaan. Yakni pasal 81 Ayat 3 juncto 74C dan pasal 82 Ayat 2 juncto 76E Undang-Undang (UU) Nomor 35 Tahun 2012 tentang Perlindungan Anak. Selain menjatuhkan hukuman 18 tahun penjara, hakim juga mewajibkan terdakwa membayar denda Rp 1 miliar. ”Jika tidak bisa membayar, maka diganti dengan kurungan tiga bulan,” ujar Indarto.

Sebelumnya, jaksa mengajukan tuntutan 19 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar, subsider enam bulan kurungan. Namun hakim memberikan ”diskon” dengan mempertimbangkan hal yang meringankan. Yakni, Ibnul belum pernah dihukum sebelumnya.

”Untuk pertimbangan yang memberatkan hukuman, Ibnul telah merusak mental dua anaknya. Persetubuhan dilakukan berkali-kali dan dia merupakan ayah kandung mereka,” sebut Indarto. Ibnul pun menerima putusan yang diberikan hakim.

Perbuatan bejat Ibnul itu dilakukan pada 2020. Dalam persidangan, terdakwa mengaku tidak ingat tanggal rentetan perbuatan itu dilakukan. Dua korban adalah anaknya sendiri yang berusia delapan dan enam tahun, hasil pernikahan dengan perempuan berinisial MW.

Pada 2018, MW meninggal dunia. Ibnul harus mengurus dua anaknya sendirian. Karena tidak ada istri, pria yang bekerja sehari-hari sebagai tukang batu itu memilih video porno sebagai ”pelarian”.

Akhir 2020, Ibnul mendapat ”bisikan setan” untuk mengajak putrinya yang berusia delapan tahun menonton video porno. Dua hari setelahnya dia tak kuat menahan libido. Pria itu pun melakukan tindakan cabul terhadap anaknya.

Pada November 2021 sekitar pukul 21.00, Ibnul kembali mengajak putrinya nonton video porno di ponsel. Hari itu dia benar-benar tak kuasa menahan libido. Dia nekat menyetubuhi anaknya yang masih bocah itu. Perbuatan serupa dilakukan lagi pada Desember 2021. Bahkan putrinya yang berusia enam tahun juga menjadi korban tangan cabul Ibnul.

Dua bocah perempuan itu mengalami trauma dan tak lagi mau tinggal bersama bapaknya. Mereka memilih tinggal bersama budenya. Cerita kebejatan Ibnul pun akhirnya terungkap dari curhat dua bocah itu. Ibnul ditangkap polisi pada 19 Januari 2022. (biy/fat)

MALANG KOTA – Sebagai seorang bapak, perilaku Ibnul Qhoyim benar-benar merusak keluarganya. Pria 47 tahun itu tega menyetubuhi anak perempuannya sendiri gara-gara kerap nonton video porno. Keluarga pria asal kelurahan Bandulan, Kecamatan Sukun, itu pun berantakan.

Masa depan anak perempuannya terenggut, dan kini dia diganjar hukuman 18 tahun penjara.

Hukuman untuk Ibnul itu dibacakan Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri Malang Mohammad Indarto SH Mhum kemarin sore (29/6). Terdakwa mengikuti sidang secara daring dari Lapas Lowokwaru.

Dalam putusannya, majelis hakim menyatakan terdakwa melanggar dua pasal dakwaan. Yakni pasal 81 Ayat 3 juncto 74C dan pasal 82 Ayat 2 juncto 76E Undang-Undang (UU) Nomor 35 Tahun 2012 tentang Perlindungan Anak. Selain menjatuhkan hukuman 18 tahun penjara, hakim juga mewajibkan terdakwa membayar denda Rp 1 miliar. ”Jika tidak bisa membayar, maka diganti dengan kurungan tiga bulan,” ujar Indarto.

Sebelumnya, jaksa mengajukan tuntutan 19 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar, subsider enam bulan kurungan. Namun hakim memberikan ”diskon” dengan mempertimbangkan hal yang meringankan. Yakni, Ibnul belum pernah dihukum sebelumnya.

”Untuk pertimbangan yang memberatkan hukuman, Ibnul telah merusak mental dua anaknya. Persetubuhan dilakukan berkali-kali dan dia merupakan ayah kandung mereka,” sebut Indarto. Ibnul pun menerima putusan yang diberikan hakim.

Perbuatan bejat Ibnul itu dilakukan pada 2020. Dalam persidangan, terdakwa mengaku tidak ingat tanggal rentetan perbuatan itu dilakukan. Dua korban adalah anaknya sendiri yang berusia delapan dan enam tahun, hasil pernikahan dengan perempuan berinisial MW.

Pada 2018, MW meninggal dunia. Ibnul harus mengurus dua anaknya sendirian. Karena tidak ada istri, pria yang bekerja sehari-hari sebagai tukang batu itu memilih video porno sebagai ”pelarian”.

Akhir 2020, Ibnul mendapat ”bisikan setan” untuk mengajak putrinya yang berusia delapan tahun menonton video porno. Dua hari setelahnya dia tak kuat menahan libido. Pria itu pun melakukan tindakan cabul terhadap anaknya.

Pada November 2021 sekitar pukul 21.00, Ibnul kembali mengajak putrinya nonton video porno di ponsel. Hari itu dia benar-benar tak kuasa menahan libido. Dia nekat menyetubuhi anaknya yang masih bocah itu. Perbuatan serupa dilakukan lagi pada Desember 2021. Bahkan putrinya yang berusia enam tahun juga menjadi korban tangan cabul Ibnul.

Dua bocah perempuan itu mengalami trauma dan tak lagi mau tinggal bersama bapaknya. Mereka memilih tinggal bersama budenya. Cerita kebejatan Ibnul pun akhirnya terungkap dari curhat dua bocah itu. Ibnul ditangkap polisi pada 19 Januari 2022. (biy/fat)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/