alexametrics
21 C
Malang
Wednesday, 10 August 2022

Wali Kota Segera Panggil Askot PSSI

MALANG KOTA- Sanksi pengurangan tiga poin untuk tim sepak bola putra Kota Malang di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur VII memantik reaksi Wali Kota Malang Sutiaji.

Dia merasa terusik karena sanksi itu dijatuhkan oleh Komisi Disiplin PSSI Jatim akibat dugaan penggunaaan pemain tidak sah. Dari data yang diterima, salah satu pemain yang dianggap tidak sah itu adalah Surya Rizki Saputra

Pihak yang melaporkan dari tim Kabupaten Jember. Diduga dia bukan dari Kota Malang, tapi berasal dari Kota Batu. Namun, informasi yang digali wali kota, Surya Rizki benarbenar ber-KTP Kota Malang. Sehingga ada dugaan, tim Kota Malang ini justru jadi korban.

Untuk mengklirkan masalah ini, Sutiaji turun tangan langsung. Dia sudah mengagendakan memanggil pengurus Askot PSSI Kota Malang untuk minta klarifikasinya. Karena kasus ini menyangkut nama baik Kota Malang.

Di sisi lain, ada kekecewaan dari Sutiaji. Yakni tim sepak bola Kota Malang akhirnya gagal meraih juara. Alih-alih bisa juara, menembus babak delapan besar saja tidak bisa akibat pengurangan tiga poin hingga menempati juru kunci grup C. Padahal, tim sepak bola ini digadang-gadang menjadi juara. ”Iya, mau kita panggil dulu (pengurus Askot PSSI )dalam waktu dekat,” tegas Sutiaji melalui Whatsapp sore kemarin (29/6).

Pemanggilan tersebut dilakukan untuk meminta keterangan lebih lanjut. Mulai dari pemilihan komposisi pemain hingga kasus ini mencuat ke publik. Dengan kejadian tersebut tentu disayangkan Sutiaji. Sebab, sepak bola putra Kota Malang harus puas mendapat pengurangan tiga poin.

Sutiaji ingin kejadian ini bisa jadi pelajaran PSSI Kota Malang ke depan dalam melakukan seleksi pemain.”Syukur-syukur juga paham dengan masalah administrasi pemain,” tegasnya.

Terkait hukuman yang diberikan kepada tim sepak bola Kota Malang yang berlaga di Porprov VII, Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Malang Eddy Wahyono sempat mempertanyakan keputusan tersebut. Sebab, menurutnya pemain yang dinyatakan tidak sah tersebut sejatinya sudah melewati proses administrasi sebelum berlaga.

”Seharusnya sudah valid ya datanya. Sebab, anak ini (pemain dinyatakan tidak sah, red) sebetulnya tidak tiba-tiba bermain,” katanya.

Berangkat dari kondisi tersebut Eddy sendiri untuk saat ini belum bisa berkomentar apakah KONI Kota Malang salah atau tidak. Sebab, dilihatnya mekanisme untuk tampil ajang tersebut sudah dijalani. Lalu menurutnya seharusnya yang protes Kota Batu. Karena, pemain yang tidak sah tersebut dinilai berasal dari wilayah tersebut.

Terpisah, Ketua PSSI Kota Malang Haris Thofly mengaku bersedia dipanggil oleh Wali Kota Malang Sutiaji. Menurutnya, pemanggilan ini justru adalah bentuk kepedulian pemkot kepada cabor sepak bola.

”Saya tersanjung dipanggil pak wali, artinya pemanggilan ini bukan bentuk protes. Melainkan kepedulian,” katanya.

Baginya, insiden di Porprov memang mencoreng nama Kota Malang. Namun dia tak menyalahkan siapa pun. Semua elemen harus mendapat evaluasi. Maka pemanggilan oleh wali kota adalah sebuah masukan penting. ”Terkait kapan, saya siap saja menemui pak wali,” tandasnya. (adn/abm)

MALANG KOTA- Sanksi pengurangan tiga poin untuk tim sepak bola putra Kota Malang di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur VII memantik reaksi Wali Kota Malang Sutiaji.

Dia merasa terusik karena sanksi itu dijatuhkan oleh Komisi Disiplin PSSI Jatim akibat dugaan penggunaaan pemain tidak sah. Dari data yang diterima, salah satu pemain yang dianggap tidak sah itu adalah Surya Rizki Saputra

Pihak yang melaporkan dari tim Kabupaten Jember. Diduga dia bukan dari Kota Malang, tapi berasal dari Kota Batu. Namun, informasi yang digali wali kota, Surya Rizki benarbenar ber-KTP Kota Malang. Sehingga ada dugaan, tim Kota Malang ini justru jadi korban.

Untuk mengklirkan masalah ini, Sutiaji turun tangan langsung. Dia sudah mengagendakan memanggil pengurus Askot PSSI Kota Malang untuk minta klarifikasinya. Karena kasus ini menyangkut nama baik Kota Malang.

Di sisi lain, ada kekecewaan dari Sutiaji. Yakni tim sepak bola Kota Malang akhirnya gagal meraih juara. Alih-alih bisa juara, menembus babak delapan besar saja tidak bisa akibat pengurangan tiga poin hingga menempati juru kunci grup C. Padahal, tim sepak bola ini digadang-gadang menjadi juara. ”Iya, mau kita panggil dulu (pengurus Askot PSSI )dalam waktu dekat,” tegas Sutiaji melalui Whatsapp sore kemarin (29/6).

Pemanggilan tersebut dilakukan untuk meminta keterangan lebih lanjut. Mulai dari pemilihan komposisi pemain hingga kasus ini mencuat ke publik. Dengan kejadian tersebut tentu disayangkan Sutiaji. Sebab, sepak bola putra Kota Malang harus puas mendapat pengurangan tiga poin.

Sutiaji ingin kejadian ini bisa jadi pelajaran PSSI Kota Malang ke depan dalam melakukan seleksi pemain.”Syukur-syukur juga paham dengan masalah administrasi pemain,” tegasnya.

Terkait hukuman yang diberikan kepada tim sepak bola Kota Malang yang berlaga di Porprov VII, Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Malang Eddy Wahyono sempat mempertanyakan keputusan tersebut. Sebab, menurutnya pemain yang dinyatakan tidak sah tersebut sejatinya sudah melewati proses administrasi sebelum berlaga.

”Seharusnya sudah valid ya datanya. Sebab, anak ini (pemain dinyatakan tidak sah, red) sebetulnya tidak tiba-tiba bermain,” katanya.

Berangkat dari kondisi tersebut Eddy sendiri untuk saat ini belum bisa berkomentar apakah KONI Kota Malang salah atau tidak. Sebab, dilihatnya mekanisme untuk tampil ajang tersebut sudah dijalani. Lalu menurutnya seharusnya yang protes Kota Batu. Karena, pemain yang tidak sah tersebut dinilai berasal dari wilayah tersebut.

Terpisah, Ketua PSSI Kota Malang Haris Thofly mengaku bersedia dipanggil oleh Wali Kota Malang Sutiaji. Menurutnya, pemanggilan ini justru adalah bentuk kepedulian pemkot kepada cabor sepak bola.

”Saya tersanjung dipanggil pak wali, artinya pemanggilan ini bukan bentuk protes. Melainkan kepedulian,” katanya.

Baginya, insiden di Porprov memang mencoreng nama Kota Malang. Namun dia tak menyalahkan siapa pun. Semua elemen harus mendapat evaluasi. Maka pemanggilan oleh wali kota adalah sebuah masukan penting. ”Terkait kapan, saya siap saja menemui pak wali,” tandasnya. (adn/abm)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/