alexametrics
20.7 C
Malang
Monday, 23 May 2022

Demo, Jamaah Ansharu Syariah Malang Serukan Boikot Prancis

MALANG KOTA – Demonstrasi mengecam Presiden Prancis Emmanuel Macron terkait penerbitan karikatur Nabi Muhammad, dilakukan oleh massa ormas Islam di depan Balai Kota Malang pada Jumat (30/10).

Mereka yang mengatasnamakan Jamaah Ansharu Syariah Malang mengajukan tuntutan kepada pemerintah pusat melalui DPRD dan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang. Salah satu tuntutannya adalah memutus hubungan diplomatik dengan pemerintah Prancis.

“Tuntutan yang pertama menginginkan pemerintah Indonesia ini melakukan protes keras terhadap sikap Presiden Emmanuel Macron yang mendukung atas penghinaan Nabi Muhammad di Prancis. Kami ingin pemerintah pusat memutuskan hubungan diplomatik dengan Prancis, lalu mengusir duta besar Prancis di negeri ini,” seru juru bicara aksi Abu Yafiq.

Tak hanya itu, Abu mengatakan, pihaknya juga menuntut pemerintah untuk memboikot produk-produk Prancis. “Hal ini penting agar mereka berhenti melakukan penghinaan dan pelecehan terhadap kaum muslimin,” tandasnya.

Massa terlihat membawa poster bertulislan kecaman terhadap Presiden Prancis dan seruan untuk memboikot produk -produk Prancis.

Sebagai bentuk kemarahan, massa menempel poster bergambar wajah Macron di jalanan dan diinjak oleh massa aksi.

Menurut Abu, bahwa aksi kali ini merupakan bentuk protes umat islam kepada presiden Prancis. “Kami kaum muslimin di Indonesia memberikan pembelaan pada baginda Rasulullah Alaihi Wassalam atas pelecehan kehormatan beliau,” ujar dia dengan semangat di hadapan 20 peserta aksi unjuk rasa.

Pewarta : Errica Vannie

MALANG KOTA – Demonstrasi mengecam Presiden Prancis Emmanuel Macron terkait penerbitan karikatur Nabi Muhammad, dilakukan oleh massa ormas Islam di depan Balai Kota Malang pada Jumat (30/10).

Mereka yang mengatasnamakan Jamaah Ansharu Syariah Malang mengajukan tuntutan kepada pemerintah pusat melalui DPRD dan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang. Salah satu tuntutannya adalah memutus hubungan diplomatik dengan pemerintah Prancis.

“Tuntutan yang pertama menginginkan pemerintah Indonesia ini melakukan protes keras terhadap sikap Presiden Emmanuel Macron yang mendukung atas penghinaan Nabi Muhammad di Prancis. Kami ingin pemerintah pusat memutuskan hubungan diplomatik dengan Prancis, lalu mengusir duta besar Prancis di negeri ini,” seru juru bicara aksi Abu Yafiq.

Tak hanya itu, Abu mengatakan, pihaknya juga menuntut pemerintah untuk memboikot produk-produk Prancis. “Hal ini penting agar mereka berhenti melakukan penghinaan dan pelecehan terhadap kaum muslimin,” tandasnya.

Massa terlihat membawa poster bertulislan kecaman terhadap Presiden Prancis dan seruan untuk memboikot produk -produk Prancis.

Sebagai bentuk kemarahan, massa menempel poster bergambar wajah Macron di jalanan dan diinjak oleh massa aksi.

Menurut Abu, bahwa aksi kali ini merupakan bentuk protes umat islam kepada presiden Prancis. “Kami kaum muslimin di Indonesia memberikan pembelaan pada baginda Rasulullah Alaihi Wassalam atas pelecehan kehormatan beliau,” ujar dia dengan semangat di hadapan 20 peserta aksi unjuk rasa.

Pewarta : Errica Vannie

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/