alexametrics
22.4 C
Malang
Tuesday, 17 May 2022

Namanya Dicatut Investasi Bodong, BRI Syariah Angkat Bicara

MALANG KOTA – Kasus penipuan investasi bodong yang mencatut nama BRI Syariah Malang mendapat respon langsung dari pihak BRI Syariah Malang. Dihubungi oleh Jawa Pos Radar Malang kemarin siang (29/10), Kepala Kantor Cabang BRI Syariah Malang Aminuddin menegaskan bahwa pelaku bukanlah pegawai BRI Syariah Malang dan sebelumnya tidak pernah menjadi pegawai BRI Syariah Malang.

“Kami tidak pernah merekrut oknum tersebut, dan dia tidak terdata sebagai pegawai kami,” kata dia. Sebelum adanya laporan dari puluhan korban ke Polsek Pakis dua hari lalu (28/10), pihaknya memang sempat mendapat informasi dari beberapa pegawai di KCP BRI Syariah Pakis dari sejumlah nasabah yang menanyakan kebenaran dari produk-produk dengan iming-iming hadiah dan bagi hasil.

“Kami jelaskan bahwa kami tidak ada produk yang membagi-bagikan hadiah seperti itu, baik produk tabungan maupun deposito, iming-iming hadiah yang dijanjikan oleh pelaku itu tidak masuk akal,” kata Aminuddin.

Sementara itu, BRI Syariah meyakini bahwa brosur-brosur yang digunakan sebagai modal penipuan oleh pelaku adalah hasil pemalsuan brosur asli dari BRI Syariah. Namun terkait dua produk yang ditawarkan kepada korban, dia menyebutkan bahwa dua produk itu memang ada di BRI Syariah. Yakni Tabungan Simpel, dan Tabungan Faedah.

Tabungan Simpel adalah produk Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan terdapat di seluruh Bank di Indonesia. “Tabungan Faedah juga kami punya, tapi kami tidak pernah membagikan hadiah berupa uang Rp 400 ribu per bulan, apalagi sepeda motor, itu tidak masuk akal,” ujarnya.

Saat ini, pihaknya telah berkoordinasi dengan kepolisian serta kantor pusat direksi BRI Syariah. “Kami ikuti proses selanjutnya dari kepolisian, kami siap memberikan informasi kapanpun jika diperlukan,” imbuhnya.

Disinggung terkait apakah pihaknya akan melayangkan tuntutan kepada oknum kepada pelaku penipuan, pihaknya menyebutkan masih akan menunggu keputusan dari BRI Syariah pusat.

“Kalau kami ya nuntut pasti, karena sudah merusak nama baik, namun saya sebagai kepala cabang di Malang tidak bisa mengambil tuntutan sendiri, kami akan berkoordinasi dengan pusat,” paparnya.

Agar kejadian serupa tidak terulang lagi, pihaknya akan lebih mengedukasi nasabah melalu media sosial, media massa, serta informasi yang diletakkan di kantor cabang serta ATM. Pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dengan modus serupa.

“Proses pembukaan tabungan, deposito, dan lainnya pasti dilakukan di kantor Bank, tidak mungkin di rumah apalagi hanya dengan bukti kwitansi,” pungkas dia.

Pewarta : Arlita Ulya

MALANG KOTA – Kasus penipuan investasi bodong yang mencatut nama BRI Syariah Malang mendapat respon langsung dari pihak BRI Syariah Malang. Dihubungi oleh Jawa Pos Radar Malang kemarin siang (29/10), Kepala Kantor Cabang BRI Syariah Malang Aminuddin menegaskan bahwa pelaku bukanlah pegawai BRI Syariah Malang dan sebelumnya tidak pernah menjadi pegawai BRI Syariah Malang.

“Kami tidak pernah merekrut oknum tersebut, dan dia tidak terdata sebagai pegawai kami,” kata dia. Sebelum adanya laporan dari puluhan korban ke Polsek Pakis dua hari lalu (28/10), pihaknya memang sempat mendapat informasi dari beberapa pegawai di KCP BRI Syariah Pakis dari sejumlah nasabah yang menanyakan kebenaran dari produk-produk dengan iming-iming hadiah dan bagi hasil.

“Kami jelaskan bahwa kami tidak ada produk yang membagi-bagikan hadiah seperti itu, baik produk tabungan maupun deposito, iming-iming hadiah yang dijanjikan oleh pelaku itu tidak masuk akal,” kata Aminuddin.

Sementara itu, BRI Syariah meyakini bahwa brosur-brosur yang digunakan sebagai modal penipuan oleh pelaku adalah hasil pemalsuan brosur asli dari BRI Syariah. Namun terkait dua produk yang ditawarkan kepada korban, dia menyebutkan bahwa dua produk itu memang ada di BRI Syariah. Yakni Tabungan Simpel, dan Tabungan Faedah.

Tabungan Simpel adalah produk Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan terdapat di seluruh Bank di Indonesia. “Tabungan Faedah juga kami punya, tapi kami tidak pernah membagikan hadiah berupa uang Rp 400 ribu per bulan, apalagi sepeda motor, itu tidak masuk akal,” ujarnya.

Saat ini, pihaknya telah berkoordinasi dengan kepolisian serta kantor pusat direksi BRI Syariah. “Kami ikuti proses selanjutnya dari kepolisian, kami siap memberikan informasi kapanpun jika diperlukan,” imbuhnya.

Disinggung terkait apakah pihaknya akan melayangkan tuntutan kepada oknum kepada pelaku penipuan, pihaknya menyebutkan masih akan menunggu keputusan dari BRI Syariah pusat.

“Kalau kami ya nuntut pasti, karena sudah merusak nama baik, namun saya sebagai kepala cabang di Malang tidak bisa mengambil tuntutan sendiri, kami akan berkoordinasi dengan pusat,” paparnya.

Agar kejadian serupa tidak terulang lagi, pihaknya akan lebih mengedukasi nasabah melalu media sosial, media massa, serta informasi yang diletakkan di kantor cabang serta ATM. Pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dengan modus serupa.

“Proses pembukaan tabungan, deposito, dan lainnya pasti dilakukan di kantor Bank, tidak mungkin di rumah apalagi hanya dengan bukti kwitansi,” pungkas dia.

Pewarta : Arlita Ulya

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/