alexametrics
23 C
Malang
Wednesday, 6 July 2022

Dokter Gugat 45 KK di Kota Batu, Ada Apa?

MALANG KOTA – Sebanyak 45 Kepala Keluarga di Dusun Junggo, Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji Kota Batu digugat oleh Dokter Wedya Julianti, warga Kecamatan Klojen, Kota Malang.

Dalam petitum gugatan yang dilayangkan di Pengadilan Negeri (PN) Kota Malang, penggugat mengklaim lahan seluas 4.731 meter persegi yang saat ini sudah ada bangunan rumah, villa atau homestay yang menjadi tempat tinggal para tergugat itu adalah resmi milik penggugat.

Dalam gugatan itu, penggugat meminta ganti rugi senilai Rp 10,5 miliar, karena penggugat merasa para tergugat ini sudah melakukan perbuatan melawan hukum.

Kuasa hukum para tergugat, Suliono SH menilai, adanya gugatan itu kemungkinan hanya karena miskomunikasi antara 45 kliennya dengan Dokter Wedya. Sebab, sebenarnya pada 2019 sudah ada kesepakatan agar para warga yang menempati objek yang tengah menjadi sengketa itu untuk membeli tanah tersebut.

“Dan sudah ada harga kesepakatan, yakni Rp 750 ribu per meter persegi,” ungkapnya.

Bahkan, 7 orang dari 45 warga itu sudah ada yang memberikan uang muka, total keseluruhan Rp 84 juta. “Namun beberapa bulan kemudian, uang itu dikembalikan, dan tidak ada tindak lanjutnya, baru kemarin pada 12 Januari 2021 muncul gugatan ini,” terangnya.

Menanggapi adanya gugatan itu, Suli melanjutkan, para tergugat sudah melakukan koordinasi dengan Kepala Desa Tulungrejo. Dari hasil koordinasi tersebut didapati kesepakatan jika warga akan membayar lahan yang mereka tempati dengan nilai yang sudah disepakati sebelumnya, yakni Rp 750 per meter persegi.

“Mereka semua sudah tanda tangan, dan kami akan ajukan dimediasi nanti,” ucapnya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Malang, kuasa Hukum Penggugat Sumardhan SH,MH belum bisa memberikan keterangan secara resmi pada awak media.

Pewarta : Ulfa Afrian

MALANG KOTA – Sebanyak 45 Kepala Keluarga di Dusun Junggo, Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji Kota Batu digugat oleh Dokter Wedya Julianti, warga Kecamatan Klojen, Kota Malang.

Dalam petitum gugatan yang dilayangkan di Pengadilan Negeri (PN) Kota Malang, penggugat mengklaim lahan seluas 4.731 meter persegi yang saat ini sudah ada bangunan rumah, villa atau homestay yang menjadi tempat tinggal para tergugat itu adalah resmi milik penggugat.

Dalam gugatan itu, penggugat meminta ganti rugi senilai Rp 10,5 miliar, karena penggugat merasa para tergugat ini sudah melakukan perbuatan melawan hukum.

Kuasa hukum para tergugat, Suliono SH menilai, adanya gugatan itu kemungkinan hanya karena miskomunikasi antara 45 kliennya dengan Dokter Wedya. Sebab, sebenarnya pada 2019 sudah ada kesepakatan agar para warga yang menempati objek yang tengah menjadi sengketa itu untuk membeli tanah tersebut.

“Dan sudah ada harga kesepakatan, yakni Rp 750 ribu per meter persegi,” ungkapnya.

Bahkan, 7 orang dari 45 warga itu sudah ada yang memberikan uang muka, total keseluruhan Rp 84 juta. “Namun beberapa bulan kemudian, uang itu dikembalikan, dan tidak ada tindak lanjutnya, baru kemarin pada 12 Januari 2021 muncul gugatan ini,” terangnya.

Menanggapi adanya gugatan itu, Suli melanjutkan, para tergugat sudah melakukan koordinasi dengan Kepala Desa Tulungrejo. Dari hasil koordinasi tersebut didapati kesepakatan jika warga akan membayar lahan yang mereka tempati dengan nilai yang sudah disepakati sebelumnya, yakni Rp 750 per meter persegi.

“Mereka semua sudah tanda tangan, dan kami akan ajukan dimediasi nanti,” ucapnya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Malang, kuasa Hukum Penggugat Sumardhan SH,MH belum bisa memberikan keterangan secara resmi pada awak media.

Pewarta : Ulfa Afrian

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/