alexametrics
24.5 C
Malang
Tuesday, 24 May 2022

Ikatan Alumni UB : Hanya 3,08% Warga Kabupaten Malang Tervaksin

MALANG KOTA – Seruan percepatan vaksinasi dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa direspons cepat oleh Universitas Brawijaya (UB). Ikatan Alumni (IKA) UB hari ini (31/7) bakal melakukan vaksinasi kepada 300 orang. Pendaftaran dimulai sejak beberapa hari lalu, sehingga kuota telah terisi penuh.
Wakil Ketua Satgas Covid-19 IKA UB Malang Syamsul Hadi mengatakan, hanya butuh sekitar 20 menit link pendaftaran dibuka telah terpenuhi. Bahkan, jumlah yang ditorehkan mencapai lebih dari 400 pendaftar. Hal ini menunjukkan animo masyarakat cukup tinggi terhadap vaksinasi.
“Tingkat vaksinasi di Malang Raya masih tergolong cukup rendah. Hingga akhir Juni lalu baru 3,08 persen untuk Kabupaten Malang. Hal ini yang mendorong saya dan tim Satgas Covid IKA UB Malang untuk bergerak,” ujar Syamsul.
Vaksinasi gotong royong ini akan diselenggarakan di Rusunawa UB, kawasan Dieng. Sasarannya adalah masyarakat umum yang bertempat tinggal di Kabupaten Malang. Jenis vaksin yang diberikan adalah Astra Zaneca sebanyak 300 dosis. Bagi pendaftar yang lolos skrining, akan mendapatkan informasi dari tim untuk datang ke lokasi vaksin. Strategi ini dilakukan untuk menghindari kerumunan dan tetap menjalankan protokol kesehatan.
Dia mengatakan, syarat penerima vaksin harus dalam keadaan sehat. Atau warga yang memiliki surat rekomendasi vaksin dari dokter. Lalu berusia 18 tahun ke atas yang dibuktikan dengan membawa fotokopi KTP, serta harus mematuhi protokol kesehatan.
“Semoga ini bisa jadi mempercepat target herd immunity yang gencar dilakukan oleh pemerintah,” sambung Syamsul.
Sebelumnya, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa meminta kampus-kampus terlibat aktif dalam percepatan vaksinasi Covid-19. Vaksin yang diberikan kepada kampus ini tidak mengurangi jatah yang diterima masing-masing pemda. Dengan keterlibatan kampus ini, Khofifah menargetkan, Agustus mendatang sekitar 76 persen warga Jatim sudah tervaksin.
Selain Khofifah, Wali Kota Malang Sutiaji juga melibatkan kampus dalam percepatan vaksin Covid-19 ini. Sutiaji sudah berkoordinasi dengan lima perguruan tinggi negeri (PTN) maupun perguruan tinggi swasta (PTS) di Malang, khususnya yang mempunyai fakultas kedokteran (FK). Di antaranya adalah UB, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Universitas Islam Malang (Unisma), dan beberapa universitas lain.(adn/dan)

MALANG KOTA – Seruan percepatan vaksinasi dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa direspons cepat oleh Universitas Brawijaya (UB). Ikatan Alumni (IKA) UB hari ini (31/7) bakal melakukan vaksinasi kepada 300 orang. Pendaftaran dimulai sejak beberapa hari lalu, sehingga kuota telah terisi penuh.
Wakil Ketua Satgas Covid-19 IKA UB Malang Syamsul Hadi mengatakan, hanya butuh sekitar 20 menit link pendaftaran dibuka telah terpenuhi. Bahkan, jumlah yang ditorehkan mencapai lebih dari 400 pendaftar. Hal ini menunjukkan animo masyarakat cukup tinggi terhadap vaksinasi.
“Tingkat vaksinasi di Malang Raya masih tergolong cukup rendah. Hingga akhir Juni lalu baru 3,08 persen untuk Kabupaten Malang. Hal ini yang mendorong saya dan tim Satgas Covid IKA UB Malang untuk bergerak,” ujar Syamsul.
Vaksinasi gotong royong ini akan diselenggarakan di Rusunawa UB, kawasan Dieng. Sasarannya adalah masyarakat umum yang bertempat tinggal di Kabupaten Malang. Jenis vaksin yang diberikan adalah Astra Zaneca sebanyak 300 dosis. Bagi pendaftar yang lolos skrining, akan mendapatkan informasi dari tim untuk datang ke lokasi vaksin. Strategi ini dilakukan untuk menghindari kerumunan dan tetap menjalankan protokol kesehatan.
Dia mengatakan, syarat penerima vaksin harus dalam keadaan sehat. Atau warga yang memiliki surat rekomendasi vaksin dari dokter. Lalu berusia 18 tahun ke atas yang dibuktikan dengan membawa fotokopi KTP, serta harus mematuhi protokol kesehatan.
“Semoga ini bisa jadi mempercepat target herd immunity yang gencar dilakukan oleh pemerintah,” sambung Syamsul.
Sebelumnya, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa meminta kampus-kampus terlibat aktif dalam percepatan vaksinasi Covid-19. Vaksin yang diberikan kepada kampus ini tidak mengurangi jatah yang diterima masing-masing pemda. Dengan keterlibatan kampus ini, Khofifah menargetkan, Agustus mendatang sekitar 76 persen warga Jatim sudah tervaksin.
Selain Khofifah, Wali Kota Malang Sutiaji juga melibatkan kampus dalam percepatan vaksin Covid-19 ini. Sutiaji sudah berkoordinasi dengan lima perguruan tinggi negeri (PTN) maupun perguruan tinggi swasta (PTS) di Malang, khususnya yang mempunyai fakultas kedokteran (FK). Di antaranya adalah UB, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Universitas Islam Malang (Unisma), dan beberapa universitas lain.(adn/dan)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/