alexametrics
26.6 C
Malang
Tuesday, 5 July 2022

Latihan Fisik yang Pantang Dilakukan Ibu Hamil, Check!

KOTA MALANG – Ibu hamil disarankan untuk melakukan aktivitas maupun latihan fisik karena memiliki segudang manfaat, salah satunya memperlancar proses persalinan. Namun ada beberapa latihan yang tak boleh dilakukan karena membahayakan kesehatan.

Kasi Kesehatan Keluarga (Kesga) Gizi Dinkes Kota Malang dr Dyah Inarsih menjelaskan, Latihan yang tidak dianjurkan bagi ibu hamil antara lain gerakan membungkuk ke depan tanpa menopang atau berpegangan pada alat bantu tertentu dan gerakan jongkok dengan sudut lutut lebih dari 90 derajat.

“Termasuk latihan yang bersifat mengejan, menahan nafas, melompat, menengadahkan kepala ke belakang, dan semua gerakan yang mengganggu keseimbangan tubuh serta bersifat kontak fisik,” urai dia.

Perempuan ramah ini melanjutkan, jika ibu hamil melakukan latihan fisik yang salah, maka risiko yang bisa timbul antara lain ketuban pecah, janin sungsang, pendarahan hingga hipertensi.

“Karena itulah, latihan harus benar dan terukur yang dimulai dengan pemanasan, diikuti gerakan inti dan pendinginan,” terangnya.

Selain itu, latihan juga harus dilakukan sesuai dengan frekuensi Latihan per minggu usia kehamilan, dimana kegiatan itu bisa dilaksanakan 3 kali per minggu.

“Jangan terlalu berat karena akan mengganggu pertumbuhan janin, dan jangan terlalu lama karena akan menurunkan lemak tubuh yang berisiko bayi lahir berat badan rendah,” ujarnya mengingatkan.

Dyah menambahkan, untuk meningkatkan kesadaran kesehatan ibu hamil, Dinas Kesehatan Kota Malang menggelar Kelas Ibu untuk para bidan yang tersebar di 16 puskesmas. Para bidan peserta Kelas Ibu nantinya diharapkan mampu mentransfer ilmu kepara ibu hamil yang berada di bawah naungan masing-masing puskesmas.

KOTA MALANG – Ibu hamil disarankan untuk melakukan aktivitas maupun latihan fisik karena memiliki segudang manfaat, salah satunya memperlancar proses persalinan. Namun ada beberapa latihan yang tak boleh dilakukan karena membahayakan kesehatan.

Kasi Kesehatan Keluarga (Kesga) Gizi Dinkes Kota Malang dr Dyah Inarsih menjelaskan, Latihan yang tidak dianjurkan bagi ibu hamil antara lain gerakan membungkuk ke depan tanpa menopang atau berpegangan pada alat bantu tertentu dan gerakan jongkok dengan sudut lutut lebih dari 90 derajat.

“Termasuk latihan yang bersifat mengejan, menahan nafas, melompat, menengadahkan kepala ke belakang, dan semua gerakan yang mengganggu keseimbangan tubuh serta bersifat kontak fisik,” urai dia.

Perempuan ramah ini melanjutkan, jika ibu hamil melakukan latihan fisik yang salah, maka risiko yang bisa timbul antara lain ketuban pecah, janin sungsang, pendarahan hingga hipertensi.

“Karena itulah, latihan harus benar dan terukur yang dimulai dengan pemanasan, diikuti gerakan inti dan pendinginan,” terangnya.

Selain itu, latihan juga harus dilakukan sesuai dengan frekuensi Latihan per minggu usia kehamilan, dimana kegiatan itu bisa dilaksanakan 3 kali per minggu.

“Jangan terlalu berat karena akan mengganggu pertumbuhan janin, dan jangan terlalu lama karena akan menurunkan lemak tubuh yang berisiko bayi lahir berat badan rendah,” ujarnya mengingatkan.

Dyah menambahkan, untuk meningkatkan kesadaran kesehatan ibu hamil, Dinas Kesehatan Kota Malang menggelar Kelas Ibu untuk para bidan yang tersebar di 16 puskesmas. Para bidan peserta Kelas Ibu nantinya diharapkan mampu mentransfer ilmu kepara ibu hamil yang berada di bawah naungan masing-masing puskesmas.

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/