alexametrics
22.5 C
Malang
Thursday, 26 May 2022

Jam Malam Kota Malang, Apkrindo Malang Bereaksi

MALANG KOTA – Demi menekan laju penambahan pasien Covid-19, pemerintah Kota Malang kembali memberlakukan jam malam bagi tempat usaha. Hal ini mengacu pada Surat Edaran Provinsi Jawa Timur No 736/24068/013.4/2020 tentang penerapan protokol kesehatan para pelaksanaan libur tahun baru 2021 di Jawa Timur. Dalam edaran tersebut ada poin yang mengatur pemberlakuan jam malam mulai pukul 20.00 sampai 04.00 pagi.

Aturan yang berlaku selama kurang lebih 10 hari, yakni mulai 29 Desember hingga 8 Januari 2021 ini mengundang reaksi dari Asosiasi Pengusaha Kafe dan Restoran Indonesia (Apkrindo).

“Pasti akan sangat berdampak, karena jam-jam operasional itu akan berpengaruh pada pendapatan,” terang Ketua Apkrindo Malang Indra Setiyadi.

Ditambah lagi kafe-kafe yang mayoritas jam operasional malam hari. Dia juga mempertanyakan dengan pemberlakuan jam malam, apa yang membedakan dengan yang siang. Padahal mobilitas orang lebih banyak siang hari.

Pihaknya berharap dalam menerapkan jam malam ini tidak semua tempat usaha dilarang beraktivitas. “Sebaiknya pemkot adakan pemetaan dimana tempat yang sangat rawan padat dan mana yang sudah memenuhi protokol kesehatan,” papar Indra.

Dia meminta agar pemerintah mempertimbangkan tempat-tempat usaha yang sudah menerapkan protokol kesehatan seperti pengurangan jumlah kursi sebanyak 50 persen. Pemetaan ini membantu roda perekonomian tetap hidup.

“Tentu ada penurunan pendapatan, bicara kafe atau resto, jam makan malam itu pukul 19.00. Kalau begitu ya ada penurunan bisa 60 persen lebih,” sambungnya.

Pewarta: Intan Refa Septiana

MALANG KOTA – Demi menekan laju penambahan pasien Covid-19, pemerintah Kota Malang kembali memberlakukan jam malam bagi tempat usaha. Hal ini mengacu pada Surat Edaran Provinsi Jawa Timur No 736/24068/013.4/2020 tentang penerapan protokol kesehatan para pelaksanaan libur tahun baru 2021 di Jawa Timur. Dalam edaran tersebut ada poin yang mengatur pemberlakuan jam malam mulai pukul 20.00 sampai 04.00 pagi.

Aturan yang berlaku selama kurang lebih 10 hari, yakni mulai 29 Desember hingga 8 Januari 2021 ini mengundang reaksi dari Asosiasi Pengusaha Kafe dan Restoran Indonesia (Apkrindo).

“Pasti akan sangat berdampak, karena jam-jam operasional itu akan berpengaruh pada pendapatan,” terang Ketua Apkrindo Malang Indra Setiyadi.

Ditambah lagi kafe-kafe yang mayoritas jam operasional malam hari. Dia juga mempertanyakan dengan pemberlakuan jam malam, apa yang membedakan dengan yang siang. Padahal mobilitas orang lebih banyak siang hari.

Pihaknya berharap dalam menerapkan jam malam ini tidak semua tempat usaha dilarang beraktivitas. “Sebaiknya pemkot adakan pemetaan dimana tempat yang sangat rawan padat dan mana yang sudah memenuhi protokol kesehatan,” papar Indra.

Dia meminta agar pemerintah mempertimbangkan tempat-tempat usaha yang sudah menerapkan protokol kesehatan seperti pengurangan jumlah kursi sebanyak 50 persen. Pemetaan ini membantu roda perekonomian tetap hidup.

“Tentu ada penurunan pendapatan, bicara kafe atau resto, jam makan malam itu pukul 19.00. Kalau begitu ya ada penurunan bisa 60 persen lebih,” sambungnya.

Pewarta: Intan Refa Septiana

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/