alexametrics
28 C
Malang
Tuesday, 17 May 2022

Tingkatkan Kesadaran Bermasker di Desa, Ibu-Ibu Digandeng Forkopimda

KOTA BATU – Kesadaran masyarakat Kota Batu dalam menggunakan masker masih rendah. Untuk mengedukasi dan mendisiplinkan masyarakat agar kesadaran bermasker meningkat, ibu-ibu di Kota Batu digandeng Forkopimda untuk turut mensukseskan gerakan Jatim bermasker.

“Kenapa saya menggandeng ibu-ibu, tidak lain karena biasanya ibu-ibu yang paling ditakuti kalau memerintahkan sesuatu,” kata Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko, Kamis (6/8), di sela pemberian secara simbolis 1.000 masker pada organisasi perempuan Kota Batu, di Kampung Tangguh Semeru Pendem, Junrejo Kota Batu.

Menurut Dewanti, organisasi perempuan Kota Batu yang digandeng seperti PKK, Bhayangkari, Persit, Muslimat, dan Fatayat.

“Turut andilnya ibu-ibu, baik dalam pembagian masker ataupun mengedukasi, untuk mendisiplinkan masyarakat bisa meningkatkan kesadaran bermasker di Kota Batu,” kata

Untuk mensukseskan gerakan Jatim bermasker, hari ini (6/8) Forkopimda Kota Batu secara simbolis memberikan 1.000 masker pada organisasi perempuan Kota Batu seperti PKK, Bhayangkari, Persit, Muslimat, dan Fatayat di Kampung Tangguh Semeru Pendem, Junrejo Kota Batu.

Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko menilai kesadaran masyarakat Kota Batu dalam menggunakan masker masih minim. Oleh karena itu, pihaknya mengandeng ibu-ibu untuk turut berperan mensosialisasikan bermasker. “Karena kan biasanya ibu-ibu yang paling ditakuti kalau memerintahkan sesuatu,” ucapnya.

Sehingga, dengan turut andilnya ibu-ibu baik dalam pembagian masker ataupun mengedukasi untuk mendisiplinkan masyarakat bisa meningkatkan kesadaran bermasker di Kota Batu.

“Saya sendiri bersama forkopimda, sudah sering keliling untuk mengedukasi masyarakat untuk bermasker. Tapi, sampai saat ini belum mencapai 50 persen,” ujar orang nomer satu di Kota Batu itu.

Sementara, Kapolres Batu Harviadhi Agung Pratama mengatakan, meski hanya dilakukan pemberian secara simbolis 1000 masker, tetapi sambil lalu berjalan pihaknya akan lebih sering turun ke desa untuk mensosialisasikan gerakan bermasker.
“Nanti semuanya harus berkolaborasi antara forkopimda, camat, dan perangkat desa,” ungkapnya.

Dia juga menyampaikan, dalam waktu dua pekan ini, pihaknya akan fokus pada kampanye untuk gerakan bermasker, khususnya di desa-desa.

“Karena kami melihat yang banyak tidak menggunakan masker itu masyarakat yang beraktivitas di desa,” pungkasnya.

Pewarta : Ulfa Afrian
Foto : Istimewa
Editor:Hendarmono Al S.

KOTA BATU – Kesadaran masyarakat Kota Batu dalam menggunakan masker masih rendah. Untuk mengedukasi dan mendisiplinkan masyarakat agar kesadaran bermasker meningkat, ibu-ibu di Kota Batu digandeng Forkopimda untuk turut mensukseskan gerakan Jatim bermasker.

“Kenapa saya menggandeng ibu-ibu, tidak lain karena biasanya ibu-ibu yang paling ditakuti kalau memerintahkan sesuatu,” kata Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko, Kamis (6/8), di sela pemberian secara simbolis 1.000 masker pada organisasi perempuan Kota Batu, di Kampung Tangguh Semeru Pendem, Junrejo Kota Batu.

Menurut Dewanti, organisasi perempuan Kota Batu yang digandeng seperti PKK, Bhayangkari, Persit, Muslimat, dan Fatayat.

“Turut andilnya ibu-ibu, baik dalam pembagian masker ataupun mengedukasi, untuk mendisiplinkan masyarakat bisa meningkatkan kesadaran bermasker di Kota Batu,” kata

Untuk mensukseskan gerakan Jatim bermasker, hari ini (6/8) Forkopimda Kota Batu secara simbolis memberikan 1.000 masker pada organisasi perempuan Kota Batu seperti PKK, Bhayangkari, Persit, Muslimat, dan Fatayat di Kampung Tangguh Semeru Pendem, Junrejo Kota Batu.

Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko menilai kesadaran masyarakat Kota Batu dalam menggunakan masker masih minim. Oleh karena itu, pihaknya mengandeng ibu-ibu untuk turut berperan mensosialisasikan bermasker. “Karena kan biasanya ibu-ibu yang paling ditakuti kalau memerintahkan sesuatu,” ucapnya.

Sehingga, dengan turut andilnya ibu-ibu baik dalam pembagian masker ataupun mengedukasi untuk mendisiplinkan masyarakat bisa meningkatkan kesadaran bermasker di Kota Batu.

“Saya sendiri bersama forkopimda, sudah sering keliling untuk mengedukasi masyarakat untuk bermasker. Tapi, sampai saat ini belum mencapai 50 persen,” ujar orang nomer satu di Kota Batu itu.

Sementara, Kapolres Batu Harviadhi Agung Pratama mengatakan, meski hanya dilakukan pemberian secara simbolis 1000 masker, tetapi sambil lalu berjalan pihaknya akan lebih sering turun ke desa untuk mensosialisasikan gerakan bermasker.
“Nanti semuanya harus berkolaborasi antara forkopimda, camat, dan perangkat desa,” ungkapnya.

Dia juga menyampaikan, dalam waktu dua pekan ini, pihaknya akan fokus pada kampanye untuk gerakan bermasker, khususnya di desa-desa.

“Karena kami melihat yang banyak tidak menggunakan masker itu masyarakat yang beraktivitas di desa,” pungkasnya.

Pewarta : Ulfa Afrian
Foto : Istimewa
Editor:Hendarmono Al S.

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/