Masuk 10 Besar, Hipertensi Patut Diwaspadai

KOTA BATU – Hipertensi menjadi salah satu dari sepuluh penyakit yang paling banyak diderita warga Kota Batu. Agar masyarakat lebih waspada, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu pun turun tangan. Salah satunya, melalui workshop penyakit hipertensi seperti yang berlangsung di Balai Desa Junrejo, Kecamatan Junrejo, kemarin (18/2).

Kepala Seksi (Kasi) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular, dan Kesehatan Jiwa Dinas Kesehatan Kota Batu Sri Kusrini mengatakan, workshop hipertensi ini bertujuan untuk memberikan informasi kepada masyarakat. Agar mereka mengetahui penyebab hipertensi dan bagaimana pencegahannya.

”Sengaja (dalam workshop) ini mendatangkan dokter spesialis dari Rumah Sakit Karsa Husada Kota Batu,” bebernya. Workshop ini juga bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk deteksi dini penyakit tidak menular. Sebab, Sri melanjutkan, penyakit hipertensi ini di Kota Batu masuk dalam kategori 10 penyakit tertinggi.

Untuk diketahui, meski tidak menular, hipertensi juga cukup berbahaya. Lantaran, jika tidak terkontrol bisa menyebabkan stroke. Selain itu, hipertensi juga bisa menyebabkan kematian karena penyumbatan darah di otak. Sementara untuk jangka pendeknya, hipertensi bisa mengganggu produktivitas.

”Aktivitas hariannya jadi tidak produktif karena tidak bisa bekerja,” ucap ibu dari satu anak itu. Acara workshop yang diikuti kurang lebih 80 orang itu tidak hanya memaparkan tentang bahaya hipertensi. Tetapi juga diadakan screening kesehatan sebagai deteksi dini faktor risiko penyakit tidak menular.

Yakni, pemeriksaan gula darah, hipertensi, kolesterol, dan asam urat. Perempuan asal Kota Batu itu berharap, masyarakat bisa menyadari, bahwa lebih baik mencegah datangnya penyakit dari pada harus mengobati. ”Karena jika mengetahui sejak awal, masyarakat tidak harus mengeluarkan biaya yang besar,” pungkasnya.

Seriusi Penyakit Hipertensi, Dinkes Gelar Workshop

KOTA BATU- Masuk salah satu 10 penyakit tertinggi di Kota Batu, tampaknya Dinas Kesehatan (dinkes) Kota Batu mulai menanggapi serius penyakit hipertensi. Pasalnya, kemarin (18/2) Dinas Kesehatan Kota Batu melakukan workshop Penyakit Hipertensi di Balai Desa Junrejo Kota Batu.

Kepala Seksi (kasi) pencegahan dan pengendalian penyakit tidak menular,dan kesehatan jiwa Dinas kesehatan kota Batu Sri Kusrini mengatakan, Workshop Hipertensi ini bertujuan untuk memberikan informasi kepada masyarakat agar mereka mengetahui penyebab hipertensi dan bagaimana pencegahannya. “Sengaja mendatangkan dokter spesialis dari rumah sakit Karsa Husada Kota Batu,” bebernya.

Ini juga bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk deteksi dini penyakit tidak menular. Sebab, perempuan yang lebih akrab disapa Sri itu melanjutkan, penyakit hipertensi ini di Kota Batu masuk dalam kategori 10 penyakit tertinggi. Sehingga, pihaknya melakukan upaya untuk mengurangi penyakit tidak menular tersebut.

Untuk diketahui, Penyakit hipertensi meski tidak menular tetapi juga cukup berbahaya. Lantaran, jika tidak terkontrol bisa menyebabkan struk. Dan penyakit struk itu penyakit yang membutuhkan biaya yang tinggi.

Selain itu, penyakit hipertensi juga bisa menyebabkan kematian karena penyumbatan darah di otak. Sementara untuk jangka pendeknya, hipertensi bisa mengganggu produktifitas. “Aktifitas hariannya jadi tidak produktif, karena tidak bisa bekerja,” ucap ibu dari satu anak itu.

Acara workshop yang diikuti kurang lebih 80 orang itu tidak hanya memamparkan tentang bahaya hipertensi. Tetapi juga diadakan skrining kesehatan deteksi dini faktor resiko penyakit tidak menular. Yakni, pemeriksaan gula darah, hipertensi, kolestrol dan asam urat.

Perempuan asal Kota Batu itu berharap, Masyarakat bisa menyadari, bahwa lebih baik mencegah datangnya penyakit dari pada harus mengobati. “Karena jika mengetahui sejak awal, masyarakat tidak harus mengeluarkan biaya yang besar,” pungkasnya.

Pewarta : Ulfa Afrian
Copy Editor : Amalia Safitri
Penyunting : Aria Dwi Kuncoro