JawaPos.com – Eks member JKT48 yang aktif menjadi co-host di televisi, Haruka Nakagawa baru saja merayakan ulang tahunnya yang ke-27, Minggu 10 Februari. Di hari ulang tahunnya, gadis Jepang kelahiran Tokyo itu lantas membuka rahasia yang dia simpan selama ini. Bahwa perjalanan Haruka tak semanis senyum cerianya selama ini.

Dalam surat terbukanya, Haruka meminta maaf karena selama ini menyembunyikan perjalanan hidupnya yang memilukan. Haruka bilang, dari usia 3 tahun dia tidak pernah tinggal Bersama orang tua. Sebab, orang tuanya bercerai dan dia tinggal bersama sang ayah.

Perjalanan hidupnya makin memilukan karena Haruka menyebut kemungkinan ayahnya sangat sibuk ketika itu. Jadinya, Haruka tinggal bersama neneknya yang ternyata sakit-sakitan. Dia lantas tinggal di panti asuhan.

Haruka Nakagawa berdoa di perayaan ulang tahunnya, Minggu (10/2) (Instagram @haruuuu_chan)

’’Aku gak ingat juga muka ibu aku sendiri dan aku gak pernah ketemu ibu, gak tau di mana sampai sekarang,’’ tulisnya.

Senin 11 Februari, JawaPos.com berkesempatan untuk bertanya lebih dalam terkait suratnya yang sangat menyentuh itu. Dia bilang, yakin saat ini adalah momen paling tepat untuk membuka semuanya karena dirinya sudah semakin dewasa. Apalagi, banyak yang tanya tentang keluarganya di Jepang.

’’Umur aku sudah 27 tahun. Sudah makin dewasa dan banyak juga yang tanya, jadi aku juga nggak mungkin sembunyiin terus,’’ ujarnya.

Setelah menyampaikan tulisan Panjang itu, Haruka merasa lumayan lega. Sebab, orang-orang tak lagi perlu bertanya tentang keluarganya. Selama ini, dia terus berbohong untuk menutupi bahwa hubungan Haruka dan keluarganya baik-baik saja.

’’Aku tadinya sedih, tapi banyak yang semangatin. Jadi, aku senang juga karena banyak yang sayang sama aku. Aku juga ingin memberitahu orang yang merasakan hal yang sama seperti aku, mereka berhak bahagia dengan jalannya masing-masing,’’ imbuh mantan Kapten Tim T JKT48 itu.

Meski telah mengungkap apa yang terjadi pada dirinya dan keluarga, Haruka menyebut hal itu tidak bisa dikaitkan dengan perpindahannya ke JKT48 pada 2012 lalu. Seperti diketahui, Haruka memilih untuk ditransfer ke JKT48 dari AKB48. Katanya, itu hal yang terpisah dengan perjalanan hidupnya.

’’Kalau itu beda, karena waktu aku ke sini ingin mencoba sesuatu yang baru dan aku pengen lebih bisa terkenal,’’ terangnya.

Dalam surat terbukanya, Haruka menyatakan makin kuat untuk membuka semua ini setelah ke Indonesia. Di sini, dia merasa memiliki keluarga baru meski saat pindah ke Jakarta sempat merasa sedih karena sendirian. Itulah kenapa, dia makin memantapkan diri untuk berkarir di dunia hiburan Indonesia.

’’Sejauh ini sih masih ingin berkarier di Indonesia. Mungkin aku ingin coba (main) film,’’ tandas Haruka.

Apakah itu berarti, Haruka akan berkeluarga dan menikah di Indonesia? Dia mengaku masih belum bisa menentukan garis hidupnya nanti. ’’Itu belum tau sih. Tapi nggak menutup kemungkinan itu. Aku sih berdoa aja yang terbaik,’’ tutur gadis yang bergabung AKB48 di usia 14 tahun itu.

Dia juga masih belum tahu, apakah akan meninggalkan Indonesia jika ada banyak tawaran di Jepang.  ’’Aku juga belum tahu. Tapi aku pasti pikirin yang terbaik untuk aku,’’ imbuhnya.

Terkait suratnya yang sangat menyentuh, Haruka menyisipkan sebuah harapan. Bahwa kedua orang tuanya juga membacanya. ’’Papa sibuk, tapi nanti ke depannya semoga papa lebih sering ketemu aku. Kalau mama, aku nggak tahu. Tapi kalau bisa ketemu, yah aku ingin ketemu,’’ tutupnya.

Inilah surat terbuka Haruka Nakagawa untuk para penggemar yang disebar melalui akun Twitter dan Instagramnya:

Semuanya terima kasih banyak ucapin selamat ulang tahun. Tahun ini aku 27 tahun. Aku mau kasih tau tentang aku sedikit buat kalian. Nanti agak panjang tapi kalo bisa baca sampai terakhir ya.

Aku gak pernah bicara tentang masalah keluarga aku sendiri. Tapi aku di Indonesia sudah 6 tahun. Banyak yang tanya aku juga tentang keluarga. ”Keluarga kamu gak ke Indonesia?”, “Gak kangen sama orang tua?” Aku selalu jawab “Nggak kok karena di sini seru jadi gpp,’’gitu…

Tapi lama-lama pasti kalian juga penasaran dan aku juga udah capek bohong terus. Aku juga mikir kapan cerita ke kalian ya? tapi bingung juga jadi cari waktu yang tepat.
 
Mungkin sekarang di umur aku 27 tahun adalah waktu yang tepat.

Aku pas umur 3 tahun gak pernah tinggal bareng sama orang tua. Karena papa dan mama cerai dan aku ikutin papa aku. Jadi dari umur 3 tahun aku gak pernah ketemu ibu aku sendiri. Aku gak ingat juga muka ibu aku sendiri dan aku gak pernah ketemu ibu gak tau di mana sampai sekarang. Dari situ aku tinggal bareng sama nenek aku karena papa aku mungkin sibuk jadi aku gak pernah tinggal bareng sama papa juga. Terus nenek aku ada sakit jantung jadi sering masuk RS jadi aku dan kakak aku dan Adek aku sering tinggal di kaya tempat panti asuhan.
 
Mungkin aku masih ada nenek jadi Iebih baik dari pada yang lain (gak punya siapa-siapa) tapi aku sedih juga waktu kecil. Pas SD ada acara sekolah aku selalu sendiri juga gak ada yang temani dari keluarga, kalo pas bawa bekal aku bikin sendiri dan gak pernah jemput sama keluarga tapi untung aku ada kaka dan adek jadi tidak sendirian. Waktu lulus sekolah nenek datang tapi aku malu karena pada datangnya mama papa. Aku doang sama nenek. Mungkir pas kecil kan gak mikir apa-apa jadi aku gak mau sama nenek foto bareng pas lulus sekolah. Tapi harusnya bersyukur juga karena masih ada nenek.
 
Dan nenek sering sakit pas aku SD, SMP jadi aku beberapa tahun tinggal di panti asuhan. Iya sedih sepertinya tapi di situ banyak yang sama kaya aku jadi aku senang juga karena teman-teman di situ juga pasti mikirnya sama kaya aku. Pasti sedih gak ada orang tua. Jadi di panti asuhan aku dapat kakak, adek baru gitu. Beberapa teman sampai sekarang masih dekat juga.
 
Aku tuh pengen cerita tapi di dalam hati aku kadang gak mau carita karena malu. Apa lagi di Indonesia banyak yang sayang keluarga tapi aku gak ada orang tua kan malu banget beda sama kaya yang lain. Aku sering bikin cerita tentang mama, papa tapi itu semua bohong… aku yang bikin sendiri. Maafin ya, selama ini aku bohongin kalian.
 
Aku pindah ke Indonesia awalnya sedih, aku kan sendirian tapi pada punya keluarga besar dan sering ketemu keluarga dan sering jalan-jalan juga tapi di Indonesia banyak yang baik sama aku. Apa lagi member JKT48 sama staff sama fans semua kaya kelurga aku sendiri.
 
Aku bisa main ke teman-teman JKT48 pernah dimarahin atau kalo lagi sakit di temani ke RS juga. Aku tuh selama ini gak ada yang pernah temani RS dan apa aja sendirian jadi benar-benar aku senang. Sekarang aku tidak sendirian banyak teman-teman yang bantu aku dan sayang aku.
 
Selama ini aku tuh sedih tapi gak pernah bilang ke siapa-siapa tapi kalo di sini aku bisa cerita ke teman-teman karena teman-teman di sini pada dengerin curhat aku baik-baik.
ltu salah satu alasan aku cinta Indonesia.
 
Dan kalau aku gak datang ke Indonesia aku gak bakal cerita tentang aku sendiri. Aku gak bakal buka hati ke kalian semua. Aku datang ke Indonesia hati aku juga semakin kuat! Aku lahirnya di Jepan tapi pindah ke Indonesia dapat banyak hal yang penting juga. Terima kasih banyak untuk selalu mencintai aku setiap saat. Suatu hari nanti aku akan menikah dan aku ingin menjadi ibu yang baik! Dan aku tidak mau anak-anak yang lain pengalaman seperti aku.
 
Dan aku pengen kasih tau anak-anak yang sama kaya aku, kalian pasti suatu saat nanti dapat orang yang sangat baik. Meskipun sekarang belum dapat tapi sesaat nanti pasti dapat pengalaman yang terbaik. Aku yakin! Karena aku juga begitu.
 
Aku juga sekarang bersyukur bisa dapat teman yang Iuar biasa. Kalau gak ke Indonesia semua ini akan tidak terjadi. Sekarang gak bisa tinggal bareng sama nenek tapi aku sayang banget sama nenek. Nenek terima kasih ya selalu dukung aku dan semangatin aku! Aku senang kalo neneknya bahagia dan neneknya senyum jadi aku tetap usaha biar aku makin terkenal, nanti nenek makin senang kalo aku terkenal di dunia entertainment.
 
Buat aku nenek itu ibu aku, meskipun nenek tapi kalo buat aku ibu adalah nenek aku. Love you nenek. Dan aku bisa lahir karena ada papa dan mama, meskipun jauh tapi tetap mama aku dan papa aku. Terima kasih mama dan papa. Pas kecil aku gak bisa main atau tinggal bareng sama papa, tapi nanti ke depannya aku pengen bikin kenang kenangan sama papa dan sesaat nanti aku nikah papa harus ada di samping aku juga ya.
 
Semuanya terima kasih banyak dan tetap mohon bantuannya.
 
Semoga tahun ini aku Iebih bahagia dan sehat dan apapun yang terjadi semua bersyukur… amin…
 
Haruka Nakagawa

Editor           : Dhimas Ginanjar